http://www.inilah.com/berita/citizen-journalism/2009/05/21/108744/nama-nad-kini-tak-dipakai-lagi/

21/05/2009 - 06:09


Nama NAD Kini Tak Dipakai Lagi

Untuk mensosialisasikan nama Aceh bagi warga ibukota Jakarta, Gubernur Aceh 
Irwandi Yusuf mengatakan: "Hadirin sekalian, perlu diketahui, sekarang nama 
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sudah diganti seperti semula, menjadi Aceh. 
Tolong disebarluaskan."


Pernyataan itu dilontarkan Irwandi Yusuf saat hadir di acara seminar 
Menggerakkan Kawasan Sabang Sesuai Statusnya di Hotel Borobudur, Jakarta, 
Selasa (19/5). Sebelumnya dalam seminar yang digelar Badan Penguasaan Kawasan 
Sabang (BPKS) itu ada seorang peserta yang bertanya: "Pak Gubernur, kapan nama 
NAD berubah menjadi Aceh?"


Setelah berpikir sejenak, Irwandi pun menjawab: "Sejak keluar Peraturan 
Gubernur tanggal 7 April 2009."


Sosialisasi nama Aceh juga kembali dilakukannya dalam acara ramah tamah para 
peserta seminar. Saat ditanyai lebih lanjut mengapa nama NAD diubah menjadi 
Aceh lagi, dia menjawab: "Aceh ya Aceh, sejak dahulu. Nama NAD itu hanya 
pemberian pusat (Jakarta) agar menarik perhatian bagi GAM bahwa Aceh telah 
menjadi Nanggroe (Nanggroe Aceh Darussalam)."


"Itu hanya akal-akalan orang Pusat saja. Tapi yang penting substansinya. 
Ngapain NAD-NAD, palak kali (marah sekali) aku saat mendengar orang ngomong 
NAD-NAD. Mau aku pukul orang itu, yang ngomong NAD-NAD," ujar Irwandi.


Menyinggung mengapa baru sekarang nama NAD berubah lagi menjadi Aceh, dengan 
berapi-api Irwandi berucap: "Sekarang aku gubernurnya. Aku yang berkuasa di 
Aceh." 


"Lihat saat PON (Pekan Olahraga Nasional) berlangsung. Dahulu pada parade 
pembukaan, Aceh selalu di urutan awal, karena sesuai abjad A (Aceh). Setelah 
diganti NAD selalu menjadi yang paling akhir, sebab abjad N (NAD)."


Apakah Pusat setuju dengan perubahan nama Provinsi NAD menjadi Aceh kembali? 
"Ya sudah. Pusat sudah aku surati, mereka setuju. Sekarang semua kop surat, 
nama plang kantor, cap stempel, sudah diganti dengan nama Aceh," tegas Irwandi. 


Rachmad Yuliadi Nasir

[email protected]

<<108744.jpg>>

Kirim email ke