Refelksi : Selama ini tidak ada komitmen penegakan HAM Di Papua? 

Cendrawasih Pos
27 Juni 2009





Komitmen Penegakan HAM di Papua 
Janji Boediono pada Safari Politiknya di Jayapura

 
JAYAPURA-Kasus-kasus pelanggaran HAM yang selama ini masih banyak terjadi di 
Papua, ke depan, diharapkan tidak lagi terulang. Demikian salah satu janji yang 
ditebarkan Cawapres nomor urut 2, Boediono saat safari politik di Kota 
Jayapura, kemarin. 

Ia mengatakan, jika dirinya yang berpasangan Capres SBY dipercaya memimpin 
bangsa lima tahun ke depan, maka salah satu komitmen mereka adalah penegakan 
HAM di Indonesia, termasuk Papua. "Di semua daerah di Indonesia, penegakan HAM 
jadi komitmen kami bersama pak SBY,"katanya menjawab pertanyaan Cenderawasih 
Pos, usai sholat Jumat di Masjid Al Fitra, Perumahan Jaya Asri Entrop, kemarin. 
Sementara itu, kepada wartawan Boediono mengakui, tidak banyak menyinggung 
masalah Ekonomi di depan massa di PTC, lantaran waktu cukup terbatas."Jadi 
benar saya tidak masuk ke masalah ekonomi,"jelasnya.

Namun Boediono mengaku, cukup kagum dengan sambutan dari tokoh masyarakat, 
kepala suku, tokoh agama dan masyarakat Papua. "Semuanya nampaknya merasa bahwa 
Papua perlu perhatian, dan kita tentunya akan memberikan perhatian itu untuk 
ditingkatkan lagi,"tambahnya. Ia pun mengatakan, membangun Papua harus dengan 
menggunakan hati,daripada hanya hitung-hitungan proyek-proyek. Sebelum Shalat 
Jumat, Boediono sempat mengunjungi pasar rakyat di samping PTC Entrop. Setelah 
itu, pertemuan terbatas sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan 
para kader partai pendukung SBY-Boediono. Meski bukan datang berorasi kampanye, 
namun kedatangan Boediono di PTC sempat disambut yel-yel dan tarian adat. Di 
pasar PTC, Boediono hanya sekitar lima menit. Selain melihat dari dekat kondisi 
pasar, juga sempat dialog singkat beberapa penjual sayur. Ia sempat menggendong 
seorang bocah. 

Saat di PTC kemarin, pertemuan terbatas dengan tajuk Boediono mendengar, 
diawali ucapan selamat datang sekalis laporan ketua tim Kampanye Daerah, Yusak 
Yaluwo,Sh,M.Si. Setelah itu, dilanjutkan sambutan Korwil 9 Timnas SBY-Budiono 
untuk Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Malut, Fredy Numberi.  Pada 
intinya Numberi mengajak masyarakat Papua, mendukung pasangan Capres/Cawapres 
SBY-Boediono pada Pilpres 8 Juli mendatang. Sebab diakui, selama kepemimpinan 
SBY, 4 tahun berjalan, sudah banyak  hal dilakukan, tapi tentunya akan lebih 
baik lagi dilanjutkan  kedepan, termasuk Papua.

Diakui, banyak masalah dihadapi, tapi diyakini semua itu tidak bisa dijawab 
seperti membalikkan telapak tangan. "Dengan komitmen SBY-Budiono ini, untuk 
membangun Indonesia, lebih aman, adil dan sejahtera dan demokratis, saya yakin 
Tanah Papua pun akan diangkat, lebih aman, adil dan sejahtera,"jelas Numberi. 
Sementara itu, mengawali sambutannya, Boediono menyatakan rasa kagumnya 
terhadap keindahan dan kekayaan alam Papua, khususnya Kota Jayapura. "Papua 
begitu besar potensinya, tapi saya katakan bukan hanya besar tetapi indah 
alamnya. Kita jaga, tetapi juga kita kelola untuk kesejahteraan 
masyarakat,"katanya.

Ia juga melihat telah banyak kemajuan pembangunan di Papua, akan terus 
dilanjutkan. "Banyak sekali pejabat putera Papua yang menduduki jabatan 
strategis di daerah. Di tingkat nasional semoga dalam waktu depan 
Number-Numberi lain banyak lagi,"janjinya. Dikatakan, salah satu kebijakan yang 
akan dilakukan bila terpilih nantinya adalah upaya memajukan sumber daya 
manusia di berbagai provinsi, termasuk Papua ini.  "Saya beri kesempatan bagi 
putera Papua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi,sehingga nantinya 
mendapatkan jabatan lebih tinggi,"katanya  disambut yel-yel lanjutkan.

Dijelaskan, untuk maju memimpin bangsa ini menjadi besar, putera Papua memiliki 
kesempatan yang sama dengan daerah lainnya. " Dan kami sangat mendukung untuk 
maju memimpin bangsa ini kedepan,"ujarnya. Kedua lanjutnya, jika melihat tema 
utama dari pemerintahan yang diinginkan pasangan SBY-Budiono adalah 
pemerintahan yang bersih, tidak dinodai oleh penyelewengan, korupsi, dan 
lainnya. Kesemuanya itu untuk kepentingan melayani rakyat bukan pejabat. Jadi, 
pemerintahan untuk rakyat, bukan untuk pejabat atau kelompok tertentu tapi 
kembali ke masyarakat. "Ini lah tema utama yang saya  kira akan menjadi langkah 
yang paling penting kedepan ini bagi kita untuk maju dan bersaing dengan 
bangsa-bangsa lain. Tidak bisa tidak. Kita harus mempunyai pemerintahan yang 
bersih Dan melayani rakyatnya,"katanya bersemangat.

Kekayaan alam yang melimpah, harus dikelolah baik demi kesejahteraan rakyat. 
"Kita akan mendukung dari pusat, apakah itu infrastruktur, tentunya 
bersama-sama dengan Pemda. Dalam era Otda, Pemda pegang peranan penting. Dana 
sudah banyak mengalir ke daerah, pusat tetap membantu berupa dana maupun 
dukungan lain, apakah itu keahlian di bidang tertentu yang belum tersedia di 
Papua. Pak SBY dan saya sangat berharap peran kita di tengah-tengah masyarakat. 
Gunakan waktu sebaik-baiknya, saudara-saudara ujung tombak dari kami untuk 
bekerja di tengah-tengah masyarakat dalam memenangkan SBY-Budiono,"ujarnya. Ia 
juga mengingatkan massa pendukungnya tidak termakan isu yang berkembang 
belakangan ini. "Jangan termakan isu, Pilpres menang kabinet akan dipilih dari 
putera-putri terbaik bangsa. Itu nanti kalau menang. Istilahnya jangan 
takabur,"tambahnya. Sementara itu rencana mengunjungi Pasar Youtefa Kotaraja, 
terpaksa  diurungkan lantaran Boediono harus mengejar waktu melanjutkan safari 
polotiknya ke Kupang.(don) 

<<UTM.jpg>>

Kirim email ke