http://www.antaranews.com/berita/1266520164/kesejahteraan-nelayan-aceh-masih-memprihatinkan

Kesejahteraan Nelayan Aceh Masih Memprihatinkan
Jumat, 19 Pebruari 2010 02:09 WIB | Peristiwa | Umum | 

Nelayan/ilustrasi. (ANTARA/ Wahyu Putro A)Banda Aceh (ANTARA News) - Panglima 
Laot (lembaga adat laut) Provinsi Aceh diharapkan bisa memberikan kontribusi 
bagi peningkatan kesejahteraan nelayan, mengingat tingkat kesejahteraan mereka 
saat ini masih memprihatinkan.

"Kami berharap lembaga Panglima Laot bisa memberikan kontribusi bagi 
peningkatan kesejahteraan nelayan yang hingga kini masih memprihatinkan," kata 
sejumlah nelayan yang ditemui di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, Kamis.

Mereka mengatakan, para nelayan belum memiliki sarana tangkap yang memadai, 
bahkan sebagian di antaranya sudah bertahun-tahun masih menjadi buruh, pekerja 
di armada tangkap milik pengusaha.

"Kami masih menjadi pekerja di kapal penangkap ikan milik toke," tutur 
Khairuddin, salah seorang nelayan.

Untuk itu, ia berharap agar lembaga Panglima Laot memiliki program strategis 
bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.

"Saya berharap, sosok yang akan duduk di pucuk pimpinan Panglima Laot mengerti 
tentang kondisi lapangan yang dihadapi para nelayan," kata dia.

Hal itu disampaikan terkait akan adanya Kongres (Duek Pakat) Panglima Laot Aceh 
yang semula dijadwalkan 21-22 Februari 2009 menjadi 27-28 Februari 2010.

Data dari Panglima Laot Aceh disebutkan tercatat sebanyak 61.789 dari 4,3 
penduduk Aceh berprofesi sebagai nelayan.

Sementara itu, Sekretaris panitia Kongres Panglima Laot Aceh, T Muttaqin Mansur 
mengatakan pengunduran duek pakat Panglima Laot Provinsi Aceh itu karena 
panitia belum bisa merampungkan draf rancangan tata tertib (Tatib), anggaran 
dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) lembaga tersebut.

"Kita belum bisa merampungkan AD/ART lembaga, sehingga jadwal kongres yang 
awalnya kita rencanakan 21-22 Februari diundur menjadi 27-28 Februari 2010," 
katanya.

Kendati demikian, pihaknya akan bekerja maksimal, sehingga duek pakat Panglima 
Laot tersebut dapat terlaksana guna memilih pengurus baru periode 2010-2016.

"Bagi peserta yang mewakili Panglima Laot, mereka harus mendapat surat mandat 
dari pimpinan di daerah masing-masing," katanya.

Duek pakat Panglima Laot tersebut akan dihadiri oleh sekitar 50 nelayan yang 
berasal dari 18 kabupaten/kota. Duek pakat akan dibuka oleh Gubernur Aceh 
Irwandi Yusuf.

"Kita akan melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan kongres pemilihan 
pemimpin baru," katanya.

Terkait pencalonan, ada sejumlah nama bakal calon Ketua Umum Panglima Laot Aceh 
yang sudah muncul, antara lain H. T. Bustamam yang kini menjabat Ketua Umum dan 
Dr. Humam Hamid (Ketua Harian Dewan Pertimbangan Panglima Laot Aceh).

Calon lain adalah Pawang Yusuf Sulaiman (Panglima Laot Kabupaten Aceh Utara), 
Ir. Kasbani Kasim (mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh) dan Pawang 
Badruddin Juenieb (Panglima Laot Kabupaten Bireuen).

"Namun sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari masing-masing calon," 
katanya.

Pihaknya berharap, nama-nama calon telah dilaporkan kepada panitia dua hari 
sebelum pelaksanaan kongres dilaksanakan. (IRW/K004)

<<20100216105514-paceklikiklan-150210.jpg>>

Kirim email ke