Sejak terbukanya matakita melihat Dunia, sejak itupula kita menyaksikan manusia-manusia kutub Qabil membunuh, menganianya dan menyiksa manusia-manusia kutub Habil. Manusia-manusia kutub Habil baru mendapat pertolongan bahkan kemenangan di dunia dan Akhirat ketika munculnya pemimpin-pemimpin mereka yang benar imannya sebagaimana kita saksikan di Republik Islam Iran paska syah redha Palevi.
Semoga Allah menebus kepedihan di Dunia dengan kesenangan Akhiratnya bagi mereka yang teranianya tanpa muncul pembela, Aamin yarabbal alamin. Pastinya setiap perjuangan mustahil tanpa pengorbanan. Dari itu belalah setiap pengorbanan saudaramu dengan apa saja yang kalian miliki. Betapapun bangsa West Papua memiliki lebih nyali daripada bangsa manapun diseluruh jajahan Indonesia, kecuali RMS yang agak setara Kami bangsa Acheh - Sumatra sekarang dalam keadaan koma. Mudah-mudahan akan bangkit kembali sebagaimana bangsa West Papua (alasytar, Acheh - Sumatra) ________________________________ From: kotekason <[email protected]> To: [email protected]; [email protected] Sent: Monday, April 13, 2009 9:46:27 AM Subject: KOMUNITAS PAPUA Lagi, Tukang Ojek di Wamena Dibunuh JAYAPURAcepos. com- Pembunuhan terhadap tukang ojek di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua kembali terjadi, setelah sebelumnya 5 orang tukang ojek dianiaya hingga 3 orang tewas dan 2 kritis. Kali ini, seorang tukang ojek diketahui bernama Supandi Juhari (31) ditemukan tewas di Jl Sanger, Distrik Wamena Kota, Ahad (12/4) malam kemarin. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan karena ditemukan mengalami luka bacok di bagian kepalanya sebanyak 6 luka bacokan dan mulut sobek sehingga meninggal di tempat kejadian perkara, Minggu (12/4) pukul 20.30 wit kemarin. Diduga, korban dianiaya dengan sadis oleh 4 orang yang tidak dikenal, yang bersenjatakan parang. Polisi yang mendapatkan laporan penemuan mayat korban tersebut langsung menuju ke TKP untuk melakukan oleh TKP dan mengevakuasi korban ke RSUD Wamena. Kapolres Jayawijaya AKBP Drs Mulia Hasudungan Ritonga, MSi melalui Kasat Reskrim Iptu Philip M Ladjar ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif terkait tewasnya tukang ojek tersebut. "Belum ada tersangka dalam kasus ini. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya," ungkap Kapolres. Untuk itu, pihaknya masih melakukan upaya penyelidikan dan memintai keterangan terhadap saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut dalam mengungkap kasus tersebut. Terkait dengan kasus pembunuhan terhadap tukang ojek yang merupakan kejadian kedua menjelang dan sesudah pemilu 2009, Kapolres MH Ritonga mengatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan patroli di sepanjang Kota Wamena. Adanya kejadian tersebut, membuat masyarakat yang ada di Kota Wamena dihinggapi rasa ketakutan, bahkan sebagian masyarakat langsung mengungsi di Makodim 1702/Jayawijaya guna mendapatkan keamanan. Meski demikian, situasi keamanan di Kota Wamena dalam keadaan kondusif dan aparat keamanan dari Polres Jayawijaya bersama dengan Kodim 1702/Jayawijaya tetap melakukan patroli di Kota Wamena. Sebelumnya, Rabu (8/4), 5 orang tukang ojek dianiaya oleh orang tidak dikenal di tempat terpisah di Kota Wamena. Tiga orang tukang ojek diketahui bernama Rasyid (29) ditemukan tewas di Jl Wanima Wamena, Sugimin (40) tewas di Jl Muai Wamena dan Haris (27) juga ditemukan teras di Jl Trans Irian Wamena. Sedangkan, 2 tukang ojek lainnya kritis, yakni Daniel Palabiran (35) ditemukan di Lokasi 3 Wamena dengan luka tikam di rusuk bagian kanan dan Imam (35) ditemukan luka tikam di punggungnya di Jl Wesaput Wamena. Polres Jayawijaya berupaya keras untuk mengungkap kasus pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan secara bersamaan ditempat terpisah ini. Sebelumnya, Kapolres Jayawijaya, AKBP. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si melalui Kasat Reskrim, Iptu Philip M Ladjar mengatakan, pelaku penikaman 5 orang tukang ojek itu masih dalam penyelidikan dan pengejaran pihak Polres Jayawijaya. Kata Kapolres, pihaknya masih terus berupaya mencari pelaku hingga dapat melalui keterangan-keterang an saksi yang melihat kejadian tersebut. "Kami masih tetap melakukan penyelidikan kasus ini sehingga dengan cepat bisa terungkap," ungkapnya kepada Cenderawasih Pos usai bertemu dengan pihak KNKT di Polsek KP3 Udara Wamena, Jumat (10/4). Menurut Kapolres, modus operandi kasus ini ada indikasi terencana dan teroganisir oleh pihak tertentu, dimana dalam waktu yang bersamaan para korban diperdaya oleh pelaku (masing-masing korban melayani 2 orang sekaligus) ditempat yang berbeda dengan meminta jasa ojek sesuai yang dikendaki pelaku. Sehingga setelah sampai di tujuan yaitu tiap-tiap TKP yang dalam kondisi sepi dan gelap maka para pelaku langsung membantai korbannya kemudian pergi meninggalkan korban begitu saja tanpa ada tanda-tanda adanya perampokan. Sebab, salah satu barang bawaan korban tidak ada yang hilang ataupun diambil para pelaku, dengan demikian dugaan sementara pelaku ini terorganisir dengan rapi. Bahkan, jelas Kapolres, pihaknya menemukan selebaran yang diletakkan diatas mayat tubuh korban Rasid yang dikeluarkan dari Rimba Raya Pusat Komando Pertahanan Tentera Pembebasan Nasional Papua Barat dan ditandatangani oleh Panglima Tertinggi TPN-PB, Jenderal Titus Murib dan Penglima Operasi TPN-PB, Letnan Jenderal Goliat Tabuni yang berisikan 4 poin tuntutan. "Kasus ini masih kami dalami dan telurusi apakah memang ada pihak-pihak terkait yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok,"tandasnya. (nal/bat)*** * -- ============ ========= ========= ====== '"*M*'" 'Bersama Kebenaran Sejarah Sang Bintang Kejora' ============ ========= ========= ======
