Jawa Pos
[ Kamis, 24 Desember 2009 ] 

Ironi di Bumi Papua 


SUHU politik di Papua memanas. Hal tersebut tidak boleh dibiarkan 
berlarut-larut. Pemerintah harus segera mencari jalan keluar yang terbaik. Jika 
itu dibiarkan, bukan tidak mungkin gerakan separatisme seperti di Aceh kembali 
terulang dan tidak mustahil akan memakan banyak korban.

Dalam menyelesaikan masalah Papua, satu hal yang layak diperhatikan adalah 
persoalan kesejahteraan masyarakat di sana. Sebab, kondisi kawasan yang ada 
penambangan emas PT Freeport itu sungguh sangat memprihatinkan. Padahal, sumber 
daya alam daerah Papua seharusnya sangat mencukupi bagi kesejahteraan ekonomi 
masyarakat Papua dan sekitarnya. 

Sayang, hal itu sampai sekarang tidak bisa kita saksikan. Kesejahteraan 
masyarakat masih menjadi sebuah mimpi belaka. Pasalnya, sumber daya alam yang 
begitu luar biasa tidak didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. 
(*)

*) Hasiful Holis, mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris 2008, IKIP Budi Utomo, 
Malang 

Kirim email ke