http://www.youtube.com/watch?v=-OJUf8P_cKU (bagian6)
 
http://www.youtube.com/watch?v=K7w5KglSv4k (bagian5)
 
Di antara peristiwa2 yang terjadi dalam tahun ini yang cukup menarik, baik di 
dalam maupun di luar negeri, adalah berhasilnya dibawa pulang Wali Negara, 
Tengku Hasan Muhammad di Tiro, ke tanah kelahirannya pada tanggal 11 Oktober 
2008. Kepulangan beliau memang sangat diharap-harapkan oleh bansa Aceh yang 
ingin melihat dari dekat sosok pemimpinnya, disamping ingin mendengar langsung 
amanat dan pesan2 politik beliau yang selama ini mereka dengar dari mulut ke 
mulut saja, dan selama sepuluh tahun ini sudah berhasil ditutup-tutupi oleh 
orang2 yang dekat dengan beliau.


Setelah dua minggu di Aceh, ternyata tidak sepatah katapun keluar dari mulut 
beliau, jangankan penerangan kepada bangsa Aceh tentang perjuangan yang sudah 
30 tahun berjalan. Apa yang terjadi kemuadian tidak lain dari 
propaganda,rekayasa dan sandiwara tengah hari dari kelompok yang selama ini 
menjual nama Wali untuk bisa berpolitik dan menipu rakyat Aceh. Banyak dari 
bangsa Aceh yang tidak mengerti bahwa propaganda dan sandiwara dari kelompok 
tersebut telah dijalankan lebih sepuluh tahun, sejak beliau diserang stroke 
pertengahan 1997. 

Alahamdulillah, wali sudah sempat saweue gampong dan bangsa Aceh sudah melihat 
langsung kondisi beliau yang sebenarnya - jauh sekali dengan apa yang telah 
dipropaganda selama ini. Dan kami yakin bahwa bangsa kami telah mengerti dalam 
hal ini. Sedangkan sebagian anggota komite yang tinggal dekat dengan beliau, 
yang tau tentang keadaannya yang sebenar, sudah bertahun-tahun memberitahukan 
perkara ini kepada bangsa Aceh di nanggroe bahwa apa yang terjadi diluar selama 
ini, tidak dilibatkan wali, bukan kerjaan wali dan diluar pengetahuan beliau. 
Allah telah berjanji bahwa setiap yang bathil pasti akan hancur: Waqul jaa al 
haqqu wadhahaal baathil. Innal bathilaaka nazahuuqa.


Mungkin juga ada sebagian bangsa Aceh yang mengira bahwa dengan pulangnya Wali 
ke Aceh, apa lagi sudah sampai ke Batavia untuk dipertemukan dengan raja jin 
disana, maka perjuangan Aceh Merdeka sudah tammat riwayatnya. Perlu kami 
terangkan disini bahwa perjuangan kemerdekaan satu2 bangsa tidak akan tammat 
apapun yang terjadi keatas pemimpin bangsa tersebut. Apa lagi kita ketahui 
bahwa Tengku Hasan di Tiro tidak pernah menanda tangani satu surat menyerah 
dengan musuh. Jangan kan meneken surat menyerah, ke Helsinki pun beliau tidak 
hadir.


Sebuah contoh sejarah Aceh yang paling indah adalah, sejak jaman Belanda sampai 
sekarang, tidak ada seorang pemimpin besar bangsa Aceh yang pernah menyerah 
kepada musuh. Begitu di masa Belanda dahulu, demikian juga di masa DI, tahun 
limapuluhan, dan begitu juga dengan GAM akhir2 ini. Cut Nyak Dhien tidak pernah 
menyerah kepada Belanda, tetapi dikhiananti oleh orang2 dekat beliau, ketika 
matanya sudah kabur dan tidak bisa melihat orang2 sekelilingnya lagi; Abu 
Beureueh tidak menyerah ketika perjanjian Lamteh ditandatangani tahun 1957, 
tetapi beliau terpaksa turun gunung lima tahun kemudian, karena sudah 
dikhianati oleh orang2 yang beliau percayai; Wali Negara, Yang Mulia Tengku 
Hasan di Tiro, tidak pulang kampung setelah perjanjian Helsinki ditandatangani 
tahun 2005, tetapi telah dikhiananti oleh orang2 yang beliau percayai dan 
berhasil dibawa pulang tiga tahun setengah kemudian, ketika beliu tidak sanggup 
membela dirinya lagi dan tidak mampu mengutarakan
 pikiran nya lagi.

Kesimpulannya: Kejadian ke atas Wali Negara pada tanggal 11 oktober 2008, tidak 
berbeda dengan kejadian ke atas Cjut Nyak Dhien sewaktu dikhianti oleh Pang 
Laot.

Sejarah berulang terus dan perjuangan untuk menentukan nasib diri sendiri tetap 
bersambung, tidak ada pengaruhnya apa yang akan terjadi ke atas pemimpin bangsa 
tersebut. Bansa Islam Chechenia yang sudah 300 tahun melawan Rusia, dalam masa 
10 tahun belakangan ini, 4 presiden mereka telah syahid berturut-turut di medan 
perang: Presiden Dzhokar Dudayev, Zelimkhan Yandarbiyev, Aslan Maskhadov dan 
Abdul Khalim Sudalayev. Patah tumbuh hilang berganti, perjuangan mereka tidak 
pernah goyang. Begitulah yang akan terjadi di Aceh kelak, Insya Allah. 
 


#########################################################

"Udép geutanjoë hana juëm meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang 
ka geukeubah lé éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm 
meu-sikeuëh ! Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan! UREUENG-UREUENG LAGÈË LÔN 
1000 X ( SIRIBÈË GO ) LEUBÈH GOT MATÉ NIBAk DIDJADJAH LÉ DJAWA !!! Kheun Tgk 
Hasan di Tiro
http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ


##########################################################



      

Kirim email ke