http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=26051

24 Maret 2009 09:37:28



OPM Berulah Lagi, 1 TNI Tertembak



Pangdam: Ini Merupakan Pelanggaran HAM 


JAYAPURA- Disaat perhatian masyarakat Papua, tertujuh kepada kedatangan 
pencetus Organisasi Papua Merdeka (OPM), Nicholas Jouwe ke Jayapura , Kota 
tempat kelahirannya, maka di waktu yang hampir bersamaan dari Puncak Jaya 
dilaporkan kelompok separatis bersenjata TPN/OPM di sana, justru kembali 
berulah.


Jika sebelumnya, satu anggota TNI bernama Pratu Saiful Yusuf tewas setelah 
diterjang peluru dari anggota OPM saat melakukan kegiatan patroli di daerah 
Tingginambut, Puncak Jaya, maka Senin (23/3) sekitar pukul 05.00 WIT kelompok 
separatis bersenjata yang diduga kelompoknya Goliat Tabuni kembali menembak 
satu anggota TNI dari Yonif 754 Timika bernama Pratu Ahmad. 
Dalam peristiwa ini, korban kondisinya kritis dan saat ini sedang menjalani 
perawatan intensif di RS Marthen Indey Jayapura. Dari data yang diperoleh 
Cenderawasih Pos, korban mengalami luka tembak di bagian dada tembus perut 
samping kiri serta lengan atas. 
Korban merupakan anggota Yonif 754 yang baru saja mengalami pergeseran pasukan 
(Serpas) dari Timika untuk membantu keamanan jelang Pemilu. 


Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI A.Y Nasution mengungkapkan, korban 
tertembak anggota OPM pimpinan Goliat Tabuni saat melakukan patroli pasca 
peristiwa tertembaknya Pratu Saiful Yusuf empat hari lalu. " Yang perlu diingat 
TNI adalah ksatria pelindung rakyat. Jadi tugas TNI adalah melindungi rakyat. 
Kalaupun dalam menjalankan tugas melindungi rakyat itu ada anggota TNI yang 
tertembak, itu sudah menjadi risiko," ujar Pangdam kepada wartawan usai 
menjengkuk korban di kamar bedan RS Marthen Indey, Senin (23/3) kemarin.


Dikatakan, perbuatan yang dilakukan OPM itu sudah merupakan pelanggaran HAM 
berat. Sebab, selain menembaki anggota TNI yang sedang bertugas, mereka juga 
menembaki warga sipil hingga tewas. Karena mereka ini telah melakukan 
pelanggaran HAM berat, maka orang yang melanggar itu harus diburu dan dikejar.


Disinggung langkah-langkah apa yang akan diambil, Pangdam enggan berkomentar. 
Menurutnya, meski sudah ada anggota TNI yang menjadi korban, namun tugas TNI 
tetap harus melindungi rakyat. 


Sekedar diketahui korban sendiri dievakuasi dari Mulia Puncak Jaya dengan 
menggunakan pesawat Susi Air. Setelah mendarat di Bandara Sentani sekitar pukul 
11.50 WIT, korban selanjutnya diangkut dengan menggunakan Hely Puma dan 
mendarat di Lapangan heliped di Makodam. Selanjutnya korban diangkut 
menggunakan mobil Ambulance menuju RS Marthen Indey Jayapura.

Kirim email ke