Adikku J,Pakage dkknya;
Mari kita bangsa Papua Barat hanya secara "to the point" yaitu; segala
keributan,kekacauan,
pencurian,perampokan/perampasan,tindakan kekerasan secara sewenang-wenang
(memakai
tangan besi) pembunuhan yiwa-yiwa rakyat Papua Barat yg tiak
bersalah,kesengsaraan diri,
kemiskinan,tangisan dan air mata yg terjadi di dlm seluruh pelosok tanahair
Papua Barat dari
hari-kehari,dari minggu ke minggu,dari bulan ke bulan, dari tahun ketahun
dari sejak 1962-2009
(47 tahun) "INDONESIAN ILLEGAL OCCUPATION" di bumi Papua Barat mereka-meraka
itulah yg
menjadi: "SUMBER DARI SEGALA SUMBER PERBUATAN KEJAHATAN" di bumi Papua Barat;
lalu ber-
pura-pura bikin diri adil dan benar dan mencuci tangan-tangan kotor mereka
lalu menuduh dan
mempersalahkan OPM yg justru kini berdiri berjuang melawan dan mematikan
"racun-racun atau
sumber-sumber perbuatan kejahatan Pem:kolonial RI dan TNI/ABRI-nya di bumi
Papua Barat itulah.
Jadi, sekali lagi; janganlah mereka-mereka itu bikin diri berpura-pura dan
mencuci tangan-tangan
kotor mereka lalu menudah dan mempersalahkan OPM (Organisasi Papua Merdeka -
Free Papua Or-
ganisation).
Salam!
OPM-OIIO Malmö-Sweden.
To: [email protected]
From: [email protected]
Date: Fri, 29 May 2009 07:24:11 -0700
Subject: Re: KOMUNITAS PAPUA BETULKAH PAPUA KACAU
Dear KK Krist dan All
Sepakat bahwa pendiskreditan papua kacau dan stigma OPM yang pernah berlaku
saat orde baru kini berlaku lagi di Papua.
Semua media Nasional di Jakarta menulis bahwa yang bikin kacau adalah OPM. itu
merupakan satu bentuk permainan yang perlu disikapi serius.
Gubernur Suebu memang perlu diakui bahwa karena merasa pentingnya peran media
di seluruh kehidupan apalagi Papua maka tellah mendirikan Televisi Papua
Mandiri walaupun saat itu banyak pihak menolaknya.
Masalahnya adalah sejauh mana peran televisi Papua mandiri mempublikasi yang
sesuai kondisi papua keluar?
KOnflik Aceh bisa ada langkah maju sampai ada perjanjian helsingki lantaran
orang aceh memiliki media besar di Jakarta. Metro TV dan Media Indonesia
keduanya merupakan media besar yang selalu menyuarakan kondisi sebenarnya Aceh
di Jakarta bahkan dunia karenanya banyak pihak asing sangat tertarik untuk
membantu persoalan di Aceh.
Saya hanya bisa bayangkan jik orang Papua punya media di Jakarta, entah TV atau
media cetak dan wartawannya tersebar diseluruh kabupaten di Papua.
Media ini kemudian selalu memfollow-UP kondisi Papua dalam porsi secara intens
dan sesuai dengan kondisi dilapangan maka pasti tidak seperti sekarang yang
mana media nasional selalu menstikma bahwa jika kekerasan adalah pasti OPM.
Masalahnya sekarang Siapa orang Papua yang mau membuka media di Jakarta?
seperti Surya Palo orang Aceh yang punya Metro TV dan Media Indonesia?
Salam
John
Sekian dan Salam
--- On Fri, 5/29/09, Krist Ansaka <[email protected]> wrote:
From: Krist Ansaka <[email protected]>
Subject: KOMUNITAS PAPUA BETULKAH PAPUA KACAU
To: [email protected]
Date: Friday, May 29, 2009, 10:14 AM
Dear All,
Sejumlah gangguan keamanan yang diterjadi di Puncak Jaya, Wamena, Mamberamo dan
di Abepura, tidak mempengaruhi berbagai aktivitas di Tanah Papua.
Kegiatan sekolah mulai dari TK sampai perguruan tinggi tetap berjalan seperti
biasa. Begitupun dengan aktivitas ekonomi. Kegiatan jual beli mulai dari
kios-kios, pasar-pasar hingga ke supermarket atau mall-mall, tetap berjalan.
kenyataan ini membuktikan, bahwa kondisi keamanan di Papua kondusif. Ada
indikasi, kondisi itu diciptakan untuk mengacaukan Papua. Indikasi ini perlu
dibuktikan.
Sementara itu, kesan di luar, bahwa Papua kacau itu, disebabkan karena
publikasi dari media massa di Jakarta. Publikasi itu, cenderung mendeskreditkan
orang Papua dan cenderung menjadi alat dari pihak-pihak yang ingin mengacaukan
Papua.
Persoalan ini perlu didiskusikan lebih lanjut.
ian
Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. Rasakan
bedanya!
_________________________________________________________________
Show them the way! Add maps and directions to your party invites.
http://www.microsoft.com/windows/windowslive/products/events.aspx