Jawa Pos Sabtu, 24 Januari 2009 ]
Aceh Masih Membara Perdamaian di Aceh yang tertuang dalam MoU Helsinki antara pemerintah dan GAM sebenarnya sudah dirasakan. Namun, MoU itu sepertinya belum cukup. Buktinya, masih ada kekerasan di bumi Aceh. Misalnya, perusakan atribut partai dan baliho oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebelumnya, salah satu kantor partai lokal (Partai Aceh) dilempari granat. Itu dilakukan orang-orang yang tidak senang dengan kondisi Aceh yang kondusif. Terkesan, tindakan teror tersebut sengaja diembuskan karena pemilu tinggal menghitung hari. Teror dan kekerasan yang membuat rakyat Aceh selalu dihantui rasa takut terus berlanjut. Sampai kapan kondisi seperti itu terus berjalan? Nuamin I.B., Swadaya IV, Cimanggis, Depok, (E-mail: [email protected])
