Sebaiknya anda membaca kembali tulisan bung Ismail Asso dengan cermat hingga 
memahami persis bahwa orang Islam yang menolak kemerdekaan West Papua bukan 
Islam benaran tapi kakitangan penjajah Hindunesia yang diimport melalui 
transmigran jawa. Mereka itu merupakan peluru tak bersuara dari tni-polri. 
Selebihnya masih ada orang yang mengaku beragama Islam datang ke West Papua 
untuk menguatkan penjajahan Hindunesia, bukan sekedar mencari rezki. Mereka ini 
asik dengan ibadah ritualnya di mesjid-mesjid.
Semoga orang West Papua asli bersatupadu melawan penjajahan Hindunesia apapun 
latar belakang kepercayaan agamanya. Maafkan saya kalau ada kalimat yang tidak 
berkenan dihati anda.

Alasytar, Acheh - Sumatra




________________________________
From: Maxi Iroth <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, March 27, 2010 8:49:32 AM
Subject: KOMUNITAS  PAPUA ISLAM MENDUKUNG PAPUA MERDEKA? (TULISAN SAHABATKU 
ISMAIL ASSO DARI WEST PAPUA)

  

Siapa bilang Islam mendukung Papua harus Merdeka??... orang islam mayoritas 
menolak kemerdekaan Papua... sudah harga mati menurut mereka... kalau ada islam 
Papua yang menyatakaan mendukung Papua Merdeka, perlu dicurigai sikap seperti 
itu...

MX,
fakfak



--- On Fri, 3/26/10, Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com> wrote:


>From: Ali Al Asytar <alasytar_acheh@ yahoo.com>
>Subject: KOMUNITAS  PAPUA SEKALI LAGI : ISLAM MENDUKUNG PAPUA MERDEKA? 
>(TULISAN SAHABATKU ISMAIL ASSO DARI WEST PAPUA)
>To: Komunitas_Papua@ yahoogroups. com
>Cc: lan...@yahoogroups. com, achehn...@yahoogrou ps.com, gamrms...@yahoogrou 
>ps.com,
> ia...@yahoogroups. com
>Date: Friday, March 26, 2010, 7:22 PM
>
>
>>
>
>
>
>  >
>
> 
>>      
> 
>
>
>Agama
>manapun memiliki dua wajah yang saling bertentangan, wajah dekaden dan
>wajah ideology. Islam berwajah dekaden seolah-olah melibtkan dirinya
>dalam kejahatan, menumbuhkan reaksionerisme, kelam banan, dan
>kelumpuhan. Agama Islam macam ini telah mengekang spirit kebebasan dan
>secara culas membenarkan ststus quo. Sedangkan Islam yang lain, Islam
>ideology yang pantang bersatupadu dalam system Islam yang dekaden.
>Sudah barang pasti Islam Ideology tidak diperbolehkan tumbuh dan berkembang 
>dalam sejarah oleh Islam dekaden. Justru di jantung bangsa-bangsa
>Muslim, sebagaimana kita keta hui, kebenaran dan cita-cita Islam sedang
>dikorbankan.
>
>
>Dalam
>bentuknya yang tidak ideologis agama adalah suatu kumpulan kepercayaan
>turun-temurun dan pera saan individual; suatu imitasi terhadap
>upacara-upacara, aturan-aturan, kebiasaan-kebiasaan agama dan
>praktek-praktek yang sudah berurat berakar dari satu generasi
>kegenerasi lainnya. Jenis agama semacam ini menunjukkan semangat
>kolektif dari suatu kelompok masyarakat. Agama seperti ini tidak pernah
>nene mukan esensinya hingga memperlihatkan penentangannya terhadap
>spirit dan semangat kemanusiaan yang sesungguhnya.
>
>
>Praktek
>agama seperti ini sampai hari ini berkembang dan tumbuh subur dalam
>system yang hipokrit, di mana mereka mengaku beragama Muhammad tapi
>mereka tidaklagi memiliki ideology Muhammad, Ali dan Hussein di
>Karbala. Sebahagian mereka dari kampung berpindah kekota. Dikota mereka
>menimba ilmu diberbagai perguruan hingga memungkinkan mereka menjadi
>orang besar setelah bergabung dengan orang-orang pemerintahan. Mereka
>menjadi kaya, memiliki rumah yang luck, gaji yang tinggi dan mobil
>mewah. Namun kebanyakan mereka hidup miskin dan menderita tapi mereka
>tetap berdaya upaya agar tidak ketinggalan ketika musim maulid tiba
>kendatipun rasulullah sendiri melarangnya, namun mere ka sepertinya
>takpernah mengetahuinya adalarangan tersebut. 
>
>Agama dalam bentuknya yang tidak ideologis inilah agamanya bangsa Hindunesia 
>pura-pura yang menyebabkan sebagian orang West Papua bertanya-tanya kenapa 
>orang Islam Hindunesia menjajah bangsa West Papua. Adakah perintah agama Islam 
>sendiri untuk menjajah komunitas lainnya?  Setelah sahabatku Ismail Asso 
>menelitinya dengan cermat ternyata Islam itu sendiri sangat anti kepada 
>penjajah dan berdaya upaya untuk pembebasan semua manusia dari segala bentuk 
>penjajahan. Sahabatku Ismail Asso malah sampai berkesimpulan bahwa Islam 
>sebagai Agama berbeda dengan Muslim. Kesimpulan seperti itu disebabkan 
>fenomena yang beliau saksikan justru Muslim Indonesia menjajah West Papua.  
>Sesungguhnya fenomena yang kita saksikan di Hindunesia itu bukanlah pemeluk 
>agama Islam benaran tapi kaum hipokrit atau Islam atau Muslim dekaden. 
>Sedangkan Muslim sejati pantang bersatupadu dalam system taghut zalim, 
>hipokrit dan
> korrupt macam Hindunesia.
>
>Selanjutnya mari kita simak ungkapan sahabatku berikut ini:
>
>
>ISLAM MENDUKUNG PAPUA MERDEKA
>(Ismail Asso, West Papua)
>
>“Mengapa kamu tidak mau berperang dijalan Allah dan (membela) orang-orang yang 
>lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo’a; Ya 
>Tuhan kami keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya 
>dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari 
>sisi Engkau!”. (QS. 4: 75).
>
>
>Pendahuluan
>
>Judul biar begini agar permasalahan jelas. Namun tempat terbatas tidak 
>dijelaskan konfrehenshif tuntas, tapi partial. Pembahasan ini penting artinya 
>bagi kaum muslimin Papua, karena kebanyakan orang Papua belum tahu bagaimana 
>ajaran Islam sesungguhnya dalam konteks pembebasan Papua. Padahal pembebasan
> adalah hukum perintah Agama Islam.
>
>Penulis merasa penting menjelaskan ini karena selama ini belum pernah 
>dijelaskan oleh orang-orang Muslim Papua sendiri. Bahkan sayangnya selama ini 
>ada kekeliruan masyarakat Papua, baik kalangan orang Islam sendiri, utamanya 
>orang Papua diluar Islam, keterkaitan Islam -sebagai suatu nilai kebenaran 
>yang bersifat universal- dan Perjuangan Papua serta Muslim sebagai 
>pribadi-pribadi yang berpotensi multi interpretasi. Tulisan singkat ini 
>mencoba menjelaskan keterkaitan Islam dan Pembebasan Papua perspektif muslim 
>Papua.
>
>Muslim Papua antara "M" atau "O".
>
>Kesan banyak kalangan sampai saat ini, Muslim Papua (kecuali Sekjend PDP, 
>Muhammad Thoha Al-Hamid) dalam perjuangan dari pejajahan, darimanapun 
>kolonialisme itu, bersikap diam, tidak progressif malah tidak ada inisiatif 
>sama sekali dalam rangka mengambil bagian pembebasan Papua bersama rakyat 
>Papua secara bersama. Parahnya lagi, Muslim Papua (tanpa
> membedakan Pribumi-Pendatang) seakan menyetujui penjajahan atas dirinya.
>
>Lembaga-lembaga Islam seperti MUI, Muhammadiyyah, ICMI dan PWNU Papua, juga 
>organisasi mahasiswanya seperti HMI, IMM, PMII dan KAMMI di Papua sendiri diam 
>tanpa peduli atas pelanggaran HAM di Papua berat selama ini, sejak daerah ini 
>dianeksasi melalui Pepera tahun 1962 yang konon tidak melalui mekanisme one 
>man one vote.
>
>Berbeda dengan lembaga milik Kristen, Keuskupan Papua dan Classis GKI Papua 
>yang selalu aktif menyuarakan dan mengangkat pelanggarakan HAM terasa lebih 
>dominan kepekaanya menegakkan nilai-nilai kebenaran ajaran agamanya itu. 
>Sebaliknya, Muslim Papua dan Ormas Islam dalam hal pelanggaran HAM oleh aparat 
>TNI/POLRI diam seakan tidak terjadi sesuatu apa menunjukkan ketidak pekaannya. 
>Asumsi orang bukan penganut agama Islam bahwa Islam adalah agama tidak benar 
>dan bukan ajaran kebenaran universal. Padahal tidak demikian ajaran paling 
>mendasar agama Islam
> sebagaimana dasar-dasar ajaran agama Islam itu akan di tegaskan dalilnya 
> dalam bagian tulisan berikut ini.
>
>Umumnya institusi Islam dan kaum muslimin Papua dalam sikap antara pilihan "M" 
>dan" O", terkesan mendukung "O" alias menghalangi pembebasan Papua. Muslim 
>Papua tidak ingin merdeka apalagi membantu berjuang membebaskan Papua dari 
>penjajahan. Demikian mentalitas masyarakat sipil yang datang mengais rezeki di 
>Tanah Papua. Terlepas dari persoalan beda interpretasi atas teks-teks suci 
>(Al-Quran dan Al-Hadits), guidance (pegangan), memungkinkan multi 
>interpretasi, namun sangat disayangkan Muslim Papua diam berpangku tangan. Hal 
>itu tidak mencerminkan nilai-nilai ajaran agama Islam sebagai rahmatn 
>lil'alamin (kasih sayang bagi seluruh alam).
>
>Untuk itu kedepan kaum muslimin Papua sebagai jaminan agamanya itu wajib ikut 
>serta dalam membebaskan Papua dari penjajahan, entah darimanapun penjajahan 
>itu, karena jaminan kebenarannya adalah Allah dan
> Rasul (baca, -Qur’an dan Al-Hadits). Karena ajaran dasar agama Islam menjamin 
> hal itu. Tujuan kehadiran Islam melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul 
> terakhir, menyempurnakan agama terdahulu dengan semangat pembebasan. Termasuk 
> Pembebasan Papua dari penindasan dan penistaan martabat kemanusiaan oleh 
> Indonesia yang mayoritas beragama Islam.
>
>Namun sangat disayangkan karena peran kaum muslimin Papua tidak terlihat. 
>Betapapun pelaku kekerasan dan penjajahan orang beragama Islam kalau itu 
>melanggar ajaran kebenaran dan keadilan maka wajib hukumnya menolak. Oleh 
>sebab itu tindakan penindasan tidak menutup kemungkinan bisa saja dilakukan 
>oleh orang lain yang seagama dengan kita. Dan kita wajib menentangnya kalau 
>itu bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam. Sedangkan ajaran dasar agama 
>islam menyuruh kita menegakkan keadilan dan amar ma’ruf nahi mungkar (menyuruh 
>kebenaran mencegah kemungkaran) . Karena keadilan adalah ajaran paling pokok 
>dan
> dasar dalam Islam seperti Firman Allah SWT terjemahannya:
>
>“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu 
>menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah 
>sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku 
>tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat pada taqwa. Dan 
>bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu 
>kerjakan. (QS. 5:8)”.
>
>Implikasi ayat ini mengharuskan kita sebagai muslim wajib menegakkan keadilan 
>tanpa pembatasan pada apa dan siapa. Keharusan menegakkan keadilan pada 
>siapapun dari tindakan kejahatan yang dilakukan oleh siapapun apakah saudara, 
>keluarga, seagama jika ada tindakan keburukan, maka wajib bagi orang berimana 
>(menurut ayat diatas) menegakkan ketidakadilan. Banyak perintah dalam ayat 
>Al-Qur’an menyuruh orang-orang muslim beriaman untuk menyeru kebaikan, 
>keadilan dan mencegah keburukan bagi
> muslim hukumnya wajib.
>
>Namun kebanyakan muslim Papua karena yang melakukan penindasan itu adalah 
>Indonesia yang mayoritas beragama Islam maka diam tanpa mengkritisi tindakan 
>itu salah atau benar sesungguhnya suatu sikap dan tindakan salah maka dengan 
>sendirinya tidak adil. Pembebasan Papua dari penindasan sesungguhnya li’Ila 
>kalaimatillah izzul islam walmuslimin Papua. Ini berarti rekontektualisasi 
>nilai-nilai Islam paling tinggi dan jauh ditarik turun kebawah sesuai konteks 
>social politik dan budaya Papua.
>
>Namun demikian sayangnya kebanyakan kaum muslimin Papua tidak menyadari nilai 
>kebaikan dan keadilan Islam tanpa pandang bulu. Hal demikian disebabkan oleh 
>akibat kurang mengenalnya kita, Muslim Papua, akan ajaran inti Al-Quran yang 
>sesungguhnya hadir dimuka bumi untuk membebaskan umat manusia dari 
>ketertindasan, pembunuhan, perampasan hak-hak asasi manusia seperti yang 
>terjadi pada Bangsa Papua Barat saat ini.
>Perampasan atau
> perampokan harta kekayaan Papua oleh siapapun Indonesia mayoritas beragama 
> Islam adalah kebathilan, kedholiman yang bertentangan dengan ajaran agama 
> Islam. Penganiayaan bangsa Papua apapun alasannya, bertentangan dengan ajaran 
> inti Islam yang terkandung didalam kitab suci, Al-Qur'an dan Al-Hadist. Sebab 
> esensi kehadiran Islam dimuka bumi adalah rahmatan lil’alamin, kasih sayang 
> bagi seluruh alam, dan missi utamanya kemerdekaan, kebenaran, keadilan dan 
> pesan utamanya sesuai nama agama Islam itu sendiri yaitu kedamaian.
>
>Muslim lain, sikapnya dalam konteks Papua bertentangan dengan kenyataan 
>penindasan Indonesia. Muslim Papua tidak seperti Thoha Al-Hamid yang Sekjen 
>PDP itu. Muslim Pribumi mudah percaya omong kosong yang umum kita ketahui 
>bersama seperti integrasi Papua dalam NKRI untuk membangun dan memajukan 
>Rakyat Papua.
>
>Padahal kenyataan yang terjadi adalah pencurian dan pengangkutan kekayaan alam 
>Papua yang sangat kaya raya dengan
> membiarka ketertinggalan, keterbelakangan dan kebodohan rakyat Papua. Pihak 
> lain hadir ke Papua hanya menghalangi penentuan nasib sendiri sebagaimana hal 
> itu merupakan sunnatullah (natural law) dalam artian bahwa kemerdekaan atau 
> kebebasan menentukan nasib sendiri sebagai sebuah bangsa adalah konsekuensi 
> logis yang Allah memberikannya kebebasan itu.
>
>Muslim Papua wajib menjaga perampasan kebebasan akan hak-haknya yang diberikan 
>dan dijamin oleh Alloh SWT untuk di dipelihara dari demi kemakmuran seluruh 
>rakyat Papua sendiri dari perampokan oleh Amerika (emas orang Papua di 
>Timika), Gas dan Minyak oleh Inggris di Bintuni, Gas alam di Mamberamo Raya 
>oleh Cina, Ikan dan udang oleh Jepang, Kayu Besi (Merbau) oleh berbagai Negara 
>dll. Muslim tidak boleh diam harga diri dan kekayaan alam dirampas bangsa 
>lain. Karena kekayaan alam melimpah yang diberikan oleh Allah SWT, sebagai 
>amanah kepada kita dan dipelihara dari kerusakan, perampasan dan pencurian
> negara lain harus dilawan.
>
>Untuk itu tulisan ini harapannya Muslim Papua harus menjadi sadar kembali atas 
>kekeliruan selama ini. Kedepan kaum muslimin Papua tanpa membedakan Pribumi 
>maupun pendatang kedepan harus menbangun kesadaran sebagai Muslim Papua untuk 
>berdiri dalam barisan terdepan menyuarakan kebenaran atas penjajahan dan 
>penindasan hak-hak hidup manusiawi yang dirampok dan ditindas oleh asing. 
>Penjajah harus dilawan sebagai hukum wajib (fardhu ‘ain) oleh seluruh Muslim 
>Papua.
>
>Muslim Papua menyerukan resolusi jihad fisabilillah bagi pembebasan Papua. 
>Setidaknya tulisan ini sebagai ghozwulfikri, bahwa dengan opini demikian akan 
>menjadi khiroh (semangat) kaum muslimin Papua khususnya internal Muslim dari 
>kekeliruan sikap politik antara dua pilihan sebelum ini atas intrepretasi 
>ajaran Islam. Muslim Papua wajib menegakkan keadilan sebagai perintah Allah 
>SWT, yang mulia diwujudkan dengan menyatakan kebenaran sebagai yang benar dan
> salah sebagai salah (‘amar ma’ruf nahi mungkar).
>
>Islam Dan Muslim Berbeda
>
>Mendukung Papua adalah wajib hukumnya bagi Muslim kedepan ini, kalau memang 
>mereka benar Muslim dan ingin menegakkan nilai-nilai Islam yang benar sesuai 
>ajaran yang ada dalam Qur'an-Hadist.
>
>Muslim Papua, dari manapun asal-usul keturunannya wajib melawan penindasan. 
>Sebab pendindasan tidak sejalan dengan semangat agama Islam yang mengajarkan 
>nilai persamaan dan menjunjung martabat atau harga diri manusia. Sikap 
>demikian sejalan dengan Islam. Karena esensi Islam hadir kedunia melalui Nabi 
>Muhammad SAW untuk membebaskan umat manusia serta menegakkan nilai-nilai 
>kebenaran dan keadilan tidak terkecuali ditanah Papua saat ini. Islam sekali 
>lagi hanya, untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
>
>Sebagaimana nilai Islam di jelaskan di atas kini menjadi kewajiban tidak hanya 
>oleh Muslim Pribumi seperti Thoha Al-Hamid namun seluruh Muslim Papua harus 
>menyatakan
> kebenaran bahwa penjajahan atau pencurian, perampokan atau exploitasi 
> kekayaan alam Papua seperti PT.Freeport, British Petrolium di Bintuni (daerah 
> Penduduk Muslim dari dulu), pencurian kayu (illegal logging), harus dilawan 
> untuk di pertahankan. Muslim Papua harus ikut serta melawan ini sebagai jihad 
> fisabilillah.
>
>Islam Agama Tuhan
>
>Rakyat Papua anggap Islam identik dengan Jawa, Bugis-Buton- Makasar dan 
>Ternate, Fak-Fak Selatan Kepala Burung Papua. Maka persepsi orang lalu Islam 
>melegalisasikan ajarannya sebagimana Muslim adalah salah. Muslim penjajah dan 
>menganggap Islam sama dengan Indonesia. Padahal ajaran agama Islam lain dan 
>harus dibedakan dari suku bangsa. Indonesia 85% pemeluk agama Islam. Sehingga 
>mereka yang beragama Islam datang. Tapi harus dibedakan dan kita harus ingat 
>bahwa Islam agama Tuhan, Islam agama diperuntukkan bagi umat manusia dijagat 
>raya, tidak hanya, Indonesia yang mendholimi bangsa Papua.
>
>Lalu dimana kaitan
> Islam dalam mendukung pembebasan Papua oleh Muslim? Islam dimanapun hadir 
> membebaskan penjajahan, perampasan, dan penindasan. Lalu adakah Islam 
> Mendukung Papua Merdeka? Jawabannya 100% mendukung sebagaimana pengertian 
> Islam dari "sana"-nya karena kemerdekaan adalah hak kodrati yang dijamin oleh 
> Allah SWT, kepada setiap individu dan bangsa.
>
>Tapi kalau pertanyaan ini di tanyakan adakah Muslim Mendukung Papua Merdeka? 
>Jawabannya ada dan tidak. Karena jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 
>yang terbesar dan mayoritas penduduknya beragama Islam di dunia maka penting 
>di jelaskan di sini, tentang perbedaan pengertian antara Islam dan Muslim. 
>Penjajahan Papua sama sekali tidak ada kaitan dengan Islam. Karena Islam dan 
>Muslim berbeda walaupun berasal dari satu akar kata. Muslim sebagai kata benda 
>yang berarti manusianya, sedangkan Islam sebagai kata sifat yang abstrak, 
>berarti nilai. Sesuatu yang berdimensi nilai berarti juga sesuatu yang dianggap
> suci, sakral (keramat), yang berintikan ajaran-ajaran doktrin pokoknya 
> bersifat transendetal.
>
>
>Ismail Asso, West Papua.
>
>
>
>
>
>
>>
>
> 

 


      

Kirim email ke