http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=31781
10 September 2009 07:19:05
Di Freeport, Mobil Danramil Ditembak
--------------------------------------------------------------------------------
TIMIKA-Kelompok kriminal bersenjata kembali beraksi di kawasan jalan tambang PT
Freeport Indonesia (PTFI). Aksi penembakan perdana di Bulan September ini
terjadi Rabu (9/9) kemarin sekitar Pukul 06.10 WIT.
Sasarannya adalah kendaraan dinas Komando Rayon Militer (Koramil) Tembagapura
merek Toyota LWB bernomor lambung 01-2180 dengan plat nomor polisi 3100-XVII
Cenderawasih yang dikemudikan oleh Danramil Kapten Inf Rodiko Nainggolan
Sumber kepolisian yang dihimpun Radar Timika kemarin (9/9) menyebutkan, mobil
tersebut ditembak dua kali saat melintas di Mile Post (MP) 42 dalam perjalanan
dari arah Timika menuju ke Tembagapura. Saat ditembaki, Danramil Tembagapura
tersebut didampingi dua anggotanya, Serka Basna dan Serka Basri. Sempat tersiar
kabar yang menyebutkan Kapten Rodiko mengalami luka tembak pada paha kanan.
Namun kabar tersebut ditepis oleh Dandim 1710 Mimika Letkol Inf. Refrizal saat
dikonfirmasi Radar Timika, Rabu (9/9) kemarin. Dandim menegaskan tidak ada
korban dalam insiden tersebut.
Letkol Refrizal menyatakan akibat serangan tembakan itu, bodi mobil bagian
kanan lubang. "Itu dua kali tembakan. Tapi tidak ada anggota saya yang cedera.
Tadi Pak Danramil ketemu saya baik-baik," ungkapnya. Dandim membenarkan
informasi yang mengatakan para penumpang mobil tersebut telah dimintai
keterangan, baik oleh penyidik kepolisian di Mapolres Mimika, maupun oleh POM
Timika.
Keadaan mobil sendiri kabarnya kaca di pintu posisi duduk sopir, pecah.
Kemudian saringan udara pada radiator, rusak, diduga akibat terkena peluru.
Setelah kejadian, kendaraan tersebut dievakuasi menuju MP 50 untuk
diidentifikasi oleh penyidik Polri. Kasus penyerangan di area PTFI terjadi
sejak awal Juli 2009, dimana telah menyebabkan tiga orang tewas tertembak dan
19 korban cedera luka tembak.
Pasca insiden naas, manajemen PTFI kembali membatasi arus transportasi dari
Timika-Tembagapura dan sebaliknya, yakni hanya dilakukan dari pukul 06.00
hingga 18.00 WIT. Upaya pengamanan pun terus ditingkatkan terhadap mobilitas
kendaraan yang akan ke Tembagapura maupun Timika. Kepala Penerangan Kodam
(Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf. Drs. Susilo, saat dikonfirmasi, tadi
malam, membenarkan adanya penembakan tersebut.
Dikatakan, Danramil Kapten Inf Rodiko Nainggolan saat itu bersama dua
anggotanya, dimana saat itu Danramil sendiri yang mengemudikan mobilnya dari
arah Timika menuju Tembagapura. Kemudian setiba di mil 41 sekitar pukul, 06.00
WIT, tiba-tiba terdengar tembakan dari arah depan dan dua butir peluru
bersarang di mobilnya.
Dimana 1 peluru mengena kaca depan sebelah kanan mobil dan satu peluru lagi
mengena badan mobil bagian kanan. Ketika itu juga Danramil melaju dengan
mobilnya sambil melepaskan tembakan balasan sebanyak 4 kali kearah datangnya
tembakan. Meski demikian untuk memastikan jenis senjata apa yang digunakan
tentunya pihaknya akan mengambil tindakan yang lebih lanjut. "Belum ada
pemeriksaan proyektil," tandasnya. Dengan adanya kondisi itu, maka sudah
tentunya dapat dipastikan bahwa sampai ini wilayah PT. Freeport Indonesia masih
rawan dengan gangguan keamanan.
Ditambahkan, sejauh ini TNI belum berpikir untuk melakukan penyisiran, hanya
saja telah diperintahkan bagi pasukan di wilayah Timika dan Tembagapura untuk
meningkatkan kewaspadaannya.
"Ya sejauh ini kondisi keamanan di Tembagapura dan Timika masih kondusif, jadi
tidak perlu masyarakat menjadi kuatir dan resah," pungkasnya. (eng/nls/fud)