http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/opm-masih-kuasai-bandara-kapeso/

Jumat, 22 Mei 2009 14:30 
Tim Negosiasi Tiba Jumat Ini

OPM Masih Kuasai Bandara Kapeso 
OLEH: ODEODATA H JULIA



Jayapura - Hingga hari keenam setelah dikuasainya bandara perintis Kapeso oleh 
Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) pimpinan Alex 
Makabory, dengan dua anggotanya Decky M Embiri, Cosmos Makabori di Distrik 
Mamberamo Hilir, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, masyarakat di kampung itu 
belum berani keluar rumah. 

     
Menurut Kapolda Papua Irjen Pol Bagus Ekodanto, kelompok separatis ini masih 
mengintimidasi masyarakat. Mereka juga masih mendirikan tenda di sekitar 
bandara. Jalur sungai yang biasa digunakan dan`merupakan urat nadi perekonomian 
di kabupaten ini, untuk aktivitas masyarakat dilarang difungsikan. 
  Kelompok ini hanya memperbolehkan jalur sungai dilewati KM Papua dua. Oleh 
karena itu, tim negosiasi yang terdiri dari pemuda, tokoh agama, adat, 
perempuan asal Mamberamo dan juga dari pihak gereja GKI diberangkatkan dengan 
menggunakan kapal milik Pemda Papua ini. Rencananya  Jumat (22/5) ini tim 
negosiasi sudah tiba di lokasi. 


Kapolda yang masih berada di Timika memberikan batas waktu kepada tim negosiasi 
hingga  Sabtu (23/5) besok. Jika negosiasi tidak berhasil, pihaknya akan 
melakukan tindakan represif namun tetap terukur. 


Menurut Kapolda, tim negosiasi ini setelah tiba akan berangkat menuju Distrik 
Trimuris Kabupaten Mamberamo Raya untuk selanjutnya masuk ke daerah Kampung 
Kapeso karena seluruh daerah Kapeso telah dikuasai dan ditutup oleh TPN/OPM. 

Rekrut Pemuda Kampung
Selain menduduki bandara perintis yang biasa digunakan untuk pendaratan pesawat 
berbadan kecil, kelompok ini merekrut sekitar 150 pemuda kampung untuk berjuang 
bersama mereka. Jumlah pemuda ini akan bertambah untuk menjadi pasukan TPN/OPM. 
Sumber SH di Mamberamo mengatakan, anak-anak sekolah dasar yang akan mengikuti 
ujian sebelum masuk ke sekolah juga diwajibkan menghormat terlebih dahulu 
kepada bendera Bintang Kejora. 


Menurut sumber, kabarnya Alex Makabory juga didukung pimpinan OPM lainnya 
Mathias Wenda. Kelompok mereka masuk dalam Komando Operasi (Kodap) Mamberamo 
Tami (Mamta) atau lebih dikenal dengan wilayah Markas Victory (Marvic).  
Kelompok ini memiliki senjata api jenis AK 47, minimi, dan jenis FN, serta 15 
senjata rakitan dan senjata tradisional.  Sampai saat ini lapangan perintis 
Kapeso masih dikuasai kelompok separatis dan mereka masih mendirikan 
tenda-tenda di sepanjang lapangan terbang perintis ini. n

Kirim email ke