Nama Indonesia itu digunakan Jowo sebagai topeng agar politik ewuhpakewuh dapat 
dijalankan secara aman tanpa kecurigaan pihak non Jowo. Justru itu Acheh - 
Sumatra,
West Papua dan RMS sudah semestinya menyadarkan bangsanya agar tidak menjadi 
politik ewuhpakewuh yang lebih berbahaya dari politik devide et empere yang 
diwarisi 
Belanda kepada wong Jowo.

Kepada orang jawa yang benar-benar Islami, saya mohon maaf. Anda pastinya tidak 
sependapat dengan Jowo yang berideology Ewuhpakewuh Ken Anggrok itu. Hal ini  
disebabkan ibertentangan dengan pedoman dari Pemilik Dunia ini, Al Qur-an dan 
Itrah 
Nabi Suci. Persisnya anda umpama "udang" dalam keranjang "sabai". Konsumer 
tidak 
melihat udangnya tapi yang dilihat adalah sabainya.  Kami Acheh juga tidak 
semuanya
 memiliki pandangan hidup yang benar macam anda. Malah akibat intervensi 
ideology 
kejawen ke Acheh setelah Belanda hengkang dari Nusantara ini sampai sekarang 
sudah banyak orang Acheh yang terkontaminasi kebudayaan enggeh-enggeh. Kami 
tetap me
mandang saudara-saudara sebagai orang yang patut kami hormati.


Salam Ramadhan!!!
"Betapa banyak orang yg berpuasa, tapi
mereka tidak mendapat apa-apa kecuali 
lapar dan dahaga"  (hadist) 



________________________________
From: Muhammad al qubra <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Sent: Wednesday, August 26, 2009 11:38:52 AM
Subject: [Lantak] Vedr. [IACSF] WIBAWA PA DIUJI : Tak Ditolerir, Pelantikan 
Anggota DPRK  Pakai Baju Adat...

  
 
Indonesia = Hindunesia = Hindu = Kejawen = Ketoprak = 
Enggeh-enggeh = Ewuhpakewuh
 
Njankeuh system hindunesia, ken Iseulam tapi hindu meubalet ngen on pajeh . 
Qur-an na, paken hana djitjok keupeudoman pakriban kheun Po teuh lamhai sueue 
pakaian? Di awak njeng kameudarah asoe ngen hindu meubalet ngen Islam mistik 
kejawen handjeuet pakek pakaian adat Acheh, desja. Meuseue hukom Tuhan hana 
dingui hana desja. Kheun Wali nanggroe, njan awak njeng kameunan pajah 
tapeutjrok ngen bajonet, kenle ngen narit, lageekheun tgk Tarmizi Australia. 
Karoh lon ulang kheun tgk Australia meuseubab takalen awak geutanjoe manteng le 
njeng ikot tekhnik Enggeh-enggeh bak meuhadap ngen Jawa. Meuseubabnjan tekhnik 
tgk ustralia leubeh jitu tjara pandang Jowo 

 
From: jems abang 
Date: Wed, 26 Aug 2009 01:28:02 +0700
To: <ia...@yahoogroups. com>
Subject: Re: [IACSF] WIBAWA PA DIUJI : Tak Ditolerir, Pelantikan Anggota DPRK 
Pakai Baju Adat...
  
nyan keuh kala geenyan hai tgk , bajee adat  bangsa drotueh han dibri pakek lee 
, tuema ho taba marwah bangsa gara2 jak bak kanto  DPRK bajee adat drotueh 
handibri le pakek , meunyo lagee nyan neutheun droe tuema oh ukeu chit ka 
leubeh lom  han dibri peu yg tapake meuenurut adat geutanyo aceh .


Pada 24 Agustus 2009 15:17, Teuku Mulya Johansyah <mulyajohansyah@ gmail.com> 
menulis:

  
>Tak Ditolerir, Pelantikan Anggota DPRK Pakai Baju Adat 
> 
>SIGLI - Pagi ini, Senin (24/8), 45 anggota legislatif terpilih untuk Kabupaten 
>Pidie periode 2009-2014, dilantik. Tidak seorang pun di antara mereka 
>diperbolehkan memakai baju adat Aceh saat pelantikan, meski 34 anggota dewan 
>yang terpilih dari Partai Aceh (PA) sangat menginginkannya.
>
>Meski sudah berlangsung beberapa kali pelantikan anggota DPRK di 
>kabupaten/kota di Aceh, sebagai hasil Pileg 2009, tapi baru di Pidie untuk 
>pertama kalinya terungkap ada keinginan dari politisi PA tampil mengenakan 
>pakaian adat Aceh saat dilantik sebagai wakil rakyat. Tapi keinginan itu 
>kandas, karena bertentangan dengan aturan protokoler yang sudah baku dalam 
>seremoni pelantikan anggota dewan.
>
>“Ya, sebelumnya kami rencanakan akan memakai baju adat Aceh saat dilantik 
>menjadi anggota dewan terpilih dari PA. Namun, karena terbentur aturan, maka 
>niat kami terpaksa diurungkan,” ujar Muhammad STHI, salah satu anggota dewan 
>terpilih dari PA, kepada
> Serambi via telepon selulernya, Minggu (23/8).
>
>Menurut Muhammad, berdasarkan hasil musyawarah internal kader-kader partai 
>yang merebut kursi terbanyak di DPRK Pidie itu, semua mereka akan mengenakan 
>baju adat Aceh saat dilantik sebagai wakil rakyat. Lagi pula, pakaian adat itu 
>yang mereka kenakan saat foto kampanye mereka dipajang di sejumlah tempat 
>strategis dulunya.
>
>“Tapi setelah kami koordinasikan dengan pihak Sekwan DPRK Pidie, ternyata 
>pakaian adat yang hendak kami kenakan saat pelantikan itu tidak ditolerir. 
>Alasan Sekwan, saat anggota dewan dilantik wajib mengenakan baju setelan jas 
>dan berpeci hitam. Sudah begitu aturan protokolernya,” sebut Muhammad mengutip 
>penjelasan Sekwan DPRK Pidie.
>
>Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Ir Iskandar Idris MSi kepada Serambi 
>usai acara geladi bersih, Minggu (23/8) kemarin, mengatakan bahwa protokoler 
>sudah mewajibkan pria anggota dewan yang dilantik harus mengenakan
> setelan jas dan berpeci hitam. “Ini harus disesuaikan dengan agenda 
> protokoler dan sebagaimana yang dikehendaki oleh tata tertib (tatib) dewan 
> dan keputusan Mendagri yang disusul dengan suratnya,” sebut Iskandar Idris.
>
>Ia sebutkan, pelantikan yang dipusatkan di Gedung DPRK Pidie itu, diamakan 
>oleh sejumlah personel dari aparat Kepolisian Resor Pidie.. Juga dihadiri oleh 
>300 undangan, termasuk Gubernur Aceh. Kapolres Pidie, AKBP Moffan MK, kepada 
>Serambi melalui telepon selulernya mengatakan, untuk mengamankan acara 
>pelantikan 45 anggota dewan terpilih untuk periode 2009-2014 itu akan dikawal 
>sebanyak 1/3 dari jumlah total anggota Polres Pidie.
>
>“Pada hari pelantikan kami kerahkan 279 personel pengamanan, dibantu beberapa 
>personel dari TNI dan POM,” sebut Moffan. Menurut Moffan, 24 jam sebelum 
>pelantikan dilakukan, pihaknya sudah mensterilkan lokasi pelantikan, juga 
>jalan menuju tempat acara. “Kami usahakan semaksimal
> mungkin agar acara penting ini berlangsung aman dan tertib,” ujar Moffan. 
> (c43) 
________________________________


Alt i ett. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk. 
   


      

Kirim email ke