Suara Merdeka

25/01/2009 23:53 wib - Nasional Aktual


Air Bah Terjang Aceh Besar 



Aceh Besar, CyberNews. Ribuan warga di beberapa desa dalam Kecamatan Masjid 
Raya, Kabupaten Aceh Besar, menyatakan sempat panik saat air bah itu menerjang 
pemukiman mereka pada Sabtu (24/1) malam, namun tidak ada korban jiwa.

"Kami terus berlarian tanpa berpikir menyelamatkan harta benda dan langsung 
mencari tempat tinggi ketika banjir luapan tiba-tiba menerjang pemukiman kami," 
kata Halimah, warga Desa Geulumpang, Masjid Raya saat ditemui di rumahnya, 
Minggu (25/1).

Saat kejadian itu, hujan deras memang sedang mengguyur sejak petang hari 
terutama di kawasan pegunungan Seulawah (Aceh Besar). Enam desa di Kecamatan 
Masjid Raya yang diterjang banjir bandang antara lain Geulumpang, Ruyoung dan 
Merandeh.

"Sebelumnya kami tidak menyangka jika air sungai yang melimpah itu terus 
meninggi dan menerjang masuk dalam rumah. Saya baru kaget ketika merasakan air 
terus meninggi dan langsung berlarian ke arah bukit bersama anggota keluarga 
lainnya," kata dia.

Halimah mengaku barang-barang dapur dan perabotannya rusak diterjang banjir 
sekitar pukul 20.00 WIB tersebut. "Barang-barang seperti piring dan gelas serta 
perabotan rusak parah diterjang banjir bandang," kata dia.

Banjir bandang akibat meluapnya sungai yang menjorok ke laut itu hanya 
berlangsung sekitar 120 menit, dengan ketinggian air merendam pemukiman 
penduduk antara 50 sentimeter sampai 1,5 meter. Ismiati, warga lainnya juga 
menyatakan meski hanya hitungan dua jam merendam pemukiman penduduk, namun 
banjir bandang itu merupakan terburuk dalam beberapa tahun terakhir setelah 
peristiwa sama pada 2000.

Kapolsek Krueng Raya, AKP Dedy Tabrani, membenarkan masyarakat sempat panik 
saat banjir bandang itu merendam pemukiman mereka pada Sabtu (24/1) malam. 
"Kita bersama aparat desa langsung melakukan patroli dan imbauan kepada 
masyarakat untuk tetap waspada. Saat itu, ada ratusan masyarakat terutama di 
lokasa rawan rendaman yang mengungsi ke daratan lebih tinggi," kata dia.

Setelah berkoordinasi dengan Kapoltabes Banda Aceh, aparat kepolisian Polsek 
Krueng Raya melakukan pengamanan pemukiman, khususnya yang telah ditinggalkan 
warga untuk mengungsi. "Kami mengantisipasi jangan sampai ada pihak yang 
mengambil kesempatan untuk melakukan kejahatan, misalnya pencurian di rumah 
yang telah ditinggalkan warga mengungsi," tambahnya.

Anggota DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil, mengimbau masyarakat yang berada di 
daerah rawan banjir untuk tetap waspada. Namun, Pemerintah dari tingkat 
provinsi sampai ke desa harus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait 
dengan bencana alam.

"Itu penting agar masyarakat mengetahui bagaiamana mengantisipasi jika terjadi 
banjir dan ranah longsor sehingga bisa menekan korban jiwa maupun harta," 
katanya saat berdialog dengan korban banjir di Aceh Besar itu. 

(Ant /CN05)

Kirim email ke