Bung Otto! Kita berbeda kawasan dulu. Saya 6 bulan berada di barak TNA, tanpa 
senjata kecuali berdoa pada Allah dan realitanya doa saya itu terkiabul. Anda 
tidak mengenal saya sedangkan saya mengenal anda. Lucunya anda percaya bahwa 
Acheh sekarang damai. Apanya yang damai? Ternyata anda belum mampu memahami 
persoalan secara filosofis. Bagi anda damai dan aman kemana saja anda pergi. 
Itu terindikasi anda sudah menyatu kembali dengan Hindunesia. Justru itu anda 
dijamin aman macam cina menulis dijamin halal pada kotak indomiee, made in 
cina, he he. Jadi itu namanya aman dipasung, bung.  Imam Ali mengatakan: " 
Lihatlah apa yang dikatakan bukan siapa yang berkata" Jadi yang penting 
benartidaknya yang saya katakan, bukan siapa saya. Itu gak begitu penting bung. 
Tapi kalau mau lihat saya lihatlah di blog ini:  
http://achehkarbala.blogspot.com/2009/09/pendidikan-islam-kaffah_16.html




________________________________
From: aroen jeram <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, January 13, 2010 4:17:46 AM
Subject: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
he....dalam masa prang aceh kemarin itu, yang pakai seubu itu identik dengan 
mereka yang memilih jalan hidup sebagai serdadu dan cuak....masak udah 
lupa..... sedangkan yang berjuang dari sisi aceh, hampir semuanya saya kenal 
terbuka.
ni, kok malah di zaman damai malah berseubu.... gimana berjuang.... pikiran 
yang dilontarkan masih sepotong-sepotong. ..saya belum pernah membaca pikiran 
anda yang utuh (artikel mini) di media cetak (setidaknya) yang terbit di aceh 
sejak DOM-Perang-damai.

nggak ada artinya ngomong hindunesia, jawakarta... .dari balik seubu....nggak 
ada orang aceh yang mau berjuang dengan pimpinan berseubu....




________________________________
From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com; lan...@yahoogroups. com; achehn...@yahoogrou ps.com
Sent: Wed, January 13, 2010 2:48:58 AM
Subject: Re: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
Bung Otto."tapi kalo anda sendiri tak pernah berdiri di depan dan tak pakai 
seubu" Apa maksud anda ini.  Kalau takut berbicara tentang kedhaliman system 
Hindunesia disebabkan anda berdomisili di Jawakarta, diam saja jangan usulkan 
macam-macam. Soal saya masih bersebu, umumnya orang yang sadar keachehannya 
memakainya. Sepertinya anda belum paham apa yang saya tulis sebelumnya.



________________________________
From: aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Tue, January 12, 2010 11:26:55 AM
Subject: Re: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
terimakasih lah atas omongan anda ini.
tapi kalo anda sendiri tak pernah berdiri di depan dan tak pakai seubu, ya 
percuma aja. lebih baik sebutkan aja kulit kita referensi anda, kita cari di 
toko kitab nantinya.
masyarakat sekarang butuh pemimpin yang tak berseubu untuk memberesi rumah 
tangga aceh sendiri. jadi jangan harap ada sambutan dari masyarakat kalo tengku 
masih berseubu, dan tak bisa beresi aceh. setelah itu baru bicara soal 
Hindunesia tengku itu.

selamat berjuang, tunjukkan identitas!




________________________________
From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com; lan...@yahoogroups. com; achehn...@yahoogrou ps.com
Sent: Mon, January 11, 2010 8:29:14 PM
Subject: Re: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
Aha masih mau sekolah? Sekarang sudah waktunya berbuat bung Otto. Berapa umur 
manusia sekarang maksimalnya. Tapi lagi berbuat juga bersekolah oke juga. 
Secara ideology bagi orang yang diberi kesempatan oleh Allah hingga memiliki 
ilmu hanya ada tiga alternatif: Jadilah sebagai Hussein (baca pejuang di jalan 
Allah) atau jadilah sebagai Zainab Al Kubra (baca pengexpose kegiatan Hussein 
agar diketahui dan diteladani manusia), Kalau tidak kita termasuk Yazid (baca 
proto tipe penguasa dhalim). Kalau kita terus beribadah macam sahabat 
Rasulullah, terus melanjutkan hajinya ketika Hussein pergi ke Karbala hingga 
pengikutnya tidak berimbang dengan Yazid. Sahabat yang berkhusyuksepi dalam 
ibadahnya sama dengan musuh Yazid yang menzalimi keluarganya. Andaikata mereka 
ikut serta dan setia, Hussein mampu mengalahkan tentara Yazid bin Muawiyah.

Kheun ureueng Acheh: "Simat taloe, sipeh bajoe, si duek keudroe saban desja". 
Kata Imam Khomaini: "Barang siapa berdiam diri ketika menyaksikan kedhaliman 
berlangsung, lebih keji daripada pelaku kedhaliman itu sendiri. Yakinlah bahwa 
kedhaliman ekonomi, politik, agama, sejarah dan kepemimpinan masih berlangsung 
di dalam bingkai Hindunesia.
Namun apabila kita termasuk bahagian daripada mereka, kita tertutup mata hati 
untuk memahaminya.

Maafkan saya kalau ada kata yang tidak berkenan.
"Qulilhaq walau kana murra" (hadist)




________________________________
From: aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Mon, January 11, 2010 12:49:46 PM
Subject: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
saya nggak mau populer tengku...
saya nggak mau pejuang ato seru2 juang....
saya juga nggak mau menindas.... .
saya mau sikula saja......doakan ya tengku???!





________________________________
From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com; lan...@yahoogroups. com
Sent: Mon, January 11, 2010 6:42:09 PM
Subject: Re: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
Bung Otto! Bagaimana anda bisa berpikir seperti itu. Biasanya orang yang sibuk 
dengan urusan pahlawan adalah mavia penipuan. Yang lazimnya dimainkan wayang 
ketoprak. Anda ini mau populer dalam bingkai wayang atau hilang keseimbangan 
berpikir. Selagi yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, ngapain urusan 
pahlawan. Jadilah anda sebagai pejuang atau penyeru untuk berjuang. Kalau tidak 
anda adalah penindas, tidak ada alternatif lainnya bagi orang pintar, kecuali 
orang dungu.




________________________________
From: aroen jeram <aroen_jeram@ yahoo.com>
To: ia...@yahoogroups. com
Sent: Mon, January 11, 2010 11:55:13 AM
Subject: |IACSF| DPRA boleh nggak usulin pahlawan versinya?

  
Ne di jakarta lagi sibuk-sibuknya usulan jadi pahlawan nasional.
1. PKB usuk Gus Dur
2. PKS usul ulang Soeharto
3. FPD usul Sarwo Edhie yg memberantas PKI di tahun 1966, dan sudah okey sama 
SBY kata jubirnya.

lalu, apakah DPR Aceh dan Papua boleh berkeinginan untuk usulkan pahlawan 
versinya masing-masing macam para tuan-tuan politek di jakarta?







 


      

Kirim email ke