Kepada sdr/sdri PENTANA PB dan para sahabat-sahabat

  dan para sahabat-sahabat Penyokong-penyokong Perjuangan

  Kemerdekaan Tanahair PB/Melanesia Barat.

 

  Peristiwa-peristia/kejadian di Pegunungan Bintang-Bintang (the

  Star Mountains) alias "Puncak Jaya," (Puncak Glorious/Puncak 

  Megah); Puncak Megah, megah untuk Indonesia dan bukan un-

  tuk rakyat PB pemilik tanah/buminya? OPM-OIIO LN (Europah,

  Malmö-Sweden) sangat  mencurigai tentang peristiwa-peristi-

  wa/kejadian tersebut; mungkin sekali rentetan peristiwa-peris-

  tiwa/kejadian di dlm daerah ini; OPM-OIIO, menduga sebagai 

  suatu perubahan pergantian "strategi" dan "taktik" perang yang

  telah di organized secara sistematis di dlm/di intern tubuh TNI/

  ABRI sendiri dan menimbulkan berbagai peristiwa kejadian ini di

  Pegunungan Bintang-Bintang (the Star Mountains); supaya ala-

  san-alasan peristiwa kejadian ini dipakai sebagai dasarnya yang

  kuat "mislead/misled" mata masyarakat dunia international dan

  mendatangkan lebih banyak tenaga-tenaga bantuan militer/TNI-

  ABRI (dlm jumlah besar/divisi) ke Papua Barat dgn dua tujuan ini

  yaitu: (1) Guna usaha mengkikis sampai keakar-akarnya semua

  orang-orang PB (laki-laki,perempuan) yang anti-Pemerintah kolo-

  nial RI di PB khususnya di Pegungan Bintang-Bintang (the Star

  Mountains); (2) Untuk melindungi dan mengawasinya dgn ketaat

  keamanan (sekjuriti) pada saat PUI (Pemilihan Umum Indonesia)

  khusus di Daerah Papua Barat.

 

  OPM/OIIO atas nama seluruh Pejuang-Pejuang Kemerdekaan Na-

  sionalist PB di mana saja mereka berada ; menentang dan meno-

  lak dgn keras semua nama-nama asli/original di PB dirubah dan

  diganti namanya misalnya; Puncak Jaya, Irian Jaya (Irian Glorio-

  us/Irian Megah);Jayapura, Abepura, dan lain-sebagainya; kami 

  orang/bangsa Papua asli/original yang ada menduduki dan men-

  guasai "the former Dutch/Netherlands New Guinea" menolak dgn

  keras semua simbol-simbol perjuangan politik Pemerintah kolonial 

  RI di PB;sebab perubah dan pergantian nama-nama asli ini dibuat-

  kan/di kerjakan secara seenaknya saja oleh para pendatang di

  luar ketatahun semua orang PB pemilik tanah/buminya; insyah 

  Allah.

 

  

  OPM-OIIO Malmö-Sweden.

 

 

 


 


To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Tue, 17 Mar 2009 01:55:12 -0800
Subject: KOMUNITAS PAPUA TNI Tingkatkan Patroli di Puncak Jaya







TNI Tingkatkan Patroli di Puncak Jaya
Selasa, 17 Maret 2009 - 09:09 wib


 TEXT SIZE :     

 
Novi Muharrami - Okezone 




JAKARTA - Penembakan terhadap Pratu Saiful Yusuf di Puncak Senyum, Puncak Jaya, 
Papua masih terus diburu. Kapuspen Mabes TNI Marsekal Pertama Sagom Tamboen 
mengatakan, aparat gabungan dari TNI-Polri masih mencari tahu siapa pelaku yang 
diduga merupakan pihak dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

"Mencari pelaku itu tidak mudah. Pihak TNI-Polri saat ini mencari tahu 
pelakunya. Kalau pelaku OPM masih bersembunyi, kita memerlukan koordinasi 
bersama dari pihak keamanan," kata dia saat dihubungi okezone, Selasa 
(17/3/2009).

Hingga sore kemarin, pihak TNI belum mendapatkan pelaku penembakan terhadap 
Pratu Saiful yang tertembak pada 14 Maret lalu.

"Saat ini kita meningkatkan kewaspadaan, supaya tidak ada lagi hal-hal yang 
merugikan," ungkap Sagom.

Peristiwa penembakan berawal saat anggota Pos TNI Yonif 754/ENK Tingginambut di 
bawah pimpinan Danpos, Lettu Dedi Risdianto berpatroli.

Saat melakukan patroli sekira pukul 13.30 WITA Sabtu 14 Maret, anggota TNI 
ditembaki oleh kelompok sipil bersenjata. Salah seorang prajurit yakni Pratu 
Saiful Yusuf tertembak tepat di bagian kepala tembus ke belakang.

Anggota pos sontak memberikan tembakan balasan setelah melihat rekan mereka 
terkapar akibat tembusan peluru yang bersarang di kepalanya. Danpos, Lettu Dedi 
Risdianto mengontak Pos Polisi Tingginambut untuk meminta bantuan pertahanan 
kekuatan, serta mengevakuasi jenazah Pratu Saiful Yusuf.

Dalam kontak senjata tersebut, Dantimsus 753/AVT, Letda Inf. Handoyo dan 
anggotanya datang membantu mengevakuasi jenazah sekaligus membantu pertahanan. 

Diduga, kelompok sipil bersenjata itu merupakan kelompok separatis bersenjata 
(TPN/OPM) di wilayah Puncak Jaya, Papua. Sebelumnya, dua warga sipil tewas 
tertembak. (nov)




_________________________________________________________________
News, entertainment and everything you care about at Live.com. Get it now!
http://www.live.com/getstarted.aspx

Kirim email ke