Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) ! 
http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related 

Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter ! 
http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related 

Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ? 
http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8 

Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh 
(Pengkhianat)! 
http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related 

Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa 
keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg 
atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu 
bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan 
peusah nanggroe atjèh keu djawa!" 
http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related 

"Udép geutanjoë hana juëm meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang 
ka geukeubah lé éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm 
meu-sikeuëh ! Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan! UREUENG-UREUENG LAGÈË LÔN 
1000 X ( SIRIBÈË GO ) LEUBÈH GOT MATÉ NIBAk DIDJADJAH LÉ DJAWA !!! 
Kheun Tgk Hasan di Tiro 
http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ 
================================================================================

--- On Wed, 4/29/09, Lakei Droe <[email protected]> wrote:

From: Lakei Droe <[email protected]>
Subject: HIDOP MAHASISWA: GANJANG KETURUNAN ABU LAHAB ITU
To: [email protected], [email protected]
Cc: "Fadlon Tripa" <[email protected]>, [email protected], 
"universityofwarwickofceulaka" <[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
"sisinga maharaja" <[email protected]>, [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], "Yusra Habib Abd Gani Yusra 
Habib" <[email protected]>, [email protected], "Niklin Jusuf" 
<[email protected]>,
 [email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
Date: Wednesday, April 29, 2009, 2:18 PM







SAYED FUAD ZAKARIA ITU KETURUNAN ABU LAHAB & ABU JAHAL. MEREKA HANYA BOLEH 
HIDUP KERANA MENJADI ANGGOTA DPRA LAKNAT ITU. KALAU HABIS MASA JABATANNYA, 
MEREKA AKAN KELAPARAN. KESEMPATAN UNTUK KE LUAR NEGERI ADALAH KESEMPATAN 
TERAKHIR UNTUK MENGHAMBUR WANG RAKYAT MISKIN DAN MENDERITA DI ACEH.
 
SEMUA MEREKA YANG AKAN KELUAR NEGERI ITU DENGAN WANG RAKYAT ADALAH KETURUNAN 
ANJING.


Mahasiswa Tolak Kunjungan Dewan ke LN
29 April 2009, 12:16 Utama Administrator 

 
Melakukan orasi di luar pagar Gedung DPRA
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempur) 
Aceh, melakukan orasi di luar pagar Gedung DPRA, Banda Aceh, Selasa (28/4). 
Dalam aksi itu mereka meminta anggota dewan membatalkan kunjungan kerja keluar 
negeri karena dianggap menghamburkan uang. SERAMBI/M ANSHARBANDA ACEH - Puluhan 
mahasiswa dari berbagai kampus di Banda Aceh berdemo ke gedung Dewan Perwakilan 
Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (28/4). Mereka yang mengatasnamakan gerakan 
mahasiswa peduli rakyat (Gempur) Aceh, menolak kunjungan kerja (kunker) 69 
anggota DPRA ke luar negeri (LN) yang dijadwalkan Mei 2009. Mereka menilai 
kunjungan itu hanya untuk menghamburkan uang rakyat Rp 3,4 miliar sebelum masa 
kerja DPRA periode 2004 - 2009 itu berakhir, September mendatang. Para 
mahasiswa dengan menggunakan sepeda motor dari kampus di Darussalam, Banda 
Aceh, tiba di gedung DPRA sekitar pukul 11.00 WIB. 

Pengunjuk rasa hanya bisa berorasi di depan pagar gedung itu. Pasalnya, pintu 
pagar gedung itu dikunci karena di dalam ruang utama DPRA sedang rapat pleno 
rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu 2009 yang dipimpin KIP Aceh. 
“Rencana kunker anggota DPRA ke LN yang menghabiskan uang Rp 3,4 miliar, dengan 
rincian Rp 50 juta per orang adalah sebuah program konyol. Anggota DPRA, yang 
katanya perwakilan rakyat hanya mementingkan kepentingan pribadi dengan 
melancong ke luar negeri,” teriak koordinator aksi, Safruddin.

Pendemo secara bergantian berorasi. Mereka mengatakan seharusnya dana yang 
sudah dianggarakan Rp 3,4 miliar itu lebih bagus dimanfaatkan untuk pembangunan 
rumah dhuafa, korban konflik, korban tsunami, serta berbagai kepentingan publik 
di Aceh. Meski petugas Poltabes Banda Aceh, membuat pagar betis pengaman di 
pintu pagar bagian dalam halaman DPRA, pengunjuk rasa beberapa kali mendobrak 
pintu pagar itu dari luar. Pasalnya, hingga setengah jam berorasi tak ada 
seorang pun anggota DPRA yang menjumpai mereka. Bahkan mereka berulang kali 
mengucapkan kata-kata kotor kepada wakil rakyat Aceh itu, terutama kepada Ketua 
DPRA, Sayed Fuad Zakaria. 

Selanjutya, para pendemo diterima seorang perempuan staf sekretariat DPRA. Saat 
itu sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan perempuan tersebut. 
Perempuan yang tak mau menyebut namanya itu mengatakan semua unsur pimpinan 
DPRA sedang tidak di kantor. Hal itu sesuai laporan sekretaris DPRA kepada dia. 
Menurut staf sekretaris DPRA itu, tuntutan para mahasiswa telah disampaikan ke 
sekretaris DPRA untuk diberitahukan kepada dewan. Ia meminta mahasiswa bersikap 
tenang karena hingga kini anggota DPRA belum mengurus visa, apalagi meminta 
izin Gubernur Aceh dan Mendagri, sebagai syarat dari kunjungan ke LN itu 

Penjelasan itu tak diterima pendemo.”Bukan baru kali ini kami berdelegasi ke 
DPRA. Anggota dewan tak berani menjumpai kami. Tadi kami melihat ketua komisi A 
ada di gedung DPRA, kami hanya ingin mendengarkan statmen politik dari anggota 
DPRA tentang alasan mereka ke LN,” kata Fauzan. Karena penjelasannya tak 
didengar, wanita itu meninggalkan pendemo yang tetap berada di luar pagar DPRA. 
Sedangkan pendemo mengancam akan kembali melakukan aksi serupa untuk menjumpai 
anggota DPRA. Sebelum kembali ke kampus masing-masing, pendemo berorasi di 
Simpang Lima Banda Aceh. Aksi di kedua tempat itu berlangsung hingga satu 
jam.(sal)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda. 


Selamat dlm talian. 
Tingkatkan kpd Internet Explorer 8 cepat,selamat, terbaik utk Yahoo! agar 
fikiran aman. Percuma. Dapatkan IE8 di sini!


      

Kirim email ke