Bukan orang Papua saja diintimidasi tapi orang Acheh juga. Mereka penguasa 
Indonesia tidak mampu berpikir tentang perjuangan bangsa Papua dan Acheh untuk 
membebaskan diri dari perbudakan bangsa lain. Mereka layaknya seperti anak 
orang yang dulunya menumpang dirumah orang Papua dan Acheh. Setelah orang 
tuanya mati, mereka mengira itu Papua dan Acheh milik orang tuanya. Itulah yang 
ada dikepalanya. Apapun penjelasaan yang kita berikan mereka tidak dapat 
memahami. Tapi kita juga tidak boleh putus asa untuk selalu berdaya upaya 
melepaskan diri dari cengkraman Indonesia.  Apabila pedoman hidup kita di Dunia 
benar-benar pedoman dari Pemilik Dunia ini, proses hidup kita di Dunia adalah 
ujian Allah untuk mendapat tempat yang patut untuk kita terima sesuai kehidupan 
yang kita lalui di Dunia. Cobalah kita buka mata kita lebar-lebar. Arahkan 
pandangan kita keseluruh Dunia. Apa yang kita saksikan?  Hampir diseluruh Dunia 
sejak dulu sampai kini dan bahkan sampai
 Dunia ini kiamat tetap saja manusia-manusia "Qabil" menindas manusia-manusia 
Habil yang tidak berdaya. 

Sejak Dunia ini di huni makhluk manusia, sejak itu pula mulai pihak yang 
berkuasa menindas pihak yang lemah disebabkab pihak yang kuat itu memiliki 
nafsu yang melawan petunjuk Pemilik Dunia ini. Disebabkan hanya satu keluarga 
saja yang baru berkembang kala itu yaitu keluarga Adam dan Isterinya Hawa, 
petunjuk atau peraturan kawinpun harus antar keluarga itu sendiri. Peraturan 
Allah Qabil dikawinkan dengan Labuda sedangkan Habil kawin dengan Iklima. Qabil 
tidak menerima peraturan tersebut dan malah menuduh ayahnya yang membuat aturan 
tersebut bukan Allah. Ketika Adam mengadu pada Allah, diperintahkan kepada 
masing-masing anak Adam yang bertikai itu agar membuat pengorbanan dengan 
ketentuan siapa yang diterima Allah pengorbanannya, dialah yang berhak 
mengawini Iklima yang "diperebutkan" itu. Ternyata Kibas (kambing besar) milik 
Habil yang diterima. Sebabnya pengorbanan Habil ihklas karena Allah hingga dia 
memberikan binatang yang terbaik diantara binatang
 gembalaannya sedangkan Qabil tidak ihklas. Dia memberikan gandum layu atau 
beras apak sebagai persembahannya. Akhirnya Qabil tambah penasaran hingga tega 
membunuh saudaranya sendiri demi nafsu serakahnya. Demikianlah juga 
manusia-manusia Indonesia yang berkuasa sekarang ini sebagai prototipe Qabil .  
Mjangankan orang West Papua dan orang Acheh - Sumatra, saudaranya sendiri 
dibunuhnya demi nafsu serakahnya. Kisah tersebut diabadikan Allah dalam surah 
Al Maidah seperti berikut ini:  

"Dan bacakanlah (wahai Muhammad) kepada mereka kisah (mengenai) dua orang anak 
Adam (Habil dan Qabil) yang berlaku dengan sebenarnya, iaitu ketika mereka 
berdua mempersembahkan satu persembahan korban (untuk mendampingkan diri kepada 
Allah). Lalu diterima korban salah seorang di antaranya (Habil) dan tidak 
diterima (korban) dari yang lain (Qabil). Berkata (Qabil): Sesungguhnya aku 
akan membunuhmu!. (Habil) menjawab: Hanyasanya Allah menerima (korban) dari 
orang-orang yang bertakwa.   Demi sesungguhnya! Jika engkau hulurkan tanganmu 
kepadaku untuk membunuhku, aku tidak sekali-kali akan menghulurkan tanganku 
kepadamu untuk membunuhmu. Kerana sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan 
Yang mentadbirkan sekalian alam.  Sesungguhnya aku mahu supaya engkau kembali 
dengan (membawa) dosa (membunuhku) dan dosamu sendiri. Maka dengan itu 
menjadilah engkau dari ahli Neraka, dan itulah dia balasan orang-orang yang 
zalim.   Maka nafsu jahat (Qabil) mendorongnya
 (sehingga dia tergamak) membunuh saudaranya, lalu dia membunuhnya. Oleh itu 
menjadilah dia dari golongan orang-orang yang rugi". (QS, 5 : 27, 28, 29 dan 30 
)

Mengapa demikian apakah mereka tidak punya pendidikan?  Dilingkungan mereka 
banyak malah yang Doktor, Propessor Kiyai dan pendakwah-pendakwah tapi mereka 
tidak memiliki pedoman hidup yang sesungguhnya. Walaupun mereka mempelajari 
Qur-an, Hadist tapi tidak menggunakan Qur-an dan Hadist sebagai pedoman 
hidupnya. Mereka tetap berpedoman pada Pancasila yang lazim kami sebut 
Puncasilap. Lima sila yang dibuat Soekarno itu ditafsirkan secara panjang lebar 
oleh pewarisnya sesuai nafsu serakah mereka. Lain tafsir pengikut Soekarno dan 
lain pula tafsir pengikut Suharto dan Yudhoyono. Yang jelas itru pedoman hidup 
miade in manusia yang kosong dari pandangan Allah yang haq. Kalau kita 
berbicara menurut pikiran manusiia tanpa kita dasari pada petunjuk Allah, 
sesungguhnya yang berbicara itu adalah Syaithan "Yuwaswisu fisudurinnas minal 
jinnati wannas" (yang membisikkan (kejahatan) dihati manusia, dari Jin dan 
Manusia)

Orang - orang yang bersatupadu dalam system "Qabil" Indonesia juga membaca dan 
memforward ayat-ayat Allah termasuk ayat perihal Qabil dan Habil tapi mereka 
tetap saja buta tidak mampu mengambil i'tibar dari ayat-ayat yang mereka baca 
dan tulis baik di media massa maupun di blog-blog internet. Kenapa mereka tidak 
mampu mengambil i'tibar?  Sebabnya mereka bersatupadu dalam system Qabil (baca 
Pancasila atau Puncasilap)  Disinilah kuncinya mereka tidak mampu memahami ayat 
- ayat Allah bagaikan orang yang terkurung dalam suatu ruangan gelap hingga 
meraba-raba tidak mengetahui pintu jalan keluarnya. Alhamdulillah alasytar 
walaupun bukan orang alim tapi orang biasa saja, namun memahami hakikat system 
dimana Allah mengatakan bahwa keluarga Rasul itu atau ahlulbayt bagaikan 
bahtera nabi Nuh. Siapa yang naikm kedalamnya selamat dan siapa yang tidak naik 
tenggelam.  Jadi berdasarkan pemahaman demikian system Indonesia itu bagaikan 
sebuah bahtera yang sedang
 berjalan menuju neraka secara pelan tapi pasti. Dari itu selamatlah orang yang 
mampu keluar dari bahtera tersebut dan celakalah bagi orang - orang yang 
bersatupadu didalamnya. Walaupun mereka mempelajari Qur-an tapi Pancasila lebih 
mereka patuhi dari Qur-an. Walaupun dimulut mereka berkomat-kamit dengan ucapan 
"Lailaha illallah" tapi mereka tidak menuhankan Allah tapi yang mereka tuhankan 
adalah penguasa mereka, Yudhoyono - Kalla. Mereka tidak tundukpatuh kepada 
perintah Allah tapi apa yang diperintah penguasa dhalim mereka. Mereka menerima 
"sedekah" dari penguasa hingga dapat kawin dua tiga orang perempuan tapi rakyat 
jelata yang hidup morat - marit mereka biarkan serta mereka himbau agar 
bersabar menghadapi ujian Allah , kata bal-am -bal-am tersebut

(Alasytar, Acheh -. Sumatra)





________________________________
From: Diary Papua <[EMAIL PROTECTED]>
To: Pembebasan Papua <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Komunitas Papua <[EMAIL PROTECTED]>; Milis Simpa <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 8, 2008 1:22:01 AM
Subject: KOMUNITAS  PAPUA Fw: Mahasiswa dan Pemuda Papua Merasa Terancam


--- On Sun, 12/7/08, Papuan Diary <papuandiary@ gmail.com> wrote:

From: Papuan Diary <papuandiary@ gmail.com>
Subject: Mahasiswa dan Pemuda Papua Merasa Terancam
To: "media care" <[EMAIL PROTECTED] ps.com>, "Pantau Komunitas" 
<pantau-komunitas@ yahoogroups. com>, "Media Intim" <media-intim@ yahoogroups. 
com>, "Nasional List" <nasional-list@ yahoogroups. com>, "DPR Indonesia" 
<dpr-indonesia@ yahoogroups. com>, "Indonesia Tionghoa" <[EMAIL PROTECTED] 
s.com>, "Milis Iscab" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Andi Ayamiseba" <morningstar@ 
vanuatu.com. vu>, "Andreas Harsono" <[EMAIL PROTECTED] net.id>, "Thaha Alhamid" 
<[EMAIL PROTECTED] com>, [EMAIL PROTECTED] id, "B Wenda" <[EMAIL PROTECTED] 
org>, "Benny Wenda" <[EMAIL PROTECTED] global.org>, "Bonar Tigor Naipospos" 
<[EMAIL PROTECTED] net.id>, "Benny Wenda" <benny_wenda@ yahoo.com>, "Octovianus 
Mote" <[EMAIL PROTECTED] com>, [EMAIL PROTECTED] com, [EMAIL PROTECTED] net, 
"West Papua" <[EMAIL PROTECTED] global.org>, "Papua Tribesman" <[EMAIL 
PROTECTED] com>, "Hans Gebze" <[EMAIL PROTECTED] com>, "Free West Papua Camp" 
<[EMAIL PROTECTED] a.org>, "John Ondaw" <[EMAIL PROTECTED] com>
Cc: "Diary Papua" <papuandiary@ yahoo.com>, "Len Isa" <[EMAIL PROTECTED] com>, 
"Moderator" <pembebasan_papua@ yahoo.com>
Date: Sunday, December 7, 2008, 3:55 PM


http://opiniindones ia.com/opini/ ?p=content&id=1869&edx=TWFoYXNpc3dhIGR 
hbiBQZW11ZGEgUGF wdWEgTWVyYXNhIFR lcmFuY2Ft
====

Nasional » 6.Dec.2008 22:01  
Mahasiswa dan Pemuda Papua Merasa Terancam
Mahasiswa dan Pemuda Papua Merasa Terancam
Jakarta
- Para mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di Bali, Jawa, Jakarta,
dan Bandung merasakan dirinya tidak aman. Setiap hari selalu ada
tekanan dan intimidasi dilakukan oleh pihak aparat keamanan terhadap
para mahasiswa dan pemuda Papua..

Peristiwa penangkapan salah seorang aktifis di Papua, Otinus Tabuni 9
Agustus, disusul kemudian panangkapan terhadap 16 aktivis mahasiswa dan
pemuda Papua di Jayapura pada 20 Oktober 2008. Kasus terakhir,
penangkapan Buktar Tabuni oleh aparat Polda Papua, 1 Desember.

"Semua tindakan itu menunjukan pola kekerasan masih dilakukan dalam
mengakhiri konflik vertical antara rakyat Papua versus pemerintah Ri,"
ujar Juru Bicara KANRPB. Wens Deowai kepada Opiniindonesia. com usai
konprensi pers dan deklrasi "Tanah Papua: Zona Darurat" di TIM Jakarta,
Sabtu (6/12).

Menurut pengakuan mahsiswa Papua yang kuliah di Universitas Udayana
ini, kasus-kasus kekerasan yang dilakukan aparta kemanan terhadap
mahasiswa dan pemuda Papua, menunjukan represi dan intimidasi serta
terror terus berlangsung, terutama pasca deklarasi Internasional
Parliamentarians for West Papua di London Inggris.

"Pola lama model Orde Baru diperlihatkan kembali oleh regime SBY-JK
untuk mengamankan posisi politik mereka sambil mengorbankan rakyat
Papua Barat," tandas Wens Deowai.

Tindakan represi dan intimidasi dirasakan oleh para pemuda dan
mahasiswa, baik yang ada di Papua maupun di Jawa dan Bali. Intimidasi
dilakukan oleh pihak-pihak aparat keamanan, setelah para pemuda dan
mahasisa Papua melakukan aksi pada 15 – 17 OKtober 2008 lalu.
"Perlakuan intimidasi, represif dan terur kami rasakan di setiap kota
tempat kami kuliah," ujar Wens Edowai.

"Kami juga merasakan tindakan refresir terjadi pada teman-teman di
Bandung, mahasiswa asal papua selalu diawasi dan diikuti oleh aparat
keamanan," ujar Heni Lani, mahasiswa yang kuliah di Bandung.

"Pasca reformasi 1998 penguatan demokrasi tidak terjadi dengan sempurna
sehingga Pemerintah RI kembali pada pola-pola fasisme negera seperti
yang dilakukan para zaman Orde Baru," tandas Wens Edowai. (yn)


-- 
E-mail: papuandiary@ gmail.com
Blogs : http://papuandiary. blogspot. com/
------------ --------- -
http://www.youtube. com/papuandiary
http://picasaweb. google.com/ papuandiary/
 
    


      

Kirim email ke