Jawa Pos [ Selasa, 06 Januari 2009 ] Aceh Panas, Kantor Partai Lokal Dibakar
KUTACANE - Pemilu masih tiga bulan lagi. Tapi, situasi politik di Aceh sudah panas. Sejumlah baliho dan kantor partai lokal (parlok) kemarin dibakar orang tak dikenal. Nanggroe Aceh Darussalam yang menjadi satu-satunya wilayah otonomi khusus di Indonesia diperbolehkan mendirikan partai lokal. Parlok yang mendapat teror itu dalah Partai Rakyat Aceh (PRA) dan Partai Aceh. Yang paling nahas Partai Aceh, yang dua kantornya hangus terbakar. Sementara PRA harus kehilangan baliho para calegnya akibat ulah orang tak bertanggung jawab. Semua aksi tersebut berlangsung di Kabupaten Aceh Tenggara. Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Jawa Pos Group) di lapangan, baliho PRA yang terpasang dengan megahnya di simpang perapat hilir Kutacane hanya tinggal bingkai. Tidak banyak yang dapat dijadikan petunjuk oleh aparat kepolisian untuk mengusut kasus itu. Juga tak ada saksi yang mengetahui pembakaran tersebut. Ketua PRA Aceh Tenggara Drs Bahrum yang terlihat di lokasi pembakaran baliho hanya senyum seraya berkata, ''Ini adalah bagian dari perjuangan. Kita harus menyakinkan masyarakat bahwa kita berjuang untuk masyarakat,'' katanya. Sebelumnya, PRA juga pernah mendapat teror dengan perusakan mobil Bahrum. Hingga saat ini belum ada tersangka yang dicurigai serta masih dalam penyelidikan aparat. ''Saat ini kasus pembakaran baliho sedang dalam lidik. Tak ada saksi yang melihat kejadian itu, bahkan tidak ada petunjuk yang didapat di TKP tentang siapa yang melakukan pembakaran tersebut,'' kata Kaur Bin Ops Polres Aceh Tenggara Aiptu Zul Efendi. Sedangkan dua kantor sagoe (kecamatan) PA (Partai Aceh) dibakar pada pukul 03.40. Kedua kantor itu di Kecamatan Badar dan Kecamatan Lawe Sumur. Untung, pemilik rumah yang dijadikan kantor tersebut segera terjaga dan meminta tolong kepada warga. Api dapat dipadamkan warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya dinding rumah terlihat menghitam karena terkena jilatan api. Menurut informasi yang dihimpun Metro Aceh, teror bakar itu menggunakan botol Aqua yang diisi dengan bensin dan sumbu. Sumbu dibakar, lantas dilemparkan. Sementara itu, bendera Partai Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) yang berkantor di Jalan Syiah Utama, Kecamatan Bandar, hilang dibawa orang tak dikenal (OTK), Sabtu kemarin, sekitar pukul 01.00 WIB. Sebelumnya, Jumat sekitar pukul 24.00 WIB, 10 lembar bendera masih berdiri dan berkibar di depan kantornya. Anggota Partai SIRA Kecamatan Bandar Bener Meriah, Muhammad Yunus, kepada koran ini mengatakan, hilangnya bendera itu diketahui seorang penjaga kantor. (jpnn)
