Refleksi : Baru mengintai sudah jatuh, bagaimana nanti kalau berperang?

------
Jawa Pos
 Selasa, 08 September 2009 ] 


Pesawat Pengintai TNI-AL Jatuh di Mentadau Kaltim 
Pilot Selamat, Empat Penumpang Sipil Tewas 

TARAKAN - Jatuhnya pesawat TNI saat bertugas ma­sih saja terjadi. Kemarin (7/9) 
pesawat pengintai ma­ritim milik TNI-AL celaka, jatuh di Mentadau, areal tambak 
di Sekatak Bengara, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur (Kaltim). 

Pesawat jenis Nomad tipe P-837 yang mengangkut sem­bilan orang itu jatuh 
sekitar pukul 14.30 Wita. Dalam musibah tersebut, empat orang penumpang yang 
seluruhnya warga sipil tewas dan lima lainnya (pilot, kopilot, dan kru) 
luka-luka. 

Evakuasi langsung dilakukan. Pukul 21.00 Wita tadi malam, lima korban luka-luka 
dibawa ke Tarakan. "Empat orang sudah meninggal. Kondisinya parah," kata 
Mahmud, seorang petugas yang mengevakuasi penumpang ke Pelabuhan Tengkayu, 
Tarakan, tadi malam. Menurut dia, korban tewas juga sudah dievakuasi.

Mahmud dan tim SAR mengangkut lima korban selamat. Di antara mereka, ada Lettu 
Laut (P) Erwin (pilot), Lettu Syaiful (kopilot), dan Serma Sodikin (kru bagian 
mekanik). Dua penumpang selamat lainnya adalah masyarakat sipil yang hingga 
tadi malam belum diketahui namanya. 

Lettu Erwin yang menantu seorang jenderal bintang satu di lingkungan TNI-AL itu 
mengalami luka sangat serius pada bagian wajah dan kepala. Darah yang keluar 
banyak. Lettu Syaiful, meskipun masih bisa berjalan, mengalami luka memar pada 
bagian bibir dan wajah. Serma Sodikin diduga mengalami patah tulang sehingga 
tidak bisa berjalan dan harus ditandu dari speedboat menuju ambulans. 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI 
Iskandar Sitompul mengatakan, kejadian itu bermula ketika Nomad P-837 itu 
berangkat dari Tarakan sekitar pukul 11.00 Wita untuk melakukan patroli maritim 
dan perbatasan. ''Patroli itu biasanya memakan waktu sekitar 3 jam,'' katanya 
kepada Jawa Pos di Jakarta kemarin (7/9). 

Pesawat tersebut, kata Iskandar, kemudian mendarat di Bandara Long Apung untuk 
mengumpulkan data intelijen maritim. Saat hendak bersiap terbang lagi, sejumlah 
penumpang sipil ikut. Mereka beralasan kesulitan transportasi. Pilot pun 
meluluskannya. 

Setelah terbang 45 menit, petugas Tower Tarakan menerima kontak dari pilot 
Lettu Erwin. Dia melaporkan, mesin mengalami gangguan. Tak lama kemudian, 
petugas tower kehilangan kontak. Rupanya, pesawat jatuh pada koordinat 03 09 
618 U (lintang utara) - 117 11 575 T (bujur timur) atau sekitar 24 mil barat 
Tarakan.

TNI-AL lantas membentuk dan memberangkatkan satuan tugas SAR. Satuan itu 
dipimpin Danlanal Tarakan Letkol Laut (P) Bambang Irwanto selaku Dansatgas. 
Satgas bersama tim medis dan Pomal menggunakan speed boat menuju lokasi. 
''Waktu yang diperlukan kurang lebih 2 jam perjalanan,'' tutur Iskandar. 

Iskandar mengatakan , persoalan anggaran menjadi hambatan utama perawatan. Di 
antara 19 pesawat Nomad milik TNI-AL, hanya 14 yang terus dipertahankan 
kelayakannya. Karena keterbatasan anggaran, hanya delapan yang diperbolehkan 
terbang. Nah, salah satu di antara delapan pesawat itulah yang nahas. ''Delapan 
pesawat tersebut saat ini digunakan oleh Komando Armada RI Kawasan Timur 
(Koarmatim) dan Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar),'' ujarnya. 

Menurut Iskandar, pesawat tersebut jatuh setelah mengamati perbatasan. Dia 
menampik anggapan bahwa pesawat tersebut jatuh karena ada pihak ketiga yang 
mengacaukan pesawat tersebut. ''Ini persoalan mesin,'' katanya. 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, pesawat naas itu sebenarnya baru seminggu 
ditugaskan di Kali­mantan Timur. Pesawat ini menggantikan Nomad P-834 dengan 
pilot Lettu Laut (P) Nursalim, yang bertugas sebelumnya. Erwin, ayah seorang 
bocah itu me­rupakan lulusan Sekolah Penerbang Curug pada 2001.

Keberadaan pesawat tersebut, di BKO-kan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut 
(Pusnerbal) pada Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada RI Kawasan Timur 
(Koarmatim) yang tengah melakukan operasi rutin di kawasan Ambalat dan 
sekitarnya. (noi/ica/ari/jpnn/aga/kum

Kirim email ke