Irwandi nampaknya masih mampu berpikir bahwa DPRA itu benar-benar berkiprah 
sebagai Dewan Penipu Rakyat Acheh, ironisnya si Nazar kok berani betul melawan 
atasannya. Ini orang benar-benar sudah tidak tau diri lagi. Semoga DPRA yang 
didominasi Partai Acheh dapat merasakan betapa pedihnya kehidupan mayoritas 
bangsa Acheh - Sumatra, hingga sadar tidak akan bersenang-senang diatas 
penderitaan rakyat yang diwakilinya. 
(alasytar, Acheh)




________________________________
From: Asnawi Ali <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, May 30, 2009 6:50:05 PM
Subject: [IACSF] Dihujani Kecaman, Anggota DPRA Tetap ke LN





Dihujani Kecaman, Anggota DPRA Tetap ke LN
* Komisi F ke Mesir dan Umrah
 
 
 
BANDA ACEH - Pak Dewan kita yang di DPRA bisa jadi tak pernah lupa dengan 
pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu. Soalnya, keberangkatan ke luar 
negeri (LN) tetap saja mereka laksanakan meski program ‘jalan-jalan’ itu 
dikecam dan dikritik oleh berbagai kalangan. Laporan terbaru, rombongan pertama 
dari Komisi F DPRA sebanyak 10 orang (termasuk dua staf Sekretariat Dewan) 
bertolak ke Mesir melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Mudah Blang 
Bintang, Aceh Besar, Jumat (29/5) siang dengan menggunakan pesawat Air Asia. 
Rombongan itu berangkat sekitar pukul 12.00 WIB, transit di Kuala Lumpur 
sebelum melanjutkan penerbangan ke Mesir.

 

Keberangkatan komisi yang membidangi pendidikan, adat istiadat, dan agama ke 
Mesir sempat diprotes oleh kalangan sendiri. Buktinya, tidak semua anggota 
komisi yang berjumlah 11 orang itu ikut serta dalam program ke LN ini. 
Setidaknya, Sekretaris Komisi F, Moharriadi (F-PKS) secara terang-terangan 
menolak ikut serta dalam program itu. Begitu juga dua anggota komisi lainnya, 
seperti Ahmad Habib Lubis (PBNU) dan Nurhalifah (F-Golkar). Menurut kabar, 
kedua anggota komisi yang tidak berangkat ini karena faktor usia dan kondisi 
kesehatan yang tidak memungkinkan.

 

Jumlah anggota Dewan dari Komisi F yang berangkat ke Mesir sebanyak 8 orang, 
masing-masing Burhanuddin (Ketua Komisi/sekaligus pimpinan rombongan/F- PPP), 
Zainab AR (F-PPP), Azhari Basyar (F-Golkar), Asrul Abbas SE (F-PAN), Ameer 
Hamzah (F-PBR), Yusrizal Ibrahim (F-Partai Demokrat), Ishak Kasem (F-PBB), dan 
Adiwarni Husain (F-PBB). Dalam rombongan ini juga ikut serta dua staf dari 
Sekretariat Dewan (Setwan), sehingga jumlah seluruhnya 10 orang. Rombongan 
dijadwalkan berada di Kairo, Mesir, selama tiga hari. Selama berada di negeri 
piramid itu, mereka akan melakukan pertemuan dengan Duta Besar RI di Mesir, 
mengunjungi Universitas Al-Azhar dan pertemuan dengan rektor universitas tertua 
itu. Juga ada agenda pertemuan dengan mahasiswa dan sekaligus mengunjungi 
asrama mahasiswa Aceh. “Di luar agenda itu saya tidak tahu. Apakah ada 
perubahan agenda juga saya tidak tahu,” kata sumber Serambi.

 

Ketua juga berangkat 
Setelah melakukan kunjungan ke Mesir, rombongan akan bertolak ke Arab Saudi 
untuk melakukan umrah selama dua hari. “Dari Arab Saudi inilah, kemungkinan 
rombongan kembali ke Tanah Air,” katanya. Ketua DPRA, Sayed Fuad Zakaria yang 
ditanyai Serambi, Jumat (29/5) mengatakan, program kunjungan kerja (kunker) 
anggota dewan ke LN tetap dilaksanakan, karena izin dari Mendagri sudah keluar. 
“Kalau dulu kita tidak jadi berangkat, karena belum keluar izin Mendagri, 
tetapi ini telah keluar, maka tetap kita laksanakan,” katanya.
 


Ketika ditanyai permohonan izin ke Mendagri tersebut atas rekomendasi 
siapa--sebab Gubernur Irwandi Yusuf tidak bersedia menandatangani rekomendasi- 
-Sayed Fuad Zakaria tidak memberi jawaban yang jelas. “Pokoknya izin itu sudah 
ada,” katanya sambil tertawa. Menurut Sayed, kunker ini tidak dilakukan secara 
serentak, tetapi bergelombang. Bahkan dirinya sendiri juga akan berangkat pada 
giliran terakhir. “Saya akan berangkat, tetapi rombongan terakhir,” ungkapnya. 
Menanggapi kritikan dari berbagai kalangan, Sayed Fuad tidak banyak memberi 
tanggapan. “Saya kira itu ada manfaatnya, kan bisa menjadi dokumentasi 
nantinya,” ujar Sayed, singkat.
 


Lolosnya program kunker Komisi F DPRA ke ke Mesir tidak terlepas dari peran 
Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar yang telah memberi rekomendasi permohonan 
izin ke Mendagri. Sebab sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf telah menolak 
untuk menandatangi rekomendasi permohonan izin tersebut. Wagub Muhamamd Nazar 
yang dikonfirmasi Serambi, tadi malam mengakui kalau pihaknya yang menandatangi 
rekomendasi permohonan izin tersebut. “Tetapi saya hanya menandatangi izin 
rekomendasi ke Mesir saja untuk Komisi F, selain itu tidak ada saya 
tandatangani,” katanya.
 


Menurut Nazar, pihaknya mempunyai alasan yang kuat untuk menandatangi 
rekomendasi tersebut. Karena beberapa waktu lalu Pemerintah Mesir melakukan 
kunjungan kerja ke Aceh, dalam kesempatan itu mereka turut membicarakan soal 
pembangunan asrama internasional untuk mahasiswa Indonesia yang ada di negara 
tersebut. Kemudian mereka mengundang anggota DPRA untuk melakukan kunjungan ke 
Mesir guna meninjau langsung lokasi tanah yang dihibah untuk pembangunan asrama 
tersebut. Tidak semua mendapat fasilitas untuk ikut serta dalam pembangunan 
asrama tersebut, kecuali bagi daerah yang memiliki mahasiswa mayoritas di 
Mesir. “Maka saya bersedia menandatangi rekomendasi itu karena keperluan untuk 
pembangunan asrama yang akan dianggarkan dalam APBA 2010. Sebab Sumatera Utara 
juga sudah setuju dan mereka telah menganggarkan dana dalam APBD tahun ini,” 
ujar Nazar. Biaya keberangkatan Pak Dewan ke LN, sepenuhnya ‘menguras’ uang 
daerah, bukan ditanggung oleh
 pemerintah negara tujuan. Menurut informasi setiap anggota diplotkan dana Rp 
50 juta untuk program jalan-jalan ini.(sup) 
 
 
http://serambinews. com/news/ dihujani- kecaman-anggota- dpra-tetap- ke-ln
  

   


      

Kirim email ke