http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111984
TNI AL SIAP AMANKAN PERAIRAN ACEH DARI PEROMPAK 26 Jan 2010 KODAM IM (26/1),- TNI Angkatan Laut menyatakan siap mengamankan perairan Aceh yang selama ini kerap mengalami gangguan dari para perompak. Pernyataan itu diungkapkan Kepala Staf Gugus Tempur Wilayah Barat (Guspurlaba), Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin di Pelabuhan Krueng Geukuh, Aceh Utara, Minggu (24/1). Menurut Kepala Staf Guspurlaba yang ketika itu didampingi Komandan KRI Yos Sudarso, Kolonel Laut (P) Suhartono, dan Mayor Laut (P) Ali Ridho selama ini aksi perampokan kerap terjadi di perairan Selat Malaka yang masuk dalam kawasan Idi dan Langsa, Aceh Timur. "Kita siap mengamankan perairan laut Aceh. Selain itu, kita tentu mengantisipasi gangguan asing di kawasan Selat Malaka," kata Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin di atas Kapal KRI Yos Sudarso. Karenanya, kata Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin, TNI berharap rakyat khususnya nelayan di Aceh memberikan informasi bila terjadi gangguan. Jajaran TNI AL pun siap mengamankan perairan laut Aceh, termasuk Selat Malaka, guna memberikan rasa aman bagi para pengusaha, nelayan dan seluruh pihak yang menggunakan salah satu jalur perairan terpenting dunia ini. Ia menyatakan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti setiap laporan masyarakat mengenai gangguan di kawasan tersebut. "Selat Malaka menjadi selat sangat rawan. Karena, ini jalur internasional. Kita siap mengamankannya, melakukan patroli saban hari," kata Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin. Menurutnya, kerja sama yang dibangun TNI AL selama ini dengan rakyat memberi dampak positif, sehingga gangguan di perairan Aceh relatif menurun. Pulau terluar Selain itu, Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin menyebutkan saat ini TNI AL juga bertugas mengamankan 92 pulau terluar (berbatasan langsung) dengan negara lain. Dari jumlah itu, 12 pulau diberikan pengamanan khusus dengan menempatkan satuan TNI AL di pulau tersebut. Khusus Guspurlaba, memberikan perhatian serius pada lima pulau terluar yaitu Pulau Rondo, Berhala, Lipah, Jemur, dan Pulau Sekatung. "Ada 12 pulau yang kita berikan perhatian khusus. Untuk kawasan barat, ada lima pulau. Sisanya, ada di kawasan timur," kata Kolonel Laut (P) Didin Zainal Abidin. Dikatakan, kehadiran KRI Yos Sudarso di pelabuhan Krueng Geukuh, sekaligus memperkenalkan tugas TNI AL pada sejumlah pelajar di Aceh Utara dan mengisi bahan bakar. KRI ini meninggalkan Krueng Geukuh, Minggu (24/1) sore dan singgah di Langsa untuk seterusnya melakukan patroli di kawasan barat laut Indonesia. beri komentar | cetak
