. --- Anwar Ali < anwar_acheh@ yahoo.no> wrote: Nampaknya agak banyak email yang mengucapkan selamat jalan kepada saudara Rufriadi. Saya sendiri tidak mengenalnya apakah dia itu orang beridiology Islam atau Pancasila, semoga beliau termasuk orang yang beridiology Islam. Disebabkan saya tidak mengenal persis bagaimana sepakterjangnya maka saya tidak punya komentar apapun menyangkut kematiannya.
Dalam kesempatan ini perlu kita ambil i'tibar bahwa semua manusia pasti akan menemui kematian, tinggallagi waktu dan tempat yang tepat tidak dapat dijangkau manusia biasa. Pepatah Acheh mengatakan ."Bek tasangka u hanja rhet watee riek, u groh le tjit njeng rhet". Terjemahan melayunya:" Jangan disangka kelapa hanya jatuh ketika tua, kelapa mudapun banyak yang jatuh". Artinya mati itu bukan saja menimpa orang yang sudah tua usianya tapi orang mudapun banyak juga yang mati. Apakah mati berdarah dalam perjuangan , mati di bunuh orang, mati disebabkan penyakit tertentu atau mati dengan tiba-tiba sebagaimana Rufriadi itu. Justru itu ingatlah wahai saudaraku bangsa Acheh bahwa andaikata kita mati dalam keadaan berjuang karena Allah pasti kita diampuni dari segala dosa dimasa lampau kendatipun tidak seorangpun berdoa kepada kita agar Allah mengampuni dosa kita serta ditempatkan Allah dalam Sorga. Namun andaikata kita mati dalam sepakterjang yang berlawanan dengan pejuang kebenaran atau dulu pernah berjuang tapi tidak berhasil mempertahankan esensi tersebut hingga kita berbalik menjadi basyar kembali, kita pasti akan dimasukkan Allah dalam Neraka, (na 'uzubillahi minzalik) kendatipun sepenuh dunia ini berdoa kepada kita agar diampuni dosanya. Apabila kita termasuk katagori yang terakhir ini berarti kita tidak termasuk pejuang asli tapi kita dulu berjuang untuk kita sendiri bukan untuk membela kaum dhu'afa. Mungkin timbul pertanyaan, apakah kalau begitu tidak ada gunanya berdoa? Pastinya doa itu sangat berguna sebagaimana firman Allah:"Waiza saalaka 'ibadi 'anni, fainni qarib. Ujibud dakwatad da'i iza da'ani, fal yastajibuli, wal yukminubi, la'allahum yarsyudun". Terjemahan bebas:" Apabila ditanya engkau (wahai Muhammad) akan daKu.oleh hambaKu, (katakanlah) sesungguhnya Aku dekat. Aku akan memperkenalkan setiap doa hambaKu apabila (hambaku) berdo'a. (Tapi) hendaklah mereka itu memenuhi seruanKu dan (benar-benar) beriman kepadaKu. Mudah-mudahan mereka mendapat kemenangan" (Al Quran) Nah! Yang perlu kita pertanyakan disini apakah kita termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan benar benar beriman kepada Nya atau hanya beriman dimulut saja. Perlu kita ketahui bahwa ketika Rasulullah meninggal dunia tidak ada orang yang berdoa dirumahnya, kecuali orang menangis, yaitu anaknya sendiri Fatimah Az Zahara sampai bengkak matanya. Lucunya di Acheh terkenal sebuah lagu: " Nabina neu wasiet nibak geutanjoe Han geubi moe-moe bak ureueng mate Meunje nathat weueh inseueh that sajang Neutjok Quru-an kaalam neubatjale" Lagu ini berasal dari sebuah hadist palsu (hikajat musang, pakek istilah Muhammad A l Qubra) Peristiwa sebenarnya: Suatu hari Rasulullah melewati kuburan orang Yahudi dimana isterinya sedang menangis diatas kuburan suaminya. Rasulullah mengatakan kepada kaum Muslimin yang juga turut menyaksikannya bahwa orang tersebut menangis sedangkan suaminya dalam kubur diazab Allah. sebahagian kaum Muslimin keliru memahami maksud Rasulullah. Suatau hari Ibnu Umar (Abdullah bin Umar) berkata dalam ceramahnya bahwa kita tidak boleh menangisi orang mati disebabkan akan disiksa Allah sebagaimana kata Rasulullah. Aisyah menegur Ibnu Umar:"Bukan demikian hai Ibnu Umar. Tidak ada sebab 'akibat antara isteri yang menangis diatas kuburan dengan suami yang disiksa dalam kubur. Disiksanya orang dalam kubur bukan disebabkan menangisnya isteri tapi disebabkan suaminya itu orang Yahudi. Penjelasan Aisyah sesuai realitanya bahwa justru anak kesayangan Rasulullah sendiri yang menangisi kematiannya. Ironisnya justru pendapat Ibnu Umar yang keliru yang diyakini di Acheh dan juga di berbagai negara yang penduduknya mayoriras Islam. Akibatnya Al Qur-an sebagai hudallinnas (Petunjuk bagi manusia yang masih hidup) sudah di fungsikan hanya sebagai bacaan buat orang mati. Sementara anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya terpaksa melayani pembaca Qur-an itu dengan kenduri, kendatipun masa depan mereka membutuhkan dana namun tidak mencukupi. Ada satu lagi yang aneh bin ajaib: Ketika Neil Amstrong naik ke Bulan dengan pesawat Apolo ihda 'asyara, tersiar kabar dengan derasnya bahwa beliau masuk Islam setelah mendengar suara Nabi Muhammad diantara bermacam suara lainnya. Menurut kabar burung itu bahwa semua suara dapat didengar kembali di angkasa lepas. Sebagai follow up nya dari kabar itu, MH Ainun Najib jebolan pesantren di Jawa sempat menggubah sebuah lagu berkenaan Neilm Amstrong masuk Islam, malah kaset tersebut masih beredar dipasaran sampai hari ini saya kira. Anehnya ketika Neil Amstrong singgah di Singapore, beliau menyatakan bahwa tidak pernah masuk Islam. Demikianlah keanehan sering muncul dikalangan kita ummat Islam yang sering bertentangan dengan kebenaran sejati. Demikianlah saudaraku, semoga kita mendapat hidayah dari Allah swt hingga kita mampu berfikir secara benar dalam beragama. Aamin yaa Rabbal 'aalamin. (anwar ali) Pertama sekali salam sejahtra semoga rahmat Allah melimpah untukmu bung Ismail. Idemu bagus sekali tapi ada satuhal yang membuat aku beristighfar, ketika membaca:"segera gelar kongres ke III untuk kita memerdekakan diri sendiri tanpa berharap uluran tangan-bantuan uluran tangan iblis atau Tuhan! Karena Tuhan atau Iblis sekalipun tidak perduli atas nasib bangsa kita Papua Barat".Anda secara tidak sadar telah masuk perangkap sekuler dan bahkan Atheis. Dalam perjuangan apapun bagi orang yang benar imannya harus yakin bahwa kita manusia hanya berusaha, sedangkan yang menentukan adalah Tuhan (baca Allah swt) Justru itu ketika kita berjuang kita harus yakin bahwa akan adanya hari pembalasan atau hari Akhurat atau kehidupan paska kiamat Dunia, dimana bagi orang yang benar perjuangannya (baca ikhlas karena Allah) akan dimasukkan dalam kehidupan Surga yang kekal selama-lamanya sementara yang berjuang tanpa meyakini bahwa Allahlah yang menentukan merdeka tidaknya, adalah calon penghuni Neraka (nauzubillahi min zalik). Saudaraku. . . . , Tidakkah anda renungkan ayat Allah ketika para Malaikat menanyakan kepadaNya kenapa Dia menjadikan Adam (baca manusia) yang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka Bumi?. Allah menjawab bahwa Dia mengetahui apa yang tidak diketahui para Malaikat. Dalam negosiasinya antara Malaikat dan Adam, ternyata Adam unggul diatas para Malaikat. Malaikatpun mengaku bahwa dia tidak mengetahui selain apa yang telah diajarkan Allah. Ketika Allah memerintahkan kepada seluruh Malaikat agar sujud kepada Adam, semua Malaikat hatta yang mukarrabin sujud kepada Adam kecuali Iblis. Pelajaran yang dapat kita petik disini bahwa memang benar bahwa manusia melakukan pertumpahan darah dan kerusakan di Bumi. Hal ini dapat kita saksikan sejak Qabil bin Adam membunuh saudaranya sendiri yang bernama Habil. Lalu sepakterjang Qabil yang egois itu diteruskan oleh kebanyakan manusia kutup Qabil yang lain seperti Namrut, Fir'aun, Samiri, Abu Sofyan, Muawiyah, Yazid, Syah redha Palevi, Saddam Irak, Marcos Pilipina, Suharto, Gusdur, Megawati dan Yudoyono - Kalla sekarang ini. Mereka yang saya sebutkan diatas adalah ujian bagi kita yang beriman. Justru itu kalau yang bathil senantiasa mengalahkan yang haq tidak lain adalah ujian Allah kepada yang haq apakah merenungi sejarah Qabil dan Habil atau tenggelam kepada qutub Qabil sendiri hingga menafikan peran Tuhan yang pasti benar. Renungkanpula ayat berikut ini: "Waiza saalaka 'ibadi 'anni, fainni qarib. Ujibud dakwatad da'i iza da'ani, fal yastajibuli, wal yukminubi, la'allahum yarsyudun". Terjemahan bebas:" Apabila ditanya engkau (wahai Muhammad) akan daKu.oleh hambaKu, (katakanlah) sesungguhnya Aku dekat. Aku akan memperkenalkan setiap doa hambaKu apabila (hambaku) berdo'a. (Tapi) hendaklah mereka itu memenuhi seruanKu dan (benar-benar) beriman kepadaKu. Mudah-mudahan mereka mendapat kemenangan" (Al Qur-an) Andaikata kita tidak merdeka, kita harus ytakin bahwa ada seruannya yang tidak kita gubris. Andaikata mayoritas kita benar - benar beriman dan melaksanakan seruan Allah, pasti kita akan merdeka. Satuhal yang kita lupa bahwa tujuang perjuangan yang benar bukan hanya merdeka tapi utamanya adalah redha Allah. Apa artinya kalau kita merdeka sementara nanti kita mabuk kesenangan hingga tiba sakratul maut ternyata kita masuk Neraka akhirnya. Kita tidak mampu menerima ujian kesenangan, hingga lupa daratan. Bukankah Indonesia pura-pura telah merdeka dari Belanda tapi setelah Belanda pergi mereka orang Indonesia menjadi Neo Belanda. Kendatipun mereka tidak pernah mengakui telah menjajah kita. Barakallah li walakum (alasytar, Acheh - Sumatra) ________________________________ From: "[email protected]" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, April 9, 2009 5:25:24 AM Subject:KOMUNITAS PAPUA Ada artikel bagus di http://www.niccoplamoniakadir.com Hallo, Berikut ini ada artikel yang bagus untuk dibaca, Artikel dengan judul : , silahkan klik aja http://www.niccopla moniakadir. com/?pilih= news&mod=yes&aksi=lihat&id=82. Pesan Lama Terima kasih. Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Polls | Members ------------------------------- KOMUNITAS PAPUA, Untuk berita lebih lengkap silahkan kunjungi Website Komunitas Papua di Http://www.komunitas-papua.com/index.php
