----- Original Message ----- 
From: Benedictus Dwiagus Stepantoro 
To: [email protected] 
Sent: Monday, March 02, 2009 10:05 AM
Subject: [mediacare] TAMBAK DI ACEH UTARA: BUTUH PROGRAM MANGROVE




Dear Rekans YSH


Dalam rangkaian sebuah kegiatan evaluasi proyek-proyek GTZ di Aceh, saya 
berkesempatan mewawancarai seorang ketua kelompok nelayan dan petambak. Namanya 
Pak Cut Muhammad. Beliau adalah seorang ketua salah satu kelompok nelayan dan 
petambak di Kabupaten Aceh Utara. Beliau membantu menjalankan program 
rehabilitasi tambak yang  didukung oleh GTZ, dan juga oleh BRR, dan berbagai 
organisasi bantuan lainnya. 

Sebenarnya proyek rehabilitasi tambak ini sangat strategis mengingat untuk 
masyarakat pesisir, menjadi petani tambak adalah inti kehidupan mereka, selain 
menjadi nelayan. Maka, ketika tambak-tambak mereka diluluh lantakkan oleh 
gelombang tsunami, maka hanyut lenyap pula kehidupan mereka. Untuk itu, 
merehabilitasi tambak-tambak mereka adalah sebuah keharusan kalau memang ingin 
mereka  kembali pulih secara ekonomi dan juga sosial. 

Tapi seperti biasa, masih ada yang kurang lengkap dalam program rehabilitasi 
ini. Rupanya ada komponen yang lupa tertinggal yaitu memulihkan pula fungsi 
hutan mangrove. Sebelum tsunami, tanaman-tanaman mangrove turut menjaga fungsi 
tambak, terutama dengan menjaga kedalaman kanal-kanal yang menjadi saluran 
mengisi tambak-tambak dengan air yang dialirkan dari laut.  Tanaman-tanaman 
mangrove ini menjaga dinding-dinding kanal dari serangan erosi, sehingga 
kanal-kanal tidak mendangkal, dan mengurangi kestabilan jumlah air yangmasuk ke 
tambak. Tanaman mangrove yang tumbuh di sisi-sisi tambak juga menjaga 
dinding-dinding tambak dari erosi dan longsoran, terutama kalau musim hujan.  
Dan semua hutan mangrove,hancur lebur dihantam tsunami waktu itu. Sekarang 
tanaman mangrove itu hampir tidak tersisa di kawasan tambak ini. 

Sayangnya, komponen program mangrove tidak dipersiapkan untuk daerah tambak 
ini. Sementara GTZ sudah sedang phasing-out meninggalkan Aceh. Mungkin ada 
sebagian di daerah lain, tapi daerah rehabilitasi tambak di Kecamatan 
Syamtalira Bayu, kabupaten Aceh Utara  ini sepertinya tidak  tersentuh oleh 
program mangrove, yang justru membahayakan keberlanjutan fungsi ekonomi tambak 
ini. Sebenarnya Pak Cut Muhammad sudah mencoba mendekati beberapa lembaga, tapi 
sayangnya kebetulan saja, lembaga-lembaga tersebut tidak menjadikan daerah ini 
sebagai area program mereka. Sementara, pemerintah kabupaten masih belum 
memberikan perhatian dan kontribusi penuh. 

Sebenarnya bisa saja masyarakat petani ini berswadaya membuat program mangrove 
serta melakukan rehabilitasi hutan mangrove dengan sumber daya mereka sendiri. 
Namun mungkin mereka belum tau mau bagaimana melakukannya, atau perlu pancingan 
dari pihak luar.  Sementara, tanda-tanda terjadinya pendangkalan kanal-kanal 
ini sudah terlihat. Tapi para petani tambak itu mungkin belum tahu bagaimana 
mulai melakukan sesuatu. 

Barangkali ada teman-teman yang bisa bantu? Bisa kontak saya saja, nanti saya 
kasih nomor kontak  Pak Cut Muhammad, biar langsung menghubungi beliau. 
Saya harap, ada yang mau serius dan segera membantu mereka.

Foto-fotonya  ada di sini: 
http://bdwiagus.blogspot.com/2009/03/tambak-di-aceh-utara-butuh-program.html


Best Regards,

Benedictus Dwiagus S.
http://bdwiagus.blogspot.com
http://bdwiagus.multiply.com 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to 
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

:::... Indo-MONEV ...:::
Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People anywhere 
in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to the work on 
monitoring and evaluation and other related development issues including 
development aid works, particularly in Indonesia.
Join in by sending an email to:  [email protected] 
Find also Indo-MONEV in facebook: 
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 


Kirim email ke