Cendrawaih Pos 9 Februari 2009
Aksi Demo di KPUD Merauke, Ricuh MERAUKE-Aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Kantor KPUD Merauke, Jumat (6/2), kemarin, berakhir ricuh. Aksi demo tersebut menuntut pembatalan hasil penghitungan Pemilu dibatalkan, karena menurut para pendemo, banyak diwarnai kecurangan. Aksi demo yang berlangsung sekitar pukul 09.00 WIT tersebut, awalnya berlangsung damai. Namun, lama kelamaan suasana semakin memanas seiring dengan bertambahnya jumlah pendemo yang mendatangi Kantor KPUD Merauke. saat demo baru dimulai, tampak tim negosiator dari Polres Merauke meminta para pendemo untuk melakukan aksinya secara damai dan tidak melakukan gerakan anarkis. Saat negosiasi itu berlangsung, satuan dari Dalmas langsung diturunkan untuk melakukan pengamanan dengan berjaga-jaga di sekitar Kantor KPUD Merauke membentuk formasi sesuai protap agar para pendemo tidak sampai masuk ke dalam ruangan Kantor KPUD mengganggu kegiatan KPU. Namun, situasi terlihat mulai memanas saat aksi dorong mendorong antara pendemo dengan petugas kepolisian di depan pintu masuk Kantor KPUD Merauke. Para pendemo berusaha masuk ke dalam kantor KPU. Aksi dorong mendorong tersebut tidak berlangsung lama, para pendemo terlihat semakin anarkis dengan melempar ke arah petugas dengan menggunakan botol kemasan air mineral. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali itu, Polres Merauke terpaksa menurunkan 1 pleton Brimob dan berhasil menghalau para pendemo tersebut. Para pendemo juga terlihat berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing dan akhirnya kantor KPUD dapat dikuasai oleh aparat keamanan. Aksi tersebut di atas hanyalah sebuah simulasi yang dilakukan oleh Polres Merauke yang berlangsung di halaman Mapolres Merauke dalam rangka pengamanan dan antisipasi kemungkinan terjadinya unjuk rasa di Kantor KPUD Merauke terkait Pemilu 2009. Kapolres Merauke AKBP Hadi Ramdani, SH, didampingi Kabag Ops Kompol Andhika Wiratama, SIK, seusai simulasi tersebut mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan untuk memberi gambaran kepada anggotanya kemungkinan situasi yang akan terjadi terkait Pemilu tersebut dan bagaimana penanganan yang harus dilakukan untuk mengamankan aksi unjuk rasa itu. Selain simulasi tersebut, juga dilakukan simulasi pemungutan suara dan pengamanan di TPS.
<<lintas.jpg>>
