Cendrawasih Pos
16 April 2009



Brimob-TPN/OPM Baku Tembak, 1 Tewas

Terjadi di Tingginambut, Puncak Jaya
JAYAPURA - Kelompok sipil bersenjata yang disinyalir dari TPN/OPM di Distrik 
Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya berulah. Dilaporkan telah terjadi kontak 
senjata antara satuan Brimob Polda Papua BKO Polres Puncak Jaya dengan TPN/OPM 
di Kampung Lumbuk, Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya Rabu (15/4) 
sekitar pukul 11.40 Wit. Enam anggota Brimob mengalami luka tembak, sementara 1 
orang lagi atas nama Bripda Musa Aninam tewas setelah sempat dievakuasi ke RS 
Bhayangkara, Jayapura. Dari data yang berhasil dihimpun koran ini, kejadian itu 
berawal ketika 11 anggota Brimob ini bergerak dari Kota Mulia hendak menuju ke 
Distrik Tingginambut dengan menggunakan 2 buah mobil Strada. 


Mobil pertama ditumpangi 7 orang anggota Brimob, sedangkan mobil di belakangnya 
ditumpangi oleh 4 orang anggota. Ketika kedua kendaraan tersebut sampai di 
Kampung Lumbok, tepatnya sekitar 2 km dari Pos Polisi Tingginambut untuk 
mengamankan kotak suara dari Distrik Tingginambut, tiba-tiba mereka dihadang 
kelompok TPN/OPM. Mobil langsung ditembaki oleh kelompok bersenjata dari 
ketinggian sebuah bukit kampung tersebut.  Saat itu, sopir sempat terkena 
tembakan terlebih dahulu, selanjutnya mobil oleng dan dilaporkan menabrak 
tebing dan kelompok bersenjata lainnya yang melakukan penghadangan langsung 
melakukan penembakan. 


Akibat baku tembak itu, 6 orang anggota Brimob mengalami luka tembak, semantara 
satu orang anggota Brimob bernama Bripda Musa Sewar Aninam gugur dalam 
perjalanan menuju ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura. Korban 
mengalami luka tembak serius di kepalanya. Sementara ke 6 anggota brimob yang 
mengalami luka tembak diketahui bernama Brigpol Khomarul Huda, Brigpol 
Khairudin Hamid, Brigpol Adam Hanock, Bripda Roland Pattigaja, Bripda Basri 
Haineka dan Bripda Nusran. Mereka mengalami luka tembak di kaki dan beberapa 
bagian tubuhnya. Saat ini mereka dalam perawatan secara intensif di Rumah Sakit 
Mulia, Puncak Jaya.


Kapolda Papua Irjen Pol Drs FX Bagus Ekodanto ketika dikonfirmasi wartawan 
membenarkan laporan penghadangan rombongan kendaraan Brimob yang tengah 
melintas di Kampung Lumbok, Distrik Tingginambut yang mengakibatkan 6 anggota 
luka-luka, sementara satu korban lainnya meninggal.  "Kejadiannya, ada anggota 
Polri di Pos Polisi Tingginambut sedang sakit, sehingga perlu dilakukan 
penjemputan dari Pos Polisi tersebut. Pada waktu yang menjemput ini, melewati 
Kampung Lumbok terjadi penyerangan oleh TPN/OMP. Korban yang luka 6 orang, 1 
luka berat dan dievakuasi ke Jayapura, tapi informasi sudah meninggal," papar 
Kapolda.


Terkait dengan hal itu, Kapolda Bagus Ekodanto pihaknya tentunya akan melakukan 
pengamanan di daerah Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya. 
Disinggung soal penambahan pasukan ke daerah tersebut, diakui oleh Kapolda 
Bagus Ekodanto, hanya saja kapan waktunya, pihaknya belum bisa memastikannya. 
Soal kedatangan Brimob dari Kelapa Dua Jakarta, Kapolda mengatakan bahwa 
pasukan Brimob tersebut untuk melakukan pengamanan di Polda Papua, hanya saja 
kedatangan pasukan Brimob ini bertepatan dengan insiden di Puncak Jaya 
tersebut. 


Ditanya apakah sudah ada upaya pengejaran terhadap pelaku? Kapolda mengakui 
belum ada upaya tersebut, karena pihaknya masih fokus untuk melakukan 
penyelamatan terlebih dahulu kepada korban. "Saya belum menerima dengan 
lengkap, kejadiannya bagaimana," imbuhnya.


Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Pol. Dr. M.Zamil mengungkapkan, 
Bripda Dance Musa Aninam meninggal dipesawat akibat luka tembaknya sangat 
parah. Awalnya, dia dievakuasi ke Jayapura dengan mengunakan pesawat Susi Air 
untuk kepentingan penangganan luka tembaknya. Namun, dalam perjalanann korban 
menghembuskan nafas terakhirnya.


" Untuk anggota yang mengalami luka tembak berdasarkan hasil koordinasi kami 
dengan dokter di Rumah Sakit Puncak Jaya, masih bisa dan ditanggani oleh Rumah 
sakit setempat. Tapi ada kemungkinan untuk proses penanganan lebih intensif 
lagi mereka besok ( hari ini) akan dievakuasi ke Jayapura," ujar M. Zamil 
kepada wartawan di RS Bayangkara Kotaraja, kemarin. 


Dikatakan, jika nantinya penangganan mereka membutuhkan tenaga-tenaga dokter 
seperti bedah, Keslap dan DBI, dokter ahli dari Universitas Hasanudin (Unhas) 
Makassar dan Mabes Polri siap didatangkan ke Jayapura tinggal menunggu 
permintaan saja. Hanya saja, permintaan bantuan para dokter ahli itu sangat 
tergantung kondisi korban.


Sementara itu, suasana disekitar kamar jenazah RS Bhayangkara di Kotaraja 
dipenuhi anggota Brimob yang merupakan rekan-rekan korban, termasuk anggota 
Brimob Polda kendari yang merupakan BKO Polda Papua. Begitupun keluarga korban 
juga mulai memadati luar kamar jenazah.
Suasana hening tiba-tiba pecah menjadi haru disaat keluarga korban tiba 
dilokasi langsung menanggis sambil meluapkan emosi kesedihannya setelah 
mengetahui keluarganya telah meninggal. Bahkan atas musibah yang menimpa Bripda 
Aninam, Ibu korban terlihat shock seolah-olah belum menerima takdir yang 
menimpa anaknya itu.(nal/bat/mud) 

<<UTM.jpg>>

Kirim email ke