Hello!
Saya masih ingat pengalaman saya pada akhir Dec;1962 saya juga turut team
Mahasiswa
Papua Barat yang pertama (I) di urus oleh Dr.Sujarwo Condronegoro SH Kepala
Perwakilan
RI yang pertama (I) di Papua Barat dan berbasis di Dok 5 Kota Pelabuhan
Hollandia alias "
Jayapura," pergi kunjungi seluruh Indonesia malai dari Sabang Acech-Sumatra
sampai di
Ambon Ibukota Republik Maluku Selatan (RMS) dan permulaan tahun 1963
kembali ke Papua
Barat dan bekerja seperti biasa di Kantor Bank NHM Hollandia;pada bln mei
thn yang sama
saya ikut team Mahasiswa Papua Barat untuk keduanya sampai di kota
Medan-Sumtra;dari
permulaan tahun itu sampai dengan pertengahan tahun 1964 kota Medan dan
Lapangan Pe-
sawat Polonia dipakai sebagai basis utama "Penggayangan Melaisia" dan
Panglima Kommando
Pengganyangan Malaisia diwaktu itu ialah Panglima Mokoginta kami para
mahasiswa Papua
Barat pernah bertemu dan berpegang tangan dengan Panglima
Mokoginta;Panglima Komman-
do Pengganyangan Malaisia di lapangan Polonia. Dan sesudah itu kami ream
Mahasiswa kem-
bali ke Papua Barat. Pengganyangan itu gagal karena Pemerintah Kearajaan
Inggris masuk
tengah-tengah menolong Malaisia dan berperang melawan dan mengalahkan
ambisi perang
yang meluap-luap dari President RI Mr.Sukarno oleh sebab itu hati-hatilah
jangan terjadi yang
keduanya dan pastilah Indonesia juga yang akan memikul kekalahan; mohon
maaf ini hanya
kommantarnya saja.
Salam!
OPM-OIIO Malmö-Sweden
> To: [email protected]
> From: [email protected]
> Date: Sun, 7 Jun 2009 10:53:42 +0000
> Subject: [nasional-list] Re: Presiden: Hentikan Provokasi Malaysia -
> Indonesia Akan Tegas Jika Malaysia Terus Provokasi
>
> Wktu saya masih di SMA, bung Karno sebagai Panglima Tertinggi memerintahkan
> Angkatan Perang kita mengepung semenanjung dan perbatasan Kalimantan utara.
>
> Tak ada istilah berunding, perbatasan RI ya perbatasan RI.
>
> Kala itu, kapal kapal tempur kita, termasuk sebuah Penjelajah (Cruiser) dan
> kapal kapal selam siap mengaum.
>
> Indonesia kala itu masih di TAKUTi, sekarang, ditertawakan orang..
>
> Salam
> Danardono
>
> --- In [email protected], Lusi <lus...@...> wrote:
> >
> > Lho, perbatasan milik kita sendiri kok dirundingkan. Yang mau
> > dirundingkan itu apanya? Bagi-bagi garis wilayah? Ini tanda-tanda
> > kurang baik. Akhir dari perundingan biasanya kompromi. Kalau
> > mempertahankan wilayah, yah nggak usah berunding. Yang melanggar -
> > pukul mundur. Kalau kita serius mempertahankan wilayah kita sendiri,
> > baru mereka mau menghargai kita. Ide berunding dalam masalah
> > perbatasan wilayahnya sendiri itu sudah mengandung mengharapkan
> > sesuatu kompromi dalam perundingan. Ini masalah wilayah Indonesia
> > yang sudah diproklamirkan sejak 17 Agustus 1945! Kita harus tegas.
> > Jangan bersikap: akan - akan! Ini bahasa orang bimbang!
> > Lusi.-
> >
> > Am 02:49 07.06.2009 schrieb HKSIS:
> > >
> > >Indonesia Akan Tegas Jika Malaysia Terus Provokasi
> > >
> > >
> > >
> > >Sabtu, 06 Juni 2009 | 22:04 WIB
> > >
> > >TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah menyatakan akan bertindak
> > >lebih tegas atas pelanggaran wilayah kedaulatan Republik Indonesia
> > >oleh Malaysia yang terjadi di perairan Ambalat. Upaya perundingan
> > >meLalui negosiasi dan diplomasi tetap akan diutamakan tetapi
> > >pemerintah dipastikan akan mengambil sikap lebih tegas jika
> > >provokasi Malaysia di Ambalat terus berlanjut.
> > >
> > >"Kalau terus menggangu, Bapak Presiden menegaskan kalau sudah
> > >menyangkut kedaulatan adalah harga mati dan kita akan mengambil
> > >mekanisme lain yang lebih tegas," kata Ketua Komisi Pertahanan DPR
> > >Theo L Sambuaga usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di
> > >Kantor Presiden, Sabtu (06/06).
> > >
> > >Senin malam, Tim dari komisi pertahanan akan berangkat ke Malaysia
> > >untuk bertemu dengan pimpinan parlemen dan komisi terkait di negeri
> > >jiran itu. "Intinya kita ingin meyakinkan melalui parlemen supaya
> > >bersama-sama menjaga hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia," katanya.
> > >
> > >Selain itu, Tim itu juga meminta agar pihak militer Malaysia tidak
> > >terus-menerus melakukan provokasi di perairan Ambalat. Provokasi,
> > >kata dia, jelas memperburuk hubungan baik kedua negara bertetanga itu.
> > >
> > >Dalam pembicaraan yang berlangsung kurang lebih 1,5 jam itu,
> > >Presiden menegaskan, soal kedaulatan adalah harga mati dan
> > >pemerintah serius dalam hal ini. Sementara menurut Theo, perairan
> > >ambalat jelas merupakan wilayah kedaulatan RI dan Malaysia yang
> > >mengklaim wilayah tersebut.
> > >
> > >Pembicaraan tersebut juga membahas upaya pemberdayaan dan
> > >meningkatkan hubungan bilateral dan multirateral. Hal lain,
> > >pemerintah juga menyatakan komitmen untuk terus meningkatkan alokasi
> > >anggaran alutsista dan mengembangkan industri strategis di dalam negeri.
> > >
> > >Sementara itu, Menteri Kordinator Politik dan keamanan Widodo A.S
> > >menyatakan meskipun upaya perundingan terus berlanjut tetapi
> > >langkah-langkah untuk melakukan efektif control melalui gelar
> > >kekuatan terus dilakukan. "Pemerintah Indonesia berkaitan dengan
> > >kedaulatan sangat tegas," katanya.
> > >
> > >Menurutnya, seluruh proses akan terus diefektifkan untuk mencapai
> > >kesepakatan dan diharapkan selama proses itu berlangsung semua pihak
> > >menjaga diri untuk tidak melakukan provokasi dilapangan.
> > >
> > >
> > >
> > >GUNANTO ES
> >
>
>
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
_________________________________________________________________
Windows Live™: Keep your life in sync. Check it out!
http://windowslive.com/explore?ocid=TXT_TAGLM_WL_t1_allup_explore_012009