Reflekisi: Apakah bantuan internasional sebesar US$ 4,-- milyar cepat habis 
karena dimakan rayap BRR bersama konco-konco bin sobat kentalnya maka oleh 
karena itu  masih ribuan korban tsunami masih terlantar?

http://jawapos.com/index.php?act=cetak&id=28
[ Jum'at, 07 Agustus 2009 ] 


Ribuan Korban Tsunami Aceh Masih Telantar 

PANTON LABU - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aceh Future menemukan 1.881 
kepala keluarga korban gempa dan tsunami akhir 2004 di Kabupaten Aceh Utara dan 
Aceh Timur belum menerima rumah bantuan. Mereka masih telantar.

Tidak hanya itu, rumah darurat yang mereka tinggali sekarang ini juga telah 
lama rusak. Akibatnya, warga kawasan perkampungan nelayan terpaksa mengungsi ke 
tempat kerabat atau sanak famili. Padahal, warga tersebut sudah sejak lama 
terdata di Badan Rekontruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh.

Koordinator LSM Aceh Future Razali Kamis (6/8) menyebutkan, temuan terbaru itu 
menunjukkan belum maksimalnya kinerja BRR selama ini. Artinya, masih banyak 
korban yang belum mendapatkan jatah rumah bantuan. Data tersebut ditemukan 
sejak dua bulan terakhir dan dikumpulkan langsung dari para korban di 
kawasan-kawasan yang tidak tersentuh bantuan. Misalnya, di sejumlah desa 
nelayan di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. 

Di antara korban belum mendapat bantuan, yang terbanyak terdapat di Kabupaten 
Aceh Utara (1.700 KK). Sisanya, 181, di Aceh Timur. Menurut Razali, ada tiga 
kategori hak para korban yang belum terpenuhi. Yakni; rekonstruksi (1.407 KK), 
rehabilitasi (499 KK), dan relokasi (36 KK). 

Kategori relokasi meliputi korban yang pindah dari Banda Aceh dan saat ini 
menetap di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. "Mereka pindah sesaat setelah 
terjadi tsunami di Banda Aceh ke Langkahan dan telah terdata di BRR. Namun, 
hingga kini belum mendapatkan bantuan rumah," ujar Razali.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah beberapa kali melaporkan data korban 
tersebut ke gubernur Aceh. Bahkan, telah lima kali. Namun, hingga kini belum 
ada respons apa pun. Begitu juga laporan ke pihak Palang Merah Irlandia, tapi 
juga belum direspons. 

Selain itu, dua pejabat daerah setingkat bupati di dua daerah tersebut juga 
telah dihubungi. Mereka diberi tahu persoalan masih banyaknya korban yang belum 
mendapatkan rumah bantuan dan bantuan lainnya sesuai dengan kategori korban. 
"Kami juga sudah berusaha ingin menemui gubernur secara langsung. Namun, belum 
berhasil. (mag-28/jpnn/end)

Kirim email ke