Refleksi: Daerah bukan untuk dimajukan rakyatnya, tetapi untuk dapat diambil upetinya, kalau rakyat pandai upetinya sulit ditarik ke pusat kerajaan. Kalau di Papua dikatakan : "Pemerintah Suka Emas Papua, Bukan Mas Papua"
http://www.surya.co.id/2010/01/31/satu-sekolah-hanya-punya-satu-guru.html Satu Sekolah Hanya Punya Satu Guru Minggu, 31 Januari 2010 | 13:59 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Madura | ShareThis BANGKALAN | SURYA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan mengklaim kekurangan guru SD untuk empat kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Yaitu, Kecamatan Galis, Kokop, Konang, dan Geger. Begitu terbatasnya tenaga guru di sana, Kasubag Disdik Kabupaten Bangkalan, Syamsul Bakri menyebutkan, terdapat satu sekolah yang hanya diajar seorang guru PNS. "SDN Cangkareman I, Kecamatan Konang hanya diajar satu guru," ungkapnya. Menurut dia, Kabupaten Bangkalan membutuhkan sekitar 1.990 guru untuk tingkat SD. Idealnya setiap sekolah minimal ada sembilan guru PNS. Yaitu, enam guru ruang belajar atau kelas (rombel), dan tiga guru bidang studi dan kepala sekolah. Pihaknya telah mengusulkan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat agar ada penambahan guru PNS untuk SD. Namun, hingga saat ini belum juga tertutupi kekurangan guru PNS tersebut. "Kebutuhan guru SD sebanyak 6.500 orang. Tapi kini hanya ada 4.510 guru. Berarti masih kurang sekitar 1.990 guru PNS," urainya. Untuk memecahkan persolan ini, setiap sekolah menyiasatinya dengan cara merekrut tenaga sukarela (sukwan), tenaga harian lepas (THL), dan guru tidak tetap (GTT). Sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) terus berlanjut. Wakil Ketua DPRD Bangkalan, H Musawwir, mengatakan, pihaknya mendesak Disdik setempat melakukan pemerataan tenaga pendidik terhadap sekolah-sekolah di daerah pelosok. "Masing-masing kecamatan yang kekurangan guru dan disdik harus melakukan langkah yang kongkret terkait permasalah ini. Guru tidak boleh menumpuk di kota saja, tapi harus disebar ke daerah terpencil," tegas Musawwir. Menurut dia, jika satu sekolah hanya punya satu guru dipastikan proses KBM tidak bisa berjalan optimal. Bahkan, kader PKNU ini menilai sekolah tersebut hanya sebagai formalitas."Kapan bisa maju, jika satu sekolah hanya ada satu guru PNS?" ujarnya. ? st32
