http://www.radartimika.com/index.php?mod=article&cat=Utama&article=17115
Selasa, 17/03/2009 | 02:01 (GMT+9) Kejar Satu OPM, Polda Siapkan Hadiah Rp10 Juta Pratu Yusuf Saiful Dimakamkan JAYAPURA - Polda Papua menindaklanjuti aksi TPN/OPM pimpinan GT yang meningkatkan sejak awal Januari 2009, hingga menembak Pratu Siaful Yusuf pada Sabtu (14/3) lalu. Salah satunya mencari 10 orang pelaku penembak dua tukang ojek dan penumpangnya pada 10 Maret lalu dengan iming-iming hadiah Rp10 juta bila menemukan satu diantaranya. Selain mengirimkan tim penyidik dari Reskrim Polda Papua untuk melakukan penyelidikan, juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terhadap penanganan kasus penembakan terhadap dua tukang ojek hingga tewas dan dua penumpangnya di Kali Semen, Puncak Senyum, Distrik Mulia, Puncak Jaya, 10 Maret lalu. Plh Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP Nurhabri mengatakan dari olah TKP, polisi menemukan empat selonsong peluru yang diperkirakan dimuntahkan dari senjata milik TPN/OPM. Satu selonsong peluru diketahui jenis AK 47, satu selongsong peluru SS1 dan dua selonsong peluru moser. "Masih ada penemuan tiga selonsong peluru lagi di TKP, namun saya belum mendapatkan laporan dari Puncak Jaya jenis pelurunya tersebut. Yang jelas, peluru tersebut dimuntahkan dari senjata milik TPN/OPM dari hasil rampasan," ungkap Nurhabri kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/3). Terkait penembakan terhadap Pratu Saiful, Plh Kabid Humas mengungkapkan polisi masih melakukan pencarian. Nurhabri mengatakan pelaku penyerangan dan penembakan terhadap anggota Yonif 745 saat berpatroli di Gurage tersebut, diperkirakan berjumlah 10 orang. Polda Papua telah menyebarkan 10 orang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) di Puncak Jaya dalam kunjungan Kapolda Papua beberapa hari lalu. Jika ada yang menemukan salah satu diantara 10 orang tersebut, akan diberi hadiah sebesar Rp 10 juta. Pratu Yusuf Saiful Dimakamkan Sementara dari Ambon dilaporkan jasad almarhum Pratu Yusuf Saiful, anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 754/Eme Neme Kangasi (ENK) Kodam XVII/Cendrawasih yang tewas dalam kontak senjata di Ketinggian Monia, Papua, kemarin (16/3) dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kapahaha Ambon. Proses pemakaman dilakukan dalam bentuk upacara penghormatan terakhir dan dipimpin Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI M Noer Muis. Turut hadir, Wakil Gubernur Ir Said Assagaff, Kapolda Brigjen Pol Drs Totoy Herawan Indra, Danlantamal Marsma TNI Sudarsono serta prajurit TNI/Polri dan ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana. Suasana duka sangat terasa dikalangan keluarga almarhum. Meski demikian kedua orang tua almarhum Andi Yusup Limpo dan Ny. Fatma Yusup tetap tabah. Isak tangis keluarga mengantar jenazah korban saat prajurit Denkav 5/BLC menurunkan jenazah ke liang lahat diiringi tembakan salvo. Usai prosesi pemakaman, Pangdam memberikan Bendera Merah Putih yang digunakan menutup peti mati kepada kedua orang tua almarhum dan dilanjutkan dengan penyampaian ucapan belasungkawa oleh para pejabat yang menghadiri proses pemakaman. Pangdam kepada wartawan mengatakan, sebagai prajurit yang gugur dalam usaha mempertahankan kedaulatan NKRI, Pratu Saiful pantas untuk diberi tempat yang layak di TMP Kapahaha. ''Anggota TNI, Polri dan para pejuang yang mempunyai jasa besar bagi bangsa ini, termasuk almarhum memiliki hak untuk dimakamkan di tempat ini (TMP, red),'' tegas Pangdam. Terkait dengan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum, Pangdam mengatakan semuanya diserahkan pada kesatuannya di Kodam XVII/Cenderawasih. ''Untuk ketentuan tersebut akan diproses di Kodam XVII/Cenderawasih. Kita menindaklanjuti proses pemakaman almarhum yang berasal dari Maluku,'' kata jenderal dengan dua bintang di pundak ini. Almarhum tewas di ketinggian Monia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua saat terlibat kontak senjata dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sabtu (14/3) lalu. Pratu Saiful adalah anggota Yonif 754/ENK yang bertugas di Pos Penjagaan Gurage, Distrik Mulia. Dia menjabat wakil komandan regu 1, Pleton III, Kipan D Yonif 754 yang bertugas sebagai Satgas Rajawali sejak November 2008.(ae/bat/jpnn)
