Tulisan yang anda forward ini bukan saja sia-sia tapi juga terjejas bangsa 
Acheh - Sumatra yang berarti itu bathil disisi Allah
Kenapa tidak anda protes agar bendera Acheh yang haq dikibarkan? Kenapa kita 
yang mengaku Islam gak punya nyali, sementara West Papua yang minoritas 
Islamnya demikian tegas terhadap simerahputih sebagai lambang kemalangan bagi 
kita? Memang cocok sekali anda forward di milis acehkita tempat bersemayamnya 
orang-orang hipokrit. Apakah anda ingin bergabung dengan orang hipokrit?  
Andaikata anda mengira di tulisaan itu ada juga yang baik, berarti bercampur 
baur antara yang bhaq dan yang bathil, itulah jalan penipuan terhadap rakyat 
jelata, daging babi dipaket dengan label kambing.

(alasytar, Acheh - Sumatra)  




________________________________
From: Tarmizi Abdulghani <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]
Sent: Sunday, December 28, 2008 12:05:55 PM
Subject: [acehkita] Haba : WAA Peringati Empat tahun Tsunami






http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2131:empat-tahun-tsunami-aceh-kibarkan-bendera-setengah-tiang-rakyat-larut-dalam-doa-bersama&catid=42:nad&Itemid=112
 
Empat Tahun Tsunami, Aceh Kibarkan Bendera Setengah Tiang; Rakyat Larut dalam 
Doa Bersama 




Banda Aceh, (Analisa)

Dalam rangka mengenang dan memperingati empat tahun terjadinya bencana alam 
gempa bumi dan tsunami yang melanda sebagian besar wilayah Nanggroe Aceh 
Darussalam (NAD), warga di provinsi itu mengibarkan bendera Merah Putih 
setengah tiang di rumahnya masing-masing selama tiga hari mulai Jumat (26/12) 
hingga Minggu (28/12) mendatang.

Pengibaran bendera itu sesuai dengan instruksi Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf No. 
360/47081/2008 tanggal 17 Desember 2008. Seruan itu juga berlaku bagi semua 
instansi maupun kantor pemerintahan dan swasta, pemilik toko, dan fasilitas 
umum lainnya. Pemasangan bendera itu terlihat dimulai pukul 06.00 - 18.00 WIB.

Gempa bumi dan tsunami yang menghantam Aceh pada 26 Desember 2004 silam 
menyisakan luka mendalam bagi warga Aceh. Sekitar 300.000 rakyat Aceh meninggal 
dunia dan berbagai infratruktur hancur.

Sementara Kamis (25/12), juga digelar zikir akbar yang dipusatkan di Masjid 
Raya Baiturrahman Banda Aceh, yang dimulai seusai shalat Isya hingga pukul 
22.00 WIB. Zikir bersama itu dipimpin ustad Arifin Ilham, dan dihadiri ribuan 
masyarakat Aceh.

Suasana haru terlihat begitu kental dalam acara itu, karena sebagian jemaah tak 
kuasa menahan tangis mengenang peristiwa empat tahun silam yang telah merenggut 
keluarga dan saudaranya.

Sepanjang Jumat (26/12), rakyat Aceh larut dalam kesedihan. Doa dan zikir 
bersama digelar di masjid maupun meunasah (surau). Ribuan warga juga tampak 
memadati kuburan massal korban tsunami yang tersebar di sejumlah tempat seperti 
di kawasan Ulee Lheue Banda Aceh, Lambaro dan Lhoknga, Aceh Besar. Mereka 
berdoa kepada para keluarganya yang menjadi korban saat bencana tsunami.

Di lokasi kuburan massal Lambaro yang di dalamnya dikuburkan sekitar 50 ribu 
korban tsunami, zikir bersama dipimpin ulama Aceh Tgk Muhibuddin Waly yang 
diikuti ratusan warga termasuk pelajar sekolah menengah atas (SMA).

Dalam tausiahnya, ulama yang juga disapa Abuya itu mengingatkan warga agar 
tetap mengingat musibah yang merenggut hampir 300 ribu korban jiwa tersebut 
sebagai bentuk cobaan Allah SWT kepada umatnya.

Saat pembacaan doa bagi para korban, hampir seluruh peziarah tidak mampu 
menahan air mata mengingat keluarga mereka yang menjadi korban dalam musibah 
akhir Desember 2004 itu.

Salah seorang peziarah, Azhar Hanafiah (47) mengaku setiap 26 Desember ia 
ziarah ke makam massal tersebut untuk menghaturkan doa bagi anggota keluarganya 
yang turut menjadi korban gelombang tsunami.

“Saya ziarah dan berdoa untuk ibu, istri serta kedua anak saya yang menjadi 
korban tsunami. Hanya doa yang dapat saya berikan kepada mereka,” kata Azhar 
sambil menitikkan air mata.

Ia memilih ziarah ke makam massal di Lambaro karena berkeyakinan keluarganya 
dimakamkan di kuburan tersebut, namun terkadang Azhar yang merupakan warga 
Punge Kota Banda Aceh juga menyempatkan ziarah ke makam massal di Ulee Lheue.

Meulaboh

Sementara itu, peringatan puncak empat tahun bencana tsunami sendiri dipusatkan 
di Meulaboh, ibukota Kabupaten Aceh Barat. Dipilihnya Aceh Barat sebagai lokasi 
peringatan karena kabupaten tersebut merupakan salah satu daerah terparah 
terkena dampak tsunami.

Acara peringatan tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Kepala BRR 
NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto beserta ribuan warga dipusatkan di Ujong 
Kareung dan Masjid Agung Kota Meulaboh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. 
Peringatan diisi dengan sejumlah kegiatan di antaranya renungan, zikir, selawat 
badar, dan tausiyah.

Dari Bireuen dilaporkan, Ribuan warga Bireuen ikut berkabung memperingati empat 
tahun terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda hampir seluruh 
pesisir Aceh.

Selain ditandai dengan pengibaran bendera setengah tiang, sekitar 2.000 warga 
usai melaksanakan salat Jumat di Masjid Agung Bireuen kemarin, larut dalam doa 
bersama untuk para syuhada yang meninggal dalam tragedi besar itu.

Pelaksanaan doa bersama kemarin dipimpin Imam Besar Masjid Agung, Tgk H 
Muhammad Cot Tarum yang juga bertindak selaku khatib pada salat Jumat kemarin.

Dalam khutbahnya, Tgk Muhammad Cot Tarum meminta seluruh umat muslim untuk 
lebih mawas serta introspeksi diri memasuki tahun baru 2009 Masehi sekaligus 
tahun baru Islam 1430 Hijriah.

Kerangka Jenazah

Dari Lhokseumawe dilaporkan, Koalisi Masyarakat Peduli Korban Tsunami (Kompas), 
Jumat (26/12) mengusung kerangka jenazah ke Kantor Badan Rehabilitasi da 
Rekonstruksi Aceh–Nias (BRR) Wilayah II Lhokseumawe, karena ketidakpuasan 
terhadap kinerja badan tersebut.

Sekitar 200 orang yang tergabung ke dalam 15 lembaga tersebut, sebelum menuju 
ke Kantor BRR di Desa Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti, terlebih dahulu 
melakukan doa bersama di Lapangan Hiraq Lhokseumawe untuk arwah korban 
peristiwa tsunami tahun 2004 lalu.

Koordinator aksi, Alfian dari LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MATA), yang 
ditanya Analisa  mengatakan, aksi yang dilakukan belasan lembaga yang peduli 
terhadap kehidupan rakyat ini sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja BRR 
selama 3,5 tahun di Aceh.

Beberapa hari lalu kata Alfian, pihak BRR sudah menyerahkan aset kepada Pemkab 
Aceh Utara dan Pemko Lhokseumawe sebagai hasil kerja yang dilaksanakan selama 
3,5 tahun.

LSM MATA mengharapkan Pemko tidak harus menerima begitu saja penyerahan aset 
senilai Rp 27,4 miliar, tetapi Pemko harus membentuk tim verifikasi ke lapangan 
terhadap kebenaran aset yang diserahkan.

Menurut Alfian, penyerahan aset yang dilakukan BRR di seluruh Aceh, masih belum 
sesuai dengan kenyataan di lapangan, seperti di Desa  Baloi Kecamatan Blang 
Mangat, Lhokseumawe, dimana rumah belum dilengkapi MCK, lantai retak-retak 
serta 217 unit rumah di Desa Blang Crum  Kecamatan Muara Dua, belum terpasang 
listrik.

“Kinerja BRR dianggap gagal, karena masih banyak persoalan yang belum tuntas 
dilaksanakan, padahal kerja BRR akan berakhir April 2009,” kata Alfian.

WAA

Sementara itu, masyarakat Aceh yang tergabung World Acehnese Associatin (WAA) 
memiliki perwakilannya di Norwegia, 
Denmark, Amerika,  Kanada, Sudan (Afrika), Jerman, Abu Dhabi, Mesir, Australia, 
Skandinavia, dan Eropa, memperingati empat tahun tsunami yang dipusatkan di 
Norwegia.

Kordinator “Peuingat Peut Thoen Tsunami “  (Peringatan empat tahun tsunami), 
Tgk Abdul Kadir Hasaballah melaporkan acara puncak peringatan akan dilakukan 
Sabtu, (27/12) di  Bidelhus, Storhak, Stavanger Norwegia.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan peringatan empat tahun tsunami 
tersebut di antaranya doa bersama kepada arwah syuhada korban tsunami dan 
konflik oleh Tgk Ali Samalanga, serta sambut “haba peuingat” mengenang kembali 
tragedi tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 oleh Tgk Abdulkadir Hasballah.

“Peringatan tersebut juga diwarnai pertandingan melukis kejadian tsunami oleh 
anak-anak Aceh di Norwegia, serta melakukan kenduri,” ujar Tarmizi Age, Juru 
bicara WAA  dalam siaran persnya yang diterima Analisa melalui email, Jumat 
(26/12).

Pada kesempatan itu, WAA menyampaikan terimakasih kepada seluruh negara-negara 
di dunia, INGO, NGO, media dan person yang telah membantu meringankan beban 
rakyat Aceh sehingga hubungan yang baik ini akan terus terjalin.  WAA juga 
minta Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) di Aceh untuk memenuhi hak-hak 
korban yang belum terpenuhi. 

Karena sejauh ini masih banyak korban yang luput dari pendataan pihak yang 
berkewajiban, apa lagi pemenuhan hak-hak korban tsunami merupkan salah satu 
item dalam membangun perdamaian Aceh yang adil dan sejahtera.  “WAA terus 
mendukung tuntutan hak-hak para korban tsunami yang masih belum terpenuhi oleh 
BRR,” tegas Tarmizi Age 

Menurut WAA, BRR yang dibentuk sebagai salah satu badan atau jembatan 
pengaliran dana yang cukup banyak dari donatur internasional dan nasional untuk 
korban tsunami perlu menyelesaikan semua tanggungjawabnya di Aceh untuk 
mengembalikan para korban bisa hidup normal kembali sebagaimana layaknya. 
(mhd/hel/mar)
 
http://www.theglobejournal.com/detilberita.php?id=1332
 









Warga Aceh di Eropa Kenang Empat Tahun Tsunami 




Junaidi | The Globe Journal

Banda Aceh – Musibah tsunami yang telah memporak-porandakan Aceh dan merenggut 
200 ribu lebih nyawa masyarakat Aceh pada 26 Desember 2004, tidak hanya 
diperingati di Aceh, namun juga diluar negeri. World Acehnese Associatin (WAA), 
lembaga persatuan masyarakat Aceh di luar negeri yang memiliki perwakilan di  
Norwegia, Denmark, Amerika,  Kanada, Sudan ( Afrika ),  Jerman, Abu Dhabi, 
Mesir,  Australia,  Scandinavia dan  Eropa menjadikan musibah tsunami sebagai 
salah satu hari yang akan diperingati secara terus menerus. “Tragedi Tsunami 
pada 26 December 2004 sudah sepantasnya diperingati dan dikenang setiap 
tahunnya,” ujar ketua World Acehnese Associatin (WAA), Tarmizi Age dalam 
pernyataan tertulis kepada The Globe Journal, Jum’at (26/12).
 
Menurut Tarmizi, peringatan empat tahun tsunami World Acehnese Association 
memusatkan peringatan di Norwegia, “Namun di negara lain peringatan ini juga 
dilakukan dengan berbagai kegiatan tersendiri,” ujarnya.
 
Tarmizi menambahkan, WAA juga menyampaikan terimakasih kami kepada seluruh 
Negara-negara di dunia, INGO, NGO, Media dan person yang telah membantu 
meringankan beban rakyat Aceh dengan membangun kembali Aceh setelah diterjang 
tsunami dan mengharapkan agar hubungan yang baik yang telah terbina bisa terus 
berjalan.
 
Kordinator Acara keseluruhan dengan tema " Peuingat Peut Thoen Tsunami ", Tgk 
Abdul Kadir Hasaballah menyebutkan bahwa acara puncak peringatan akan di buka 
pada Sabtu (27/12) yang bertempat di  Bidel Hus, Storhak, Stavanger Norwegia. 
“Beberapa kegiatan yang akan dilakukan diantaranya, doa bersama kepada arwah 
syuhada korban tsunami dan korban konflik, menyampaikan ucapan " haba peuingat 
" mengenang kembali Tragedi Tsunami di Aceh dan pertandingan melukis kejadian 
tsunami oleh anak-anak Aceh di Norwegia,” sebut Abdul Kadir.[003]


Back 



  








 


 

 

 
  
  
  
  
http://www.modus.or.id/internasional/tsuna.html 

  
Jumat, 26/12/08 10:00 WIB

WAA PUSATKAN PERINGATAN 4 TAHUN TSUNAMI DI NORWEGIA 
Norwegia,(Modus.or.id). Pada 26 December 2008 adalah merupakan hari ulangtahun 
Tsunami yang ke 4 tahun. World Acehnese Associatin ( WAA ) yang lahir di 
Denmark pada 17 November 2007 dan kini telah memiliki perwakilannya di , 
Norwegia, Denmark, Amerika,  Kanada, Sudan ( Afrika ), Jerman, Abu Dhabi, 
Mesir,  Australia,  Scandinavia, dan  Eropa akan menjadi peringatan Tsunami ini 
sebagai salah satu hari penting untuk di peringati secara berterusan.
 
Tragedi Tsunami pada 26 december 2004 telah merenggut ratusan ribu jiwa rakyat 
aceh, ribuan orang terpaksa di rawat di rumah sakit, ratusan yang luka-luka, 
ribuan sarana ibadah rusak begitu juga dengan sarana pendidikan, ratusan sarana 
kesehatan dan kantor pemerintah yang tidak dapat berfungsi, ribuan km ( kilo 
meter ) jalan dan jembatan hancur kala itu.
 
Maka dengan itu World Acehnese Association ( WAA ) memusatkan peringatan 4 
tahun tsunami kali ini di Norwegia.Dan secara lebih kusus Peringatan tsunami 
kali ini turut di peringati oleh rakyat aceh di seluruh dunia tentunya dengan 
cara yang paling mudah bagi masing-masing. 
Kordinator Acara keseluruhan " Peuingat 4 Thoen Tsunami "   ( Peringatan 4 
tahun Tsunami ) Tgk Abdul Kadir Hasaballah melaporkan bahwa Acara puncak 
peringatan akan di buka pada jam 16.00, hari sabtu 27 december 2008 yang 
bertempat di  Bidel hus, Storhak, Stavanger.Norwegia, dengan 
Serangkaian acara telah di persiapkan yaitu doa bersama kepada arwah Syuhada 
Korban Tsunami dan konflik Oleh Tgk Ali Samalanga. Menyampaikan ucapan " haba 
peuingat " Mengenang kembali Tragedi Tsunami di Aceh pada 26 December 2004 oleh 
Tgk Abdulkadir Hasballah. Pertandingan melukis kejadian Tsunami oleh anak-anak 
Aceh di Norwegia di bawah 18 tahun .Acara makan ( Kanduri ) dan pembagian 
hadian. 
World Acehnese Association ( WAA ) menyampaikan terimakasih kami kepada seluruh 
Negara-negara di dunia, INGO, NGO, Media dan person yang telah membantu 
meringankan beban rakyat aceh sehingga hubungan yang baik ini akan terus 
terjalin. 
Karena rekontruksi dan rehabilitasi telah menjadi salah satu kewajiban yang 
disebut dalam perjanjian damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh 
Merdeka, maka kami minta Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi ( BRR ) di Aceh 
untuk memenuhi hak-hak korban yang belum terpenuhi. WAA merasa ada banyak 
korban yang luput dari pendataan pihak yang berkewajiban, apa lagi pemenuhan 
hak-hak korban Tsunami merupkan salah satu item dalam membangun perdamaian Aceh 
yang adil dan sejahtera. 
World Acehnese Association ( WAA ) juga akan terus mendukdung tuntutan hak-hak 
para korban Tsunami yang masih belum terpenuhi oleh BRR. BRR yang di bentuk 
sebagai salah satu badan atau jembatan pengaliran dana yang cukup banyak dari 
donator Internasional dan nasional untuk korban Tsunami perlu menyelesiakan 
semua tanggung jawabnya di Aceh untuk mengembalikan para korban bisa hidup 
normal kembali sebagaimana layaknya.(Red/Sumber : Tarmizi Age/World Acehnese 
Association ( WAA)).


Mukarram 
World Acehnese Association ( WAA )
     Ban sigom donja keu Aceh !

 
Sekretariat:

Molleparken 20,9690 Fjerritslev,Denmark,Mobile:0045 24897172 
[email protected]
www.waa-aceh.org



Tarmizi Age 
Formand for KMPD 
Europæiske Afdeling 
Mølleparken 20 
9690 Fjerritslev Denmark 
Mobile/HP : (+45) 24897172 
[email protected],
[email protected]
http://www.kmpd.or.id
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Yahoo! Groups Links




      

Kirim email ke