http://www.antara.co.id:80/arc/2009/2/12/titik-semburan-gas-di-aceh-bertambah/

12/02/09 19:35

Titik Semburan Gas di Aceh Bertambah


Aceh Barat (ANTARA News) - Titik semburan gas bercampur lumpur di desa Suak 
Raya Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Nangroe Aceh Darussalam, 
dilaporkan terus bertambah dan menjalar ke rumah warga sekitarnya.

"Semula hanya tiga titik besar yang mengeluarkan lumpur, namun sejak tadi pagi 
bertambah lagi hingga menyebar di pekarangan rumah milik efendi," kata Zulfikar 
(52), seorang warga di Meulaboh, Kamis.

Ratusan warga Aceh Barat dikejutkan dengan semburan lumpur yang bercampur gas 
sejak Rabu (11/2) sekira pukul 16.00 WIB ketika pekerja sumur bor memasang pipa 
yang ke lima di samping rumah Basyiron dan Zulfikar.

Semburan lumpur dengan ketinggian enam meter yang disertai bau menyengat 
tersebut mengakibatkan empat Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ketempat 
yang lebih aman untuk menghindari semburan.

Zulfikar mengatakan, semburan lumpur sudah berhenti sejak Rabu malam, namun 
letupan lumpur bau gas masih terjadi di dalam lubang bekas galian sumur bor 
itu. Bahkan lantai dapur dan ruangan di rumahnya menjadi lembab dan dingin.

Didampingi istrinya, Thuarini (44) mengharapkan pihak tekait segera melakukan 
penelitian untuk mengatisipasi kemungkinan yang tidak diharapkan. Saat ini 
mereka belum barani tinggal di rumah, apalagi memasak di dalam rumah itu, 
katanya.

Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Mineral (SDM) pada Dinas Pertambangan dan 
Energi Kabupaten Aceh Selatan, Harun Rasyid mengatakan, sembulan gas bercampur 
lumpur di desa Suak Raya tersebut tidak membahayakan.

"Gas yang keluar di lokasi sumur bor itu hanya gas metan bukan natural gas. 
Selama ini keberadaan gas metan di desa itu belum terdeteksi oleh kami," kata 
Harun Rasyid.

Menurutnya, semburan lumpur hanya terjadi beberapa saat dan akan reda dengan 
sendirinya apabila lubang sumur itu tidak ditutup serta dibuat parit pembuangan 
bila lumpur yang disemburkan terlalu banyak.

"Semburan lumpurnya sudah berhenti sejak tadi malam, namun bau gasnya masih 
menyengat di lokasi itu," katanya seraya mengimbau warga untuk tetap 
meningkatkan kewaspadaan. 

Pantauan ANTARA di lokasi yang berjarak sekitar lima kilometer arah barat kota 
Meulaboh itu, ratusan masyarakat masih mendatangi tempat semburan gas bercampur 
lumpur tersebut bahkan pihak keamanan telah memasang garis polisi.
(*)

Kirim email ke