http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=14728:rumah-tokoh-riau-merdeka-dibom-molotov&catid=3:nasional&Itemid=128


      Rumah Tokoh 'Riau Merdeka' Dibom Molotov  
       Pekanbaru, (Analisa)



      Rumah tokoh penggagas 'Riau Merdeka', Prof dr Tabrani Rab di Jalan 
Pattimura Pekanbaru, Rabu malam (7/5)

      , dibom molotov orang tak dikenal (OTK).

      Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan lemparan dua buah bom 
melotov itu hanya merusak kaca bagian kanan rumah berarsitektur Arab tersebut.

      Tabrani Rab yang ditemui Analisa di kampusnya yang terletak di Jalan Riau 
Ujung, Kamis (7/5), membenarkan kejadian itu. Kejadian itu pertama kali 
diketahui dari supir pribadinya, Sofyan yang mendapat SMS dari penjaga rumah di 
Jalan Pattimura, Abas.

      "Kebetulan rumah yang jadi sasaran bom molotov itu tidak saya tempati. 
Waktu kejadian saya sedang berada di rumah yang lain, Jalan Teratai," tuturnya.

      Dari laporan Sofyan itu, kata pria yang akrab disapa Ongah (Abang, dalam 
bahasa Bagan, Red), langsung meluncur ke tempat kejadian. Saat itu waktu 
menunjukkan pukul 22.30 WIB.

      Setelah mengecek di tempat kejadian perkara (TKP), Tabrani membuat 
laporan ke Polsekta Limapuluh dengan nomor pengaduan B/STTI/140/IV/2009. Polisi 
pun langsung melakukan penyelidikan.

      Tabrani sendiri merasa bingung dengan kejadian tersebut karena dia merasa 
tidak ada musuh. Apalagi sejak enam bulan belakangan, dia nyaris tidak pernah 
mengeluarkan 'statement' yang pedas di media massa. "Tulisan-tulisan saya pun 
kini agak 'melunak' karena saat ini saya lebih memfokuskan diri untuk 
beribadah," kata kolumnis tetap di Harian Pagi Riau Pos ini.

      Tabrani juga tidak habis pikir, mengapa dulu di masa menjelang kejatuhan 
kepemimpinan Presiden Soeharto, dia tidak pernah mengalami teror seperti ini. 
Padahal, waktu itu, guru besar Universitas Riau ini sedang gencar-gencarnya 
menyuarakan gerakan Riau Merdeka. Bahkan, waktu itu Tabrani memproklamirkan 
diri sebagai 'Presiden' Riau Merdeka.

      "Saya minta polisi mengusut tuntas kasus pelemparan bom melotov ini. 
Memang tidak ada kerugian material yang cukup berarti karena api tidak sempat 
merambat ke bangunan rumah," pintanya.

      Tabrani sendiri bersyukur, lemparan itu tidak sempat membakar bagian sisi 
kanan bangunan rumahnya. Sebab, ruang yang jadi sasaran lemparan OTK itu kini 
dijadikan perpustakaan pribadi.

      "Saya tidak bisa membayangkan jika api membakar ruangan perpustakaan ini 
karena sebagian besar koleksi buku saya bernilai tinggi dan jika dikalkulasikan 
mencapai Rp4 miliar. Perpustakaan ini aset saya yang paling berharga," kata 
Tabrani.

      Sementara itu, petugas penjaga rumah Tabrani yang menjadi sasaran bom 
molotov menyebutkan, kejadian itu diketahuinya sekitar pukul 22.00 WIB. Ketika 
itu Abas sedang di lantai atas. Begitu mendengar suara kaca pecah, ia langsung 
lari ke bawah dan mendapati kaca cendela samping sudah pecah.

      Tak jauh dari kaca pecah, Abas menemukan dua botol bir ukuran besar 
lengkap dengan sumbunya. Satu sudah pecah, satu lagi masih utuh. Beruntung api 
yang berasal dari kedua bom molotov cepat padam, sehingga tidak sampai 
menimbulkan kebakaran. (dw)
     

Kirim email ke