Droeneuh bekle neudjampu urusanlon. Njoe lonpeuingat keuneulheueh dan neuingat 
beusep. Watee lon seukak meumeumet hana. Na deudeunge?




________________________________
From: omar puteh <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, August 26, 2009 1:09:07 AM
Subject: Re: [kuasa_rakyatmiskin] Vedr. Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang 
haram !!! dimana syariat islam ???

  
Aqidah sesat, jalan ke "pintu gerbang"-pun tidk tahu arah lagi! 

--- On Fri, 8/21/09, Muhammad al qubra <acheh_karbala@ yahoo.no> wrote:


>From: Muhammad al qubra <acheh_karbala@ yahoo.no>
>Subject: [kuasa_rakyatmiskin ] Vedr. Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram 
>!!! dimana syariat islam ???
>To: lan...@yahoogroups. com, oposisi-list@ yahoogroups. com, Komunitas_Papua@ 
>yahoogroups. com, kota_jakarta@ yahoogroups. com, kuasa_rakyatmiskin@ 
>yahoogroups. com, p...@yahoogroups. com, politikmahasiswa@ yahoogroups. com, 
>gamrms...@yahoogrou ps.com, am...@yahoogroups. com, achehn...@yahoogrou ps.com
>Date: Friday, August 21, 2009, 2:20 PM
>
>
>  
>http://achehkarbala .blogspot. com/
> 
> 
> 
>Dulu ketika alqubra masih di Acheh - Sumatra pernah terjadi diskusi yang 
>paling serius di Suatu arena training. Al Qubra bertugas untuk memberikan 
>materi tentang Aqidah dan Ideology terpaksa melayani partisipan yang belum 
>puas terhadap materi sebelumnya. Pasal apakah yang membuat mereka tidak puas?  
>Pasal merokok, haram atau makruf. Sebahagian mereka berpendapat haram 
>sementara yang lainnya berpendapat makruh. Alqubra katakan bahwa persoalan 
>tersebut takakan selesai dan kita terperangkap pada persoalan ranting dimana 
>kita melupakan pokok dan akarnya persoalan. Akar persoalan kita sebagai Muslim 
>adalah system. Secara ideology system terbagi kepada dua, system 
>Allah/Kedaulatan Allah dan system Thaghut. Selama kita belum mampu melepaskan 
>diri dari belenggu Taghut Hindunesia, selama itulah kita senantiasa 
>bernmasalah dalam beragama. 
> 
>Sekarang di medan internet ini juga terperangkap dalam persoalan yang sama, 
>mengapa?  Kenapa kita asik mempersoalkan halal - haramnya bunga bank sementara 
>persoalan akarnya adalah system. Andaikata kita mampu keluar dari System 
>Taghut Hindunesia yang korupt itu, kita tidak akan bengong seperti ini. 
>Bagaimana mungkin kita berbicara haramnya bunga bank sementara system yang 
>dianut tidak pernah menggunakan UUD Islam sebagai dasarnya berpijak. Dasar 
>mereka berpijak adalah Pancasila UUD 45 dan KUHP (baca Kasih Uang Habis 
>Perkara) Itulah sebabnya kita harus memerdekakan diri dulu dari system Tafhut 
>Hindunesia. Apabila System Negara Sudah Islam barulah Bank Islam dapat 
>direalisasikan. Bank Islam harus milik Negara bukan milik Pribadi. Sebab tidak 
>ada proses cari untung disana tapi pelayanan Keuwangan kepada Rakyatnya secara 
>Islami. Negara berdaya upaya setiap warga negara musti mencapai finansialnya. 
>Kalau semua warga negara tercapai finansialnya
> barulah kita berbicara halal haram. Semoga tidak ada yang salah menafsirkan 
> maksud al Qubra bahwa bunga bank tidak  haram. Tapi siapa yang terkena hukum 
> haramnya? 
> 
>Kalau orang kaya menyimpankan uang di bank untuk memakan bunganya, jelas orang 
>tersebut makan riba. Andaikata orang kaya tersebut termasuk orang yang 
>beriman, bagaimana caranya apakah membiarkan saja bunga itu dimakan orang Bank 
>sebagaimana orang kaya di Saudi Arabia mendeposito uangnya di Bank-bank 
>Amerika dan Eropa. Sebagian mereka tidak mau mengambil bunganya takut berdosa. 
>Lalu bunga tersebut dikirim orang yang berwenang di Bank-bank tersebut untuk 
>membeli senjata bagi Israel dalam memerangi Muslim Palestina? Sedungu itukah 
>orang kaya di Acheh - Sumatra, Pejabat dan Ilmuwan Hindunesia?  Andaikata 
>pihak bank sendiri yang memakan bunga siapa yang bedosa? Apakah hanya pegawai 
>bank saja?  Sekali lagi inilah System. Semua yang bersatupadu dalam system 
>tersebut bukan sekedar berdosa tapi sirna Aqidahnya. Kalau sekedar persoalan 
>dosa masih dapat kita minta ampun alias bertobat sebab kita masih memiliki 
>modal (baca orang yang benar Aqidahnya,
> masih utuh perangkat akarnya) tapi kalau Aqidah sirna, perangkat akar 
> terjejas, terhempas, nerakalah tempatnya kelak (nauzubillahi min zalik) 
> Ketika tentara dan polisi membunuh bangsa Acheh- Sumatra apakah hanya mereka 
> saja yang masuk neraka kelak? Pastinya tidak Kedhaliman yang dibuat tentara 
> dan polisi, pegawai bank dan seluruh lembaga negara lainnya semuanya kembali 
> kesystem. (baca semua orang yang bersatupadu dalam system tersebut Neraka 
> tempatnya kelak. Jadi apa gunanya kita bicara halal - haram kalau kita 
> termasuk orang-orang yang bersatupadu dalam system taghut yang dhalim dan 
> korup??? 
> 
>Andaikata pengusa Saudi Arabia dan para ilmuwannya mayoritas Muslim Pasti 
>kerajaan Assaud itu berobah menjadi Republik Islam Saudi Arabia. Kalau mereka 
>terpaksa juga mendepositokan uangnya di bank-bank Eropa dan Ameika, bunganya 
>musti diambil untuk kaum dhuafa di Saudi Arabia Sendiri. Bunga tersebut haram 
>buat orang kaya tapi tidak haram bagi orang miskin. dan dapat digunakan untuk 
>membeli senjata bagi orang-orang yang sedang teranianya macam di Palestina. 
>Tapi kalau ada orang kaya yang meminjamkan uangnya kepada masyarakat untuk 
>konsumsi, bunganya itu tetap haram bagi orang kaya tersebut dan harampula bagi 
>simiskin yang memakannya, kenapa? Sebabnya bunga tersebut hasil mendhalimi 
>masyarakat biasa. Kalau ada pejabat Indonesia atau ilmuwan Hindunesia 
>mengatakan orang Acheh makan riba, sesungguhnya mereka itu sama dungunya 
>dengan orang kaya dalam system Saudi Arabiya yang secara tidak langsung telah 
>mendhalimi Muslim Palestine. Mereka itu terkena
> pepatah: "Gajah dipelupuk mata tidak kelihatan tapi semut diseberang laut 
> jelas kelihatan". 
> 
> Kalau yang makan bunga bank itu orang kaya Acheh, jelas haram hukumnya tapi 
> apa bedanya diantara ilmuan Hindunesia dan pejabat yang mengabdi kepada 
> Taghut Pancasila dan orang kaya Acheh yang makan Riba?  Mereka secara pelan 
> tapi pasti akan menuju Neraka juga(nauzubillahi min zalik)
> 
>Andaikata para Ilmuwan Hindunesia termasuk yang beriman bukan almunafiqun, 
>pastinya berpatahbalik melawan majikannya bersama GAM sejak dulu. Mereka 
>sepertinya masuk perangkap asyabiyah disamping menyembah taghut Pancasila. 
>Andaikata mereka sadar posisinya, Acheh tidak akan berlarut-larut masuk ketiak 
>Taghut Puncasilap. Jadi kesimpulannya pejabat dan Ilmuwan Hindunesia sama saja 
>dengan orang kaya Acheh pemakan riba. Afala ta'qilun?
> 
>Billahi fi sabililhaq
>Muhammad al Qubra
>Acheh - Sumatra
>
> 
>
>
>
________________________________
 Fra: husaini ismail <husen_d...@yahoo. com>
>Til: ia...@yahoogroups. com
>Sendt: Onsdag, august 19, 2009 4:02:09
>Emne: Re: Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram !!! dimana syariat islam 
>???
>
>  
> 
>Jelas kita malu (walau tidak ikut makan) sebagai rakyat Aceh "hamba laeh", 
>Prov Ini masih dua muka di satu sisi kita promosi Syariah tetapi masih mencari 
>sumber PAD dari Bunga (riba) salah contoh adalah yang dilakukan PEMKAB ACEH 
>UTARA, bunga kurang tinggi di Aceh dipindahkan ke Bank di Jakarta.
>
>--- Pada Rab, 19/8/09, kamal ahmad <kamal0...@yahoo. com> menulis:
>
>
>>Dari: kamal ahmad <kamal0...@yahoo. com>
>>Judul: Re: Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram !!! dimana syariat islam 
>>???
>>Kepada: ia...@yahoogroups. com
>>Tanggal: Rabu, 19 Agustus, 2009, 12:01 AM
>>
>>
>>  
>>...
>>malah ada di Aceh Utara pindahkan deposito tuk cari bunga lebih tinggi..
>>...
>>kamal
>>
>>
>>--- On Tue, 8/18/09, muhammad dahlan <tang...@yahoo. com> wrote:
>>
>>
>>>From: muhammad dahlan <tang...@yahoo. com>
>>>Subject: Re: Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram !!! dimana syariat 
>>>islam ???
>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>>Date: Tuesday, August 18, 2009, 8:04 AM
>>>
>>>
>>>  
>>>Kalau memang kenyataannya demikian, ya Anwar Nas tidak salah. malah Anwar 
>>>lebih mengetahui syariat Islam, sebab dia tahu bahwa makan riba itu haram. 
>>>jadi pejabat Aceh dengan sengaja melakukan dan memakan harta haram, 
>>>sementara dana tersebut adalah untuk dipergunakan pada kepentingan rakyat 
>>>bukanuntuk kepentingan pejabat.
>>>
>>>Jadi kalau tidak bisa menggunakan anggara demi kepntingan pembangunan dan 
>>>rakyat Aceh, lebih baik mundur saja dari pejabat. itu lebih baik lebih 
>>>selamat baik bagi pribadi pejabat itu sendiri maupun bagi rakyat. Masih 
>>>banyak yang lebih mampun dari pejabat yang hanya bisa nyimpan uang di bank. 
>>>
>>>Malee teuh watee ikheun le awak batak legeenyan keu peujabat Aceh, yang 
>>>disinan lee profesor, PHD, DRH, DRS SH,Ir, SPD SPI SPAI dan SPP, S1234567 
>>>dan S0
>>>
>>>--- On Tue, 18/8/09, apa syam syam <hawateuh_2006@ yahoo.co. id> wrote:
>>>
>>>
>>>>From: apa syam syam <hawateuh_2006@ yahoo.co. id>
>>>>Subject: Bls: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram !!! dimana syariat islam 
>>>>???
>>>>To: ia...@yahoogroups. com
>>>>Received: Tuesday, 18 August, 2009, 7:07 AM
>>>>
>>>>
>>>>  
>>>>jak peu salah anwar nasutionnyan hana menyelesaikan masalah. pu jih meuphom 
>>>>syari'at Islam (SI) atawa hana, nyan ken masalah. yang jelas masalah 
>>>>anggaran Aceh yg le nyan pakiban cara peu makmu rakyat? nyo dari thon 
>>>>kethon yang kaya chit pejabat, nyan jelas bertentangan ngan semangat SI di 
>>>>Aceh tgk. ta beutoi awak dro teuh dileu, dan peubungong peng  (SBI) jelas 
>>>>saboh kejahatan manakala rakyat perle modal, infrastruktur brok.
>>>>
>>>>
>>>>
>>>>
________________________________
 Dari: jems abang <abangjems74@ gmail.com>
>>>>Kepada: ia...@yahoogroups. com
>>>>Terkirim: Selasa, 18 Agustus, 2009 00:56:02
>>>>Judul: Re: [IACSF] Rakyat ACEH makan uang haram !!! dimana syariat islam ???
>>>>
>>>>  
>>>>anwar nasution kan bukan orang aceh dan saya rasa dia ndak tau apa itu 
>>>>syariat islam , jgn2 dia uch mau melemahkan atau mau mengadu dombakan 
>>>>sesama aceh , seharusnya dia jgn berkata yg lantang dong di negri orang , 
>>>>jgn mentang2 dia tu pejabat negara dan se enak nya berkata gtdi depan umum 
>>>>, dan apalagi di depan para donatur dr mancanegara , itu adalah etika orang 
>>>>yg tidak sopan dalam berbicara dan seharus nya dia tu menjaga kode etik 
>>>>daerah tmapt dimana dia singgahi , apakah dia tidak pernah belajar cara 
>>>>sopan dalam berbicara , jgn2 semua palsu .
>>>>
>>>>
>>>>Pada 17 Agustus 2009 21:56, herry iwan <pang_a...@yahoo. com> menulis:
>>>>
>>>>  
>>>>>BANDA ACEH - Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lebih tertarik 
>>>>>menempatkan uangnya di Bank Indonesia dalam bentuk Sertifikat Bank 
>>>>>Indonesia (SBI) daripada mengalirkan untuk sektor yang produktif. Bunga 
>>>>>hasil penempatan deposito di SBI kemudian dialirkan lagi ke daerah. 
>>>>>Fenomena ini dinilai akan menghambat pembangunan di daerah, termasuk di 
>>>>>Aceh. 
>>>>>
>>>>>Tidak mengherankan jika Kepala BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Anwar 
>>>>>Nasution mengatakan bahwa rakyat di Aceh selama ini memakan uang riba. 
>>>>>“Aceh mendapatkan uang yang sangat besar, jauh lebih besar dari apa yang 
>>>>>pernah dituntut pemberontakan di masa lalu seperti DI/TII, Permesta. Cuma, 
>>>>>ternyata uang ini tidak dipakai dengan baik untuk meningkatkan kemakmuran 
>>>>>di daerah. Uangnya justru dibungakan di SBI. Jangan ngomong doang Aceh ini 
>>>>>Syariat Islam, ternyata makan riba,” katanya kepada sejumlah wartawan
>>>>> usai konferensi pers di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Minggu (16/8).
>>>>>
>>>>>Anwar Nasution hadir dalam konferensi pers bersama dengan lembaga 
>>>>>pengaudit dari 8 negara, yaitu dari Australia, Belanda, Jepang, Korea, 
>>>>>Prancis, Swedia, dan Uni Eropa, serta dari Arab Saudi yang diwakili oleh 
>>>>>the Saudi Fund for Development. Selama berada di Aceh, lembaga ini 
>>>>>memberikan pengalaman bagaimana mengaudit dana tsunami dan cara-cara 
>>>>>meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemanfaatan dana bantuan 
>>>>>bencana. 
>>>>>
>>>>>Para bupati/walikota se-Aceh atau utusannya, Gubernur Irwandi Yusuf, dan 
>>>>>pejabat Badan Kesinambungan Rekonstruksi Aceh (BKRA) dan mantan pejabat 
>>>>>BRR tampak hadir mengikuti pertemuan yang sudah berlangsung sejak Sabtu 
>>>>>lalu. Dijelaskan Anwar, provinsi yang paling kaya setelah Papua adalah 
>>>>>Aceh. Namun, Aceh punya keunggulan lain yang tidak dimiliki Papua, yakni 
>>>>>Sumber Daya Manusia (SDM). Begitupun, tidak semua kabupaten/kota di Aceh 
>>>>>menggunakan SDM yang
>>>>> berkualitas. Sejalan dengan Otonomi Daerah, para bupati atau walikota 
>>>>> cenderung menggunakan orang yang sedaerah dengannya. Inilah salah satu 
>>>>> penyebab banyak daerah di Indonesia yang hasil audit BPK-nya tergolong 
>>>>> Disclaimer. “Dengan adanya otonomi, pemerintah kabupaten/kota cenderung 
>>>>> menggunakan orang daerah sendiri meski tidak berkualitas. Masalahnya, 
>>>>> orang kampung sendiri itu bodoh-bodoh,” katanya. Begitupun, Anwar mengaku 
>>>>> bangga dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih tiga 
>>>>> kabupaten/kota di Aceh, yakni Banda Aceh, Aceh Tengah, dan Lhokseumawe.
>>>>>
>>>>>Kunjungi lokasi
>>>>>Rangkaian acara BPK’s Advisory Board on Tsunami-Related Audit di Aceh 
>>>>>dimulai sejak Sabtu (15/8) lalu. Para delegasi dari berbagai negara itu 
>>>>>juga berkunjung langsung untuk melihat kemajuan rekonstruksi Aceh dan 
>>>>>pengunaan dana dari masyarakat Internasional. Mereka, antara lain, 
>>>>>berkunjung ke Museum Tsunami Aceh, Pelabuhan Ulee Lheue, dan Pasar Aceh.
>>>>> Sedangkan pada Minggu kemarin, mereka berdiskusi dan mendengar pemaparan 
>>>>> pemerintah daerah dan BRR tentang akuntabilitas pengelolaan dan bantuan 
>>>>> tsunami. 
>>>>>
>>>>>Delegasi Lembaga Pengaudit itu bersama BPK RI juga memaparkan 
>>>>>pengalamannya bagaimana mengaudit dana-dana tsunami dari masyarakat 
>>>>>Internasional. Mengingat pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh 
>>>>>sudah selesai secara formal, direncanakan badan ini akan dibubarkan oleh 
>>>>>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini di Jakarta.(sak) 
>>>>>
>>>>
>>>>________________________________
 >>>>Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.
>>>>Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.  
>>>________________________________
 >>>Find local businesses and services in your area with Yahoo!7 Local. Get 
 >>>started. 
>>> 
>> 
>________________________________
 Berselancar lebih cepat. 
>Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
>favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis) 
>________________________________
 
>
>Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
>http://no.mail. yahoo.com  

   


      

Kirim email ke