----- Original Message -----
From: jam gadang
To: GWG ; [email protected] ; [email protected] ;
[email protected] ; [email protected] ;
[email protected] ; [email protected] ;
[email protected] ; [email protected]
Cc: [email protected] ; Ninuk Mardiana Pambudi ; [email protected] ;
Institut Pelangi Perempuan
Sent: Wednesday, March 11, 2009 3:56 PM
Subject: [SPAM] [mediacare] Waria Banda Aceh Ikut Hari Hari Perempuan
International
Keterangan Gambar :
Banda Aceh,090309-WARIA: Sejumlah waria yang bekerja disalon se kota
Banda Aceh, berpose saat dibidik puluhan photografer dikawasan Simpang Lima,
Banda Aceh, 9 Maret 2009 dinihari. Waria itu tergabung dalam Gender Working
Group (GWG) Aceh, memperingati hari perempuan se dunia. ACEHIMAGE/AK. Jailani.
http://www.acehimage.com/index.php
Berita ini akan menjadi sejarah baru di Aceh. Terlepas dari pro dan
kontra dan kualitas berita yang masih menempatkan waria Streotipe bagi waria.
Tapi ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Bahwa mereka (waria) itu adalah
manusia. Dan asli berasal dari Aceh. Lahir dan besar di bumi tanah rencong.
Keberadaan waria sudah ada sebelum bencana Tsunami terjadi. Bahkan waria sudah
ada sebelum Islam masuk di bumi Aceh.
Tapi sayangnya setelah penerapan formalisasi syariat islam di bumi Aceh.
Waria adalah salah satu kelompok yang selalu dirugikan dalam penerapannya itu.
Selain kelompok perempuan juga yang mendapatkan dampak dari syariat islam.
Misalnya adanya larangan salon untuk memotong rambut yang bukan muhrimnya. Ini
yang terjadi di kota Banda Aceh (Surat Edaran Walikota Banda Aceh). Padahal
bekerja adalah hak setiap orang yang sudah diatur dalam UUD 45. Dan juga
merupakan perintah ajaran Islam.
Waria hanya ditempatkan pada ruang - ruang non formal saja, misalnya
salon. Padahal waria juga mempunyai keahlian lain. Tapi ruang kerjanya ditutup
aksesnya oleh negara dan masyarakat yang phobia.
Hari ini tanggal 8 Maret 2009 di Banda Aceh. Melalui Gender Working
Groups (GWG) dan teman - teman LSM Violet Greey, teman - teman waria ikut
berperan dalam peringatan hari Perempuan International. Ada banyak hal
pembelajaran bersama dari keterlibatan itu. Baik dari wariamya sendiri maupun
masyarakat khususnya para aktivis perempuan dan HAM.
Ini menjadi sebuah proses untuk dapat menghargai perbedaan dalam hal
apapun. Karena itu adalah bagian dari rahmat Allah SWT. Mudah2an ini menjadi
angin segar bagi gerakan HAM di Aceh untuk menjadi lebih baik.
Wasalam
Toyo
http://gerakan-gay.blogspot.com
[email protected]
--------------------------------------------------------------------------------
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online