http://regional.kompas.com/read/xml/2009/05/11/08033529/Amad.Silet.Bantah.Alirannya.Sesat
Amad Silet Bantah Alirannya Sesat SERAMBI INDONESIA/ISKANDAR USMAN Tgk Muhammad atau yang akrap dipanggil Tgk Amad Silet dan sejumlah pengikutnya, Sabtu (9/5) menggelar konferensi pers dengan para wartawan / Senin, 11 Mei 2009 | 08:03 WIB IDI - Larangan penyebaran aliran yang diduga sesat di Kecamatan Indra Makmue, Aceh Timur, oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur memunculkan reaksi keras dari kelompok Tgk Muhammad atau yang akrab disapa Tgk Amad Silet. Tgk Amad Silet beserta puluhan santrinya menggelar konferensi pers dengan sejumlah wartawan di kediamannya di Desa Buket Seuraja, Julok, Aceh Timur. Dalam keterangan tertulisnya yang ditandatangani Tgk Muhammad dan Tgk Rusli disebutkan, dia membantah semua tuduhan yang berkembang di tengah masyarakat, dan sebagaimana disebutkan MPU bahwa semua ajaran yang dibawanya sesat. Menurut mereka, kondisi yang berkembang di masyarakat sungguh sangat aneh, tiba-tiba muncul stigma sesat. Padahal, semua praktik ibadah yang mereka kerjakan sama dengan umat Islam. "Kami ini ahlisunnah waljamaaah," katanya yang diiyakan para santrinya. Tgk Amad mengaku menggelar konferensi pers terkait dengan sejumlah pemberitaan dugaan aliran sesat Indra Makmue yang terkait dengan namanya dan Desa Buket Seuraja. Temu pers itu juga dihadiri Geuchik Buket Seuraja, Ilyas dan Imam Desa, Mukhtar. Dalam keterangan tertulis empat halaman itu, Tgk Muhammad juga menyangkal kalau pihaknya menyebutkan shalat itu bisa digantikan dengan zikir saja. Tuduhan tersebut, sambung dia, merupakan fitnah belaka dan tak berdasar sama sekali. Terintimidasi Pada kesempatan tersebut dia juga mempertanyakan imbauan MPU yang meminta untuk menghentikan aktivitas aliran sesat. Dalam surat itu mereka mengaku sangat heran dengan imbauan itu. "Memangnya aktivitas apa yang harus dihentikan. Sementara masyarakat di Nes I Indra Makmue suasananya semakin memanas dan pihak kami terintimidasi," ungkap salah seorang santrinya asal Indra Makmue. "Yang perlu diingat kami tidak pernah menafikan sesuatu apa pun di dalam syariat. Kami tetap berpegang pada mazhab aqidah ahlisunnah waljamaah seperti yang tercantum dalam mazhab Abu Hasan Agsary dan Abu Mansur Maturidi dan bermazhab fiqah dengan mazhab Imam Syafi'i, berpegang teguh dengan al-quran serta hadis," katanya. Sementara itu, Geuchik Desa Buket Seuraja Ilyas, dan Imam Desa, Tgk Mukhtar mengatakan, Tgk Muhammad atau Tgk Amad Silet telah menetap di desa mereka selama 40 tahun lebih dan dalam praktek sehari-hari tidak menunjukkan hal-hal yang aneh. "Setahu saya Tgk Amad dalam ibadahnya tidak berbeda dengan kami. Puasa, shalat, dan semuanya sama dengan kita juga," kata Geuchik Ilyas. Ilyas menandaskan, amalan Tgk Muhammad tidak melanggar akidah. Bahkan, yang bersangkutan sering menjadi imam di desanya dan kini berstatus sebagai ketua tuha peut. "Jadi, realita yang kami lihat selama ini tidak seperti yang berkembang di luar di sana," demikian Ilyas. Sebelumnya diberitakan, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Timur meminta kepada pengikut atau penyebar aliran yang diduga sesat sebelumnya di Kecamatan Indra Makmue, Aceh Timur untuk segera menghentikan aktifitasnya. Aliran tersebut dinilai dapat memecah belah masyarakat. Demikian intisari keputusan MPU Aceh Timur dalam rapat bersama unsur Muspika Indra Makmue, Senin (4/5) di Peureulak. Wakil Ketua MPU Aceh Timur Tgk Azhar BTM kepada wartawan Serambi Indonesia menjelaskan, berdasarkan hasil duduk bersama (rapat) dan data, serta informasi yang diperoleh MPU di lapangan, MPU meminta agar aliran yang coba disebarkan di Indra Makmue segera dihentikan. "Para pengikut aliran ketika ditanyakan tidak dapat menjawab apa yang ada di buku yang mereka sebar. Malah ketika diminta hadir pada waktu rapat kemarin juga tidak datang. Sedangkan sewaktu kami tanyakan siapa guru mereka juga tidak bisa ditunjukkan secara jelas. Artinya sangat mengambang jawaban mereka," ujarnya. Namun, kata Tgk Azhar, berdasarkan laporan masyarakat, aliran tersebut diduga bisa menggantikan shalat dengan berzikir. "Aliran ini juga tidak ada namanya, jadi kepada warga yang ingin mengambil tarekat sebaiknya kepada guru yang jelas dan tidak jahil," imbaunya.(is)
<<0803028p.jpg>>
