Njoe njang badjei biru gamba asei lieh punggong djawa. Djeh asei di likot 
njang teungoh ruguem kreh, njan asei preh tuleung. Hah hah hah, Kakupateh tgk 
Matang Lada. Tapi awak puteh bek neupeusaban bandum, beh?



________________________________
From: Fadli Hasan <[email protected]>
To: Fadli Hasan <[email protected]>; [email protected]
Cc: [email protected]; Atjeh Lon Sajang <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; JUNISHAR 
Al <[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; universityofwarwickofceulaka <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; Ali Al Asytar 
<[email protected]>; sisinga maharaja <[email protected]>; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected];
 [email protected]; [email protected]; Yusra Habib Abd Gani Yusra 
Habib <[email protected]>; [email protected]; Niklin Jusuf 
<[email protected]>; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]
Sent: Tue, January 12, 2010 1:29:16 AM
Subject: MAGUEN NGON SEULODANG U, NONTON KAPHE DJAWA & EUNGKONG PUTEH RAMPOK 
ATRA GEUTANJOE


Njan si Mustafa Abubakar njan lamiet kaphe djawa nkri, ureung lieh punggong 
djawa. Geutanjoe Bansa Atjeh bek toe keunan.

Hana pue djak harap bak kaphe djawa nkri njan, sabe keunong pasoe ie lam 
punggong. Pitjrok kaphe djawa nkri dari bumoe Atjeh. Let eungkong puteh bek 
djidjak meurampok u nanggroe geutanjoe. bek djidjak pasoe ie lam punggong 
geutanjoe 70:30%.

Atjeh djeut tabangun meunjoe hana tadjak seurah droe teuh keu kaphe djawa nkri 
& eungkong puteh njan.

Njang peugah droe peunguasa di Atjeh djinoe njan peurampok atra aneuk jatim, 
inong balei, ureung gasien dum. Bek tadjak deungo njan tjanang bui njan dum.

11 Januari 2010, 15:03
Menteri BUMN :
Semua Provit di Aceh  Harus Berjalan Normal
Utama 
 
Njoe njang badjei biru gamba asei lieh punggong djawa. Djeh asei di likot njang 
teungoh ruguem kreh, njan asei preh tuleung


berdialog dengan karyawan KKA
Menteri
Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Mustafa Abubakar berdialog dengan
karyawan PT KKA, Lhokseumawe terkait masalah kondisi pabrik yang belum
beroperasi saat melaukan kunjungan kerja, Minggu (10/1). SERAMBI/ZAKI 
MUBARAKLHOKSUKON - Menteri Negara Urusan Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) 
Dr
Mustafa Abubakar mengatakan, semua proyek vital (provit) di Aceh harus
berjalan normal, meski normalisasinya tidak dilakukan secara serentak,
melainkan satu per satu. Hal itu disampaikan Mustafa Abubakar, Minggu
(10/1), saat melakukan kunjungan kerja ke PT Pupuk Iskandar Muda (PIM)
di Krueng Geukueh, Aceh Utara. 

Usai bertemu dengan Direksi PT
PIM di Gedung Teuku Umar, siangnya Mustafa dan rombongan bertolak ke PT
Kertas Kraft Aceh (KKA) di Desa Jamuan, Kecamatan Banda Baru, Aceh
Utara.  Kemudian, menjelang pulang ke Jakarta via Polonia Medan naik
pesawat ExxonMobil, Menneg Mustafa Abubakar sempat berbincang-bincang
dengan Manager Operatioan Exxon for Aceh, Bart P Cahir, didampingi Wali
Kota Lhokseumawe Munir Usman. Hadir juga di sana Dirut PT PIM Ir
Mashudianto dan Dirut PT KKA Ir Abdul Azis Pasha serta anggota direksi
dari ketiga perusahaan vital itu.

Tentang PT PIM, Mustafa
mengatakan, untuk PIM 1 dan PIM 2 dipastikan sudah tersedia bahan baku
gas yang pasokannya sesuai dengan yang dijanjikan Pertamina melalui
ExxonMobil hingga tahun 2011. “Sedangkan pemasaran pupuknya terus
dilakukan pendekatan dengan berbagai negara pembeli,” ujar Mustafa.

Kemudian,
saat pertemuan dengan wartawan di gudang PT KKA seusai meninjau mesin
pabrik, Mustafa mengatakan, dilihat secara keseluruhan, kondisi pabrik
KKA masih layak beroperasi. Hanya beberapa komponen saja yang perlu
diperbaiki atau diganti, disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. 

Ia
sebutkan contoh PT Semen Gresik. Sekarang, pabrik semen di Jawa Timur
itu menghendaki karung (sak) yang tidak lagi dijahit, melainkan karung
yang dikelip agar praktis penggunaannya dan lebih bermutu. Nah, KKA
yang memproduksi kantung semen, harus merespons kebutuhan PT Semen
Gresik tersebut. “Jadi, komponen pabrik yang akan diganti hendaknya
disesuaikan dengan spesifikasi produk yang dibutuhkan konsumen,” kata
mantan Dirut Bulog ini. 

Mustafa menilai, saat ini KKA masih
bisa terus jalan dengan menghasilkan kertas karung semen yang
dibutuhkan dalam jumlah tertentu untuk segmen pasar tertentu. Tapi
kalau ingin lebih strategis untuk jangka menengah dan jangka panjang,
maka komponen produksi yang revenue (nilai pendapatan)-nya rendah,
hendaknya segera diganti dengan yang lebih berkualitas dan mendatangkan
banyak laba. 

“Untuk mengganti beberapa komponen produksi itu
tidak terlalu sulit, kita bisa dapatkan dari Finlandia langsung atau
bisa juga dari Jepang. Cuma butuh waktu agak lama untuk recovery-nya,
mungkin  mencapai enam hingga 12 bulan,” ungkap Mustafa.  Oleh
karenanya ia sarankan, Direksi PT KAA harus membuat well plan
(perencanaan yang bagus) sehingga semuanya bisa berjalan sinkron pada
saat hendak digerakkan. Paling tidak, jangan sampai terkendala oleh
komponen utama yang pengadaannya memakan waktu lama. 

Dalam
kesempatan itu Mustafa berharap pihak PT KKA segera menyelesaikan
dokumen business action plan (rencana aksi perusahaan)-nya serta harus
pula disesuaikan dengan kondisi sekarang dan tuntutan teknologi. 
Mustafa juga meminta supaya dilakukan technical audit untuk PT KKA,
baik dari segi prosesingnya, suplai bahan baku, maupun kualifikasi
produk yang dihasilkan. 

“Saya mengharapkan suatu business plan
komprehensif yang di dalamnya ada technical audit, juga ada financial
audit, baik terhadap dana yang sudah digunakan maupun kebutuhan dana
yang akan datang dalam rangka pengembangan perusahaan,” kata putra
kelahiran Meureudu, Pidie Jaya, ini. 

Tak lupa ia tekankan
pentingnya membenahi aspek manajerial KKA dan ini pun perlu diaudit,
sehingga apabila pabrik digerakkan kembali akan mampu dijawab sejumlah
pertanyaan mendasar. Misalnya,  manajemen dan struktur organisasi
seperti apa yang diperlukan, kualifikasi keahlian, kriteria personel,
serta staf pendukung seperti apa dan berapa jumlahnya yang dibutuhkan. 

Dalam
upaya menghidupkan kembali PT KKA, kata Mustafa, tentu dibutuhkan cash
flow (aliran dana) yang besar. “Lalu, dari mana itu diperoleh? Tentu
saja, ini sedang kita proses bersama. Kementerian BUMN memfasilitasi,
namanya PPA. PPA sudah menunjukkan interest-nya melakukan upaya
penyelamatan. Jadi, PT KKA dengan PPA sangat penting untuk duduk
bersama, sedangkan kami akan fasilitasi itu, untuk mencari solusi yang
paling proper (pantas -red),” ujar Mustafa.

Terkait dengan
krisis bahan baku kayu di daerah untuk operasional KKA, Mustafa
Abubakar menyatakan akan berupaya sungguh-sungguh menyelesaikan masalah
itu.  Ia mengaku sudah membicarakan hal itu dengan Gubernur Aceh
Irwandi Yusuf--pejabat yang memberlakukan moratorium logging--agar
tercapai solusi terbaik. “Saya rasa tidak sulit memenuhi bahan baku PT
KKA,” kata Mustafa optimis. 

Namun, yang sangat penting saat
ini, kata Mustafa, bukan cuma merevitalisasi PT KKA, tetapi juga semua
provitnas yang ada di Aceh harus diupayakan dapat berjalan normal. Di
antara provitnas itu adalah PT PIM 1 dan 2, PT KKA, PT AAF, atau bahkan
PT Aromatic, dan PT Arun.  Usai berkunjung ke PT KKA kemarin siang,
Mustafa Abubakar didampingi Dirut PT PIM, Dirut PT KKA, dan sejumlah
direksi kedua perusahaan itu, juga Wali Kota Lhokseumawe Munir Usman,
menuju ExxonMobil. Kunjungan itu sekaligus dalam rangka kepulangannya
kembali ke Jakarta naik pesawat Exxon. 

Dalam kunjungana ke
Exxon itu, Mustafa disambut Pimpinan ExxonMobil Bagian Operasional
Aceh, Mr Bart P Cahir dan staf Exxon lainnya. Dalam pembicaraan di
ruang tunggu pesawat selama setengah jam kemarin, Mustafa meminta
Manager Operasional ExxonMobil di Aceh dapat bekerja baik dengan
beberapa provit yang ada di provinsi ini. “Napas BUMN di Aceh ada pada
ExxonMobil,” imbuh mantan penjabat Gubernur Aceh ini.

Sementara
itu, Wali Kota Lhokseumawe meminta BUMN menyisihkan dana untuk
membangun sekolah-sekolah di Lhokseumawe yang masih tertinggal jauh
kualitasnya.  Usulan tersebut disambut baik oleh Mustafa Abubakar,
bahkan dia berjanji akan melakukan pendekatan dengan pihak provitnas
yang ada di Aceh.(ib)

Akses m.serambinews.com dimana saja melalui browser ponsel Anda.
 

>  
________________________________


Trænger du til at se det store billede? Kelkoo giver dig gode tilbud på LCD TV! 


      

Kirim email ke