----- Original Message ----- 
From: "masriadi sambo" <[email protected]>
To: "milis flpaceh" <[email protected]>; "milis gemasastrin" 
<[email protected]>; "unimal info" <[email protected]>; "Milis 
UniversitasMalikussaleh" <[email protected]>; "Milis 
Sastra-Pembebasan" <[email protected]>; "Komunitas SINDO" 
<[email protected]>; "Milis InfoTjute" 
<[email protected]>; "Milis KAwan" 
<[email protected]>
Sent: Wednesday, December 31, 2008 5:15 AM
Subject: [pantau-komunitas] Dosen Unimal Luncurkan Buku


Dosen Unimal Luncurkan BukuJunaidi | The Globe Journal

Banda Aceh – Setelah sukses menerbitkan buka Aceh Dari Sultan Iskandar Muda
ke Helsinki, penerbit Bandar Publishing di Banda Aceh meluncurkan buku
dosen Universitas Malikusaleh Amrizal J.Prang berjudul, Aceh Dari
Konflik Ke Damai yang mengupas fenomena hukum di Aceh mulai dari masa
konflik hingga masa Aceh damai. "Hari ini kami meluncurkan buku Aceh
Dari Konflik Ke Damai, karya intelektual muda Aceh Amrizal J. Prang,
kami sangat bangga dapat menerbitkan karya intelektual muda Aceh, tugas
kami adalah merekam seluruh pemikiran dan peradaban Aceh," ujar Manager
Bandar Publishing, Lukman Emha, Selasa (30/12) di Banda Aceh saat
peluncuran buku tersebut yang dihadiri penyunting Mukhlisuddin Ilyas
dan jajaran redaksi.

Buku yang dibagi dalam dua bab tersebut
mengupas fenomena hukum pada era konflik dan fenomena hukum di era
damai. “Secara keseluruhan, buku Aceh Dari Konflik Ke Damai adalah
kritikan sosial tentang kondisi Aceh dalam perspektif hukum dan politik
antara Aceh dengan Jakarta,” sebut tokoh intelektual Aceh, Fuad
Marhatillah dalam pengantar buku tersebut yang diberi judul Republik
Paradoks; Ibarat Orang-orang Buta Meraba Gajah.

Menurut Fuad Mardhatillah, gambaran politik dan hukum yang digambarkan oleh 
Amrizal
J. Prang dalam relasi antara Aceh dengan Negara Republik Indonesia
merupakan suatu gambaran tentang banyaknya paradoks yang melahirkan
banyaknya kontroversi dan konflik dalam dunia politik dan hukum
Indonesia. “Di sini, antara keharusan akomodatif terhadap tuntutan
pluralitas warga bangsa berhadapan secara frontal dengan keinginan
unifikasi dalam artian sempit yang lebih menekankan perlunya kemutlakan
kekuasaan terpusat. Di mana hukum yang diproduksi pemerintah Pusat
lebih menjadi alat untuk terus dapat memelihara dominasi kekuasaan
pusat, tanpa kesediaan memadai untuk menghargai tuntutan pluralitas
dari masyarakat Aceh,” sebut Fuad Mardhatillah.

Oleh karena
itu, dalam konteks menjaga perdamaian yang kini telah berhasil
ditetaskan di Aceh, kiranya harus terus dijaga melalui strategi politik
dan hukum yang akomodatif terhadap hasrat etnisitas rakyat Aceh.
"Untuk itu, berbagai catatan kritis yang telah coba disuguhkan oleh
Amrizal J. Prang, hendaknya patut menjadi butir-butir perhatian dan
pertimbagan pemerintah Pusat, untuk kemudian secara bijak dan adil
dapat dilaksanakan dengan sepenuh hati," puji Fuad dalam pengantarnya.
[003]





------------------------------------

Yayasan Pantau bertujuan meningkatkan mutu jurnalisme berbahasa Melayu lewat 
pelatihan media dan penerbitan buku. Yahoo! Groups Links




------------------------------------

------------------------------------------------------------------
                       TIADA KATA SEINDAH `MERDEKA`
------------------------------------------------------------------
Ubahlah nasib bangsa kita, jangan jadikan anak cucu kita sebagai mangsa dari 
keterlambatan kita bertindak pada hari ini.

Mailing bebas => [email protected]
-untuk membuat posting kirimkan ke: [email protected]

**************************************************************
-Beritahu rakan anda untuk menyertai egroups ini dengan hanya menghantar email 
kosong ke: [email protected]
               : [email protected]
**************************************************************
FOR THE LATEST NEWS link to us: http://PPDi.cjb.net/
                          http://groups.yahoo.com/group/PPDi/messages

ALL ADVERTISERS THAT HAVE NOTHING TO DO WITH condemning indon WILL BE BANNED 
WITHOUT WARNING!!!Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/PPDi/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/PPDi/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke