http://www.serambinews.com/news/ibrahim-kbs-meninggal-dunia-di-malaysia
BANDA ACEH - Ibrahim Syamsuddin, yang selama ini menjabat sebagai Jurubicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Kamis (14/5) kemarin, dilaporkan meninggal dunia dalam usia 46 tahun, karena sakit. Jenazah almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya, di Desa Calong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Jumat (15/5). Almarhum yang akrab disapa dengan panggilan Ibrahim KBS, meninggal dunia setelah seminggu lalu dirawat di RS Shah Alam Specialist Hospital, Selangor, Malaysia, karena menderita hepatitis B (komplikasi penyakit hati). “Beliau meninggal dunia Kamis (14/5) pukul 10.45 waktu Malaysia atau 09.45 WIB,” kata Wakil Ketua KPA Pusat, Abu Razak, kepada wartawan di Banda Aceh, kemarin. Menurutnya, KBS, kombatan GAM eks Libia tahun 1987 itu sudah sekitar lima bulan lalu menderita hepatitis B. Bahkan, sebelumnya jubir KPA menggantikan Sofyan Dawod sejak 2007 itu pernah dirawat pula di RS di Banda Aceh dan Malaysia. “Almarhum yang menjadi caleg DPRA dari Partai Aceh, saat pemilu legislatif, 9 April lalu berada di Aceh,” katanya. Almarhum kembali ke Malaysia, 13 April 2009. Sedangkan dirawat di Shah Alam, Specialist Hospital pada awal Mei 2009. Baru-baru ini, KBS, caleg PA nomor urut satu Dapil Aceh Utara-Lhokseumawe dipastikan lolos anggota DPRA (2009-2014), meski belum ditetapkan KIP Aceh. “Soal penggantinya, kami belum memikirkan ke arah itu,” ujar Abu Razak. Sementara itu, Anggota KIP Aceh, Yarwin Adi Dharma yang dikonfimasi wartawan di Kantor KIP Aceh kemarin, menyatakan baru mengetahui kabar meninggalnya mantan petinggi GAM yang lama bermukim di Malaysia itu dari wartawan. “Sampai sekarang belum ada keputusan apa pun. Akan kami cek lebih lanjut,” katanya. Menurut Yarwin, segala sesuatu yang menyangkut dengan status almarhum Ibrahim KBS, dan siapa yang akan menggantikannya sebagai anggota DPRA Aceh priode 2009-2014 akan diputuskan lebih lanjut. “Kami akan melakukan rapat dulu untuk membahas ini. Sesuai prosedur, proses penggantian caleg terpilih karena disebabkan berbagai alasan seperti meningal dunia, harus dilakukan sesuai aturan,” pungkasnya. Merasa kehilangan Sementara itu Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf, mengaku kehilangan besar atas meninggalnya Ketua KPA Pusat, Ibrahim KBS. “Semua rekan-rekannya sangat merasa kehilangan sosok Ibrahim KBS,” ucap Muzakir yang juga Ketua KPA Pusat ini. “Kami sangat berduka.” Dia menyebutkan, pihaknya segera mengurus semua keperluan pemulangan jenazah Jubir KPA untuk dimakamkan di kampung halamannya di Matangkuli, Aceh Utara. “Kita usahakan secepatnya. Kalau bisa berangkat hari ini. Tapi jika tidak, besok (hari ini-red) jenazah akan dibawa pulang,” sebut Muzakir. Duka yang mendalam atas meninggalnya Ibrahim KBS, juga dirasakan oleh segenap keluarga besar Partai Aceh di Langsa. “Kami telah kehilangan seorang putra terbaik. Seorang tokoh rakyat yang sangat idealis dan begitu peduli kepada rakyat kecil,” kata Ketua Partai Aceh Langsa, Tgk Usman Abdullah yang kerap disapa Tauke Seuem kepada Serambi, Kamis (14/5). Dalam pandangan Tauke Suem, KBS adalah sosok yang pemimpin yang begitu merakyat. Humoris dan berjiwa besar. “Beliau telag menyumbangkan segenap kekuatan, harta benda, dan pikirannya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh. Aceh kini benar-benar berduka,” tambah mantan Ketua KPA Langsa, ini. Sementara itu, dari Aceh Utara dilaporkan bahwa suasana di rumah duka, di Desa Calong, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Kamis (14/5) terlihat mulai ramai dengan pelayat. Bahkan di depan rumah semi permanen telah dibangun tenda dan beberapa ibu rumah tangga dan pelayat lainnya duduk bersimpuh. Menurut Umar, abang kandungnya mengalami sakit beberapa waktu lalu, tapi pihaknya belum tahu secara pasti penyakit apa yang dideritanya sehingga harus dibawa ke Malaysia. Karena yang terus mendampingi abangnya di Malaysia dalam perawatan adalah abangnya satu lagi M Taleb (adik dibawah KBS). Dikatakan Umar, jenazah abangnya Ibrahim KBS akan dibawa pulang Jumat (15/5) pagi, namun belum diketahui dengan pesawat apa dan melalui bandara mana. Bisa saja melalui Bandara Sultan Iskandar Muda dan bisa jadi Bandara Pulonia, “bagi kami sangat berharap jenazah abang kami dapat dimakamkan di kampung halaman,” kata Umar dalam percakapan dengan Serambi kemarin. Ibrahim meninggalkan seorang isteri dan sembilan orang anak yang masih dalam pendidikan. Namun, ketika wartawan melayat ke rumah duka kemarin semuanya sedang berada di Malaysia dan baru kembali beriringan dengan kepulangan jenazah.(sal/sar/ari/yuh/ib/saf) Tgk Hasan di Tiro: Lumo djawa (jawa) dum di Atjèh (Aceh) ! http://www.youtube.com/watch?v=H7wcl7m8xp8&feature=related Tgk Hasan di Tiro: Ureuëng Atjèh Kahabéh Gadoh Karakter ! http://www.youtube.com/watch?v=H8mbiUwHpIY&feature=related Tgk Hasan di Tiro: Peuë (Puë) peunjakét Bangsa Atjèh uroë njoë ? http://www.youtube.com/watch?v=sbJsJtdDFE8 Tgk Hasan di Tiro: Gubernur, Bupati, Camat dst nakeuh geupeunan Lhoh (Pengkhianat)! http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ&feature=related Tgk Hasan di Tiro: "Ureuëng njang paléng bahaja keu geutajoe nakeuh - djawa keumah djipeugot urg atjèh seutotdjih nibak seutot geutanjoe. Mantong na urg atjèh njang tém djeuët keu kulidjih, keu sidadudjih, keu gubernurdjih, keu bupatidjih, keu tjamatdjih, dll. Mantong na biëk droëteuh njang djak djôk dan peusah nanggroe atjèh keu djawa!" http://www.youtube.com/watch?v=Gbjb04wKWow&feature=related "Udép geutanjoë hana juëm meusaboh aneukmanok meunjo hana tapeutheun peuë njang ka geukeubah lé éndatu. Udép sibagoë lamiët dan djadjahan gob njan hana juëm meu-sikeuëh ! Meunjo tateupuë(peuë) arti keumuliaan! UREUENG-UREUENG LAGÈË LÔN 1000 X ( SIRIBÈË GO ) LEUBÈH GOT MATÉ NIBAk DIDJADJAH LÉ DJAWA !!! Kheun Tgk Hasan di Tiro http://www.youtube.com/watch?v=oqJYGoF0SMQ ===========================================
