Jawa Pos
[ Minggu, 07 Juni 2009 ] Perampok Bunuh Bidan Senior di Kamar Mandi IDI RAYEUK - Gerombolan perampok semakin berani dan sadis. Untuk merampas harta benda korbannya, mereka tidak segan membunuh. Korban itu adalah Nurul Hayati, bidan senior Puskesmas Simpang Ulim, Aceh Timur. Perempuan berusia 42 tahun tersebut ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumahnya, kompleks Puskesmas setempat, Jumat, 5 Juni, sekitar pukul 19.00 WIB. Hasil pemeriksaan polisi menunjukkan beberapa barang korban hilang. Barang itu, antara lain, perhiasan emas berupa kalung, gelang, dan cincin. Juga uang tunai Rp 2 juta dan dua unit telepon seluler. Saat perampokan berlangsung, suami korban, Saiful, sedang berada di Masjid Gampong yang berjarak beberapa ratus meter dari rumah korban. Pengawas UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Simpang Ulim sempat berbincang dengan beberapa orang di masjid tersebut. Hal seperti itu sering dilakukan suami korban. Karena itu, dia tidak merasa ada yang aneh pada malam itu. Apalagi, saat itu dia sedang buka praktik umum di rumahnya tadi. Diduga, ketika sang suami ke masjid, gerombolan perampok itu masuk ke dalam rumah lewat pintu ruang praktik yang jarang dikunci. Mereka langsung menyusup dan menyergap korban yang sedang berwudu di kamar mandi. Saat aksi perampokan sadis itu berlangsung, warga sekitarnya tidak mendengar kegaduhan atau teriakan minta tolong. Diduga, pelaku membekap mulut korban sembari menghujamkan pisau. Peristiwa perampokan sadis itu baru diketahui saat suami korban pulang dari masjid sekitar pukul 19.30. Saat sampai di depan rumah, dia curiga melihat pintu luar ruang praktik terbuka. Kecurigaan tersebut semakin memuncak ketika dia melihat tas korban jatuh di lantai dan ada sarung pisau di atas meja. Akhirnya suami korban langsung bergegas masuk ke rumah sambil memanggil korban, namun tidak ada sahutan dari korban. Saat masuk rumah, suami korban terkejut melihat isi rumah berantakan dan langsung mencari istrinya. Dia sangat terkejut melihat tubuh istrinya tergeletak di kamar mandi dalam keadaan bersimbah darah dengan posisi telungkup. Pemeriksaan petugas menunjukkan adanya luka di ulu hati, dada kiri, dan perut. Juga ditemukan luka robek di telapak tangan kiri dan luka memar bekas pukulan benda tumpul di tengkuk belakang. Kapolres Aceh Timur AKBP Ridwan Usman melalui Kapolsek Simpang Ulim Ipda Jufriyal mengatakan, sejauh ini pihaknya masih mengembangkan kasus itu dan terus mencari pelaku pembunuhan terhadap bidan tersebut. ''Kasusnya masih dalam penyelidikan,'' ujarnya. (dai/jpnn/ruk)
<<73623large.jpg>>
