Sepakterjang penguasa Indonesia yang menjejaskan kaum dhuafa seperti ini 
sepertinya sudah mendarah daging. Justru itu mereka tidak merasa malu 
sedikitpun atas sepakterjang yang sangat tidak manusiawi ini. Wahai kaum dhuafa 
dimanapun anda berada, bersatulah untuk meruntuhkan mata-rantai kezaliman yang 
sudah mendarah daging itu. Jangan sekali-kali berpihak kepada kaum mutaqabbirun 
itu. Kalau anda tidak berani melawan kezaliman, anda senantiasa menjadi 
bulan-bulanan kaum mutaqabbirun itu. Sejak dulu hingga kini dan bahkan sampai 
kiamat Duniapun manusia tetap terbagi kepada 2 kutub, kutub Qabil, sipenindas 
dan kutub Habil sebagai korbannya. 





________________________________
From: KP-PRP <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, February 15, 2010 2:41:38 PM
Subject: KOMUNITAS  PAPUA Pernyataan Sikap PRP Menolak Penggusuran Berdalih 
Relokasi

  
 
PERNYATAAN
SIKAP
PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA
Nomor:
200/PS/KP-PRP/ e/II/10




Tolak
penggusuran warga berdalih relokasi!
Mengecam
keras penyimpangan dana bantuan untuk korban banjir bantaran kali
Bengawan Solo!


Salam
rakyat pekerja,
Indonesia
menjadi salah satu Negara yang selalu dirudung bencana alam, mulai
dari banjir bandang, gempa bumi, tanah longsor bahkan hingga tsunami.
Menjadi kewajiban pemerintah untuk segera merespon segala bentuk
bencana tersebut, mulai dilakukannya early warning system agar
memperingati warga terhadap bencana alam hingga memberikan bantuan
kemanusiaan kepada para korban bencana alam.
Namun
menjadi hal yang tidak masuk akal ketika pemerintah mengalihkan dana
bantuan kemanusiaan tersebut untuk kepentingan yang lainnya. Hal ini
lah yang kemudian terjadi di Solo. Banjir bandang yang melanda kota
Solo pada tanggal 30 Desember 2007 hingga tanggal 5 Januari 2008
telah menyebabkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah dan
korban jiwa. Untuk itu, pada bulan Juni 2008, Kementerian Koordinator
Kesejahteraan Rakyat berkomitmen untuk memberikan bantuan
rehabilitasi dan renovasi rumah warga bantaran sungai Bengawan Solo.
Besarnya bantuan pun telah ditetapkan sekitar 67 miliar rupiah dan
disertai dengan pemberian Surat Keputusan untuk mendapatkan bantuan.
Yang
terjadi kemudian adalah adanya dugaan pengalihan dana tersebut untuk
merelokasi warga bantaran sungai, yang seharusnya berhak menerima
dana rehabilitasi dan renovasi tersebut, ke wilayah yang lain.
Program relokasi ini dijalankan oleh pemerintah kota Solo. Tentu
saja, program relokasi ini ditolak beramai-ramai oleh warga di
sekitar bantaran sungai tersebut, karena artinya mereka harus pindah
ke wilayah baru dengan konsekuensi harus mencari pekerjaan baru,
anak-anak harus pindah sekolah dan lainnya. Program relokasi tersebut
juga jelas bertentangan dengan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Inilah
perilaku bejat dari para aparat penyelenggara Negara Indonesia yang
mencoba melakukan penyimpangan terhadap dana bantuan tersebut. Mereka
lebih mementingkan ongkos produksi yang murah dan demi keuntungan
yang berlimpah daripada harus memikirkan untuk merehabilitasi dan
merenovasi rumah para korban bencana alam.
Upaya
penolakan warga bantaran sungai Bengawan Solo pun telah dilakukan
hingga ke meja hijau dengan mengajukan gugatan class action atas nama 
Solidaritas Korban Bencana Bantaran Bengawan Solo
(SKOBB). Namun keadilan di Indonesia masih saja jauh dari harapan
rakyat kecil. Pengadilan telah memutuskan pemerintah kota Solo tidak
bersalah dan berhak untuk merelokasi warga bantaran sungai.
Neoliberalisme
semakin mencengkeram kehidupan rakyat Indonesia. Bahkan rasa keadilan
pun hanya dapat dinikmati oleh para pemilik modal, sementara rakyat
pekerja yang tertindas akan semakin jauh dari kesejahteraan. Sampai
kapanpun, rakyat akan selalu tertindas jika aparat penyelenggara
Negara masih menghamba kepada neoliberalisme dan semakin memperburuk
kondisi kesejahteraan rakyat.
Untuk
itu kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
        1. Mengecam keras penyimpangan dana bantuan yang seharusnya 
diperuntukkan bagi korban bencana alam di Solo oleh aparat pemerintah setempat.
        2. Menolak program relokasi yang dijalankan Pemerintah Kota Solo.
        3. Segera cairkan dana bantuan rehabilitasi dan renovasi korban banjir 
yang menjadi hak warga bantaran sungai Bengawan Solo
        4. Neoliberalisme telah gagal mensejahterakan rakyat dan hanya dengan 
SOSIALISME lah rakyat akan sejahtera.




Jakarta, 15 Pebruari 2010
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP) 
Ketua Nasional Sekretaris Jenderal 


ttd.
(Anwar Ma'ruf) 

ttd.
(Rendro Prayogo) 




___*****___Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Kramat Sawah IV No. 26 RT04/RW 07, Paseban, Jakarta Pusat
Phone/Fax: (021) 391-7317
Email: komite.pusat@ prp-indonesia. org / prppu...@yahoo. com
Website: www.prp-indonesia. org

 

________________________________
 Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
 


      

Kirim email ke