Salam buat anda2 di Malaysia: Banyak bangsa di Nusantara ini yang sudah 'tertidur' kecuali West Papua, RMS dan Acheh - Sumatra. Acheh, sepertinya sudah masuk perangkap balik. Akankah West Papua dan RMS berhasil diperangkap Hindunesia - Jawa sebagaimana Acheh - Sumatra. Ketiga bangsa yang sudah pernah sadar ini sebaiknya menyerang Hindunesia - Jawa secara serentak. Kalau tidak agama apapun di ketiga bangsa tadi akan diganti dengan Pancasila atau agama Hindu majapahit dengan cara berakumulasi dengan agama setempat hingga kalau Islam, jadilah islam Helling dengan politik Ewuhpakewuh.
________________________________ From: Special Weapon And Tactics <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, April 12, 2010 3:05:48 PM Subject: Re: |IACSF| Teroris ASAL ACEH Menurut JAWA POS dan RAKYAT ACEH Kami di Malaysia tahu apa yang dilakukan oleh Bangsa Jawa terhadap bangsa-bangsa di luar Jawa. Bangsa Jawa yang dibantu oleh Belanda dulunya tidak tahu malu menjajah negeri orang dan kemudian mengaku menegakkan negara Indon. Saya menyerukan bangsa-bangsa di luar Jawa supaya segera berjuang untuk membebaskan wilayah dan negeri mereka dari penjajahan jawa sebelum agama dan bangsa mereka dihancur-leburkan oleh bangsa biadab ini. Bukan hanya itu saja, ada rencana Jawa-Jawa untuk menjawanisasikan seluruh nusantara. Transmigrasi adalah proyek jawanisasi dari Jakarta supaya orang lain selain di pulau Jawa menjadi Jawa semua. Menurut kabar, Lampung sudah berhasil di Jawanisasikan. Tahukah Anda semua pembaca bahwa untuk mendatangkan transmigrasi saja mesti merogoh kocek duit milyaran rupiah hingga ada departemen dan menteri yang mengurusi orang-orang Jawa itu. Disamping itu, Indonesia identik dengan Jawa dan mayoritas TNI/Polri adalah Jawa, mereka adalan pelanggaran HAM berat kaena membunuh warga sipil di Aceh. Militer Jawa apa agamanya? "Tuhan" mereka Berhala burung Garuda Pancasila" dan "UUD 45" adalah Kitab sucinya. Untuk mengindentifikasika nnya mudah saja, nama mereka banyak memaki unsurO. Contoh: Sukarno, Suharto, Anaknya Sukarno, Susilo Yudhoyono (Presiden Jawa) Panglima TNI Joko Santoso Mantan Panglima TNI, Try Sutrisno, Endriartono Sutarto Hendarso (Polri) Agus Suhartono(KSAL) Nama-nama tentara Indonesia Jawa banyak sekali nama yang berunsur O. Contohnya: Probowo, Wiranto, Sutiyoso, Sudomo, Wismoyo, Hartono, Tyasno Sudarto, Pramono Nama-nama diatas ada beberapa sebagian tentara asal Jawa yang pernah memerintahkan berperang dan membunuh warga Aceh. 2010/4/12 Win Wan Nur <winwan...@yahoo. com> >Setiap kali ada berita seperti ini saya selalu suka membandingkan cara >penyampaian berita oleh berbagai media. > >Dan selalu cara penyampaian berita itu selalu terkait dengan suasana emosional >pembaca berita tersebut. > >Hari ini kebetulan saya ada di Bali, jadi saya mencoba membaca beberapa media >lokal untuk mengetahui cara mereka menggambarkan peristiwa ini, dan seperti >biasa, saya juga penasaran dengan cara JAWA POS dalam memberitakan peristiwa >ini. > >Pembaca di Bali yang tidak memiliki hubungan emosional yang kentara dengan >Aceh dan secara umum bisa dikatakan memiliki hubungan yang tidak terlalu >harmonis dengan suku Jawa yang merupakan mayoritas pendatang di provinsi >tersebut, dalam menuliskan berita tertangkapnya 6 teroris di Medan ini sama >sekali tidak menekankan pentingnya kata ACEH. > >Surat Kabar terbesar di Bali, Bali Post misalnya, menurunkan berita ini di >halaman pertama dengan judul "Enam Tersangka Teroris Ditangkap, Dua Kabur". >Dalam seluruh isi berita kisah penangkapan teroris di Medan ini, Bali Post >hanya menyebut kata Aceh satu kali, dalam kalimat " Setelah dibawa dan >diperiksa di Mapoltabes Medan, pihaknya menemukan peta Sumut dan Aceh yang >dimiliki tersangka itu" > >Surat kabar terbitan Bali yang lain yang memiliki Oplag cukup signifikan, Nusa >Bali juga menurunkan berita ini di halaman pertama, dengan judul utama >(ditulis dengan huruf berukuran besar dan tebal ) "6 Teroris Ditangkap, 1 >Tertembak". Lalu dibawahnya ada judul pendukung yang ditulis dengan huruf >berukuran lebih kecil " Teroris Medan Mengaku Rencana Ledakkan Cikeas" > >Di Nusa Bali nama Aceh disebut beberapa kali, tapi oleh Nusa Bali, penyebutan >nama Aceh tersebut sama sekali tidak disebutkan sebagai tempat asal teroris. > >Kata Aceh disebut di Nusa Bali dalam kalimat-kalimat berikut : > >* Setelah serangkaian penggerebekan di Aceh, 6 teroris Medan Sumatera Utara, >sabtu (11/4 subuh) >* Melintas dengan mobil Toyota Kijang plat BL (Aceh) >* Sebagaimana rekannya yang digrebek di Aceh >* Mobil Kijang plat Aceh yang digunakan teroris sudah disita polisi >* Peta Nanggroe Aceh Darussalam >* Sebuah Mobil Toyota Kijang Plat Aceh >* Dicari terkait jaringan teroris yang masuk ke Aceh > >Dalam menjelaskan jati diri keenam teroris itu Nusa Bali menjelaskan " Untuk >dua teroris berasal dari Bandar Lampung sedang empat lainnya berasal dari Jawa" > >Bandingkan kedua penggambaran berita penangkapan teroris di medan ini dengan >berita Jawa Pos yang dimuat di berita utama di halaman belakang surat kabar >terbitan Surabaya ini > >Enam Teroris DPO Aceh Tertangkap (ditulis dengan huruf berukuran besar dan >tebal) >Dalam Razia di Medan (ditulis dengan huruf berukuran kecil) > >MEDAN - Sekelompok orang yang diduga sebagai anggota jaringan teroris asal >Aceh dan masuk DPO (daftar pencarian orang) tertangkap polisi dalam razia di >Medan dini hari kemarin (11/4). Enam orang yang ditangkap itu langsung dibawa >ke Mapoltabes Medan. Dua orang lainnya kabur. > >Berdasar laporan Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), enam orang tersebut ditangkap >di depan eks pool ANS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, sekitar pukul 03.00. >Saat itu petugas Sabhara Poltabes Medan dibantu personel Polsek Medan Kota >melakukan razia di tempat kejadian perkara (TKP). > >Lengkapnya baca di http://www.jawapos. com/halaman/ index.php? >act=detail&nid=127870 > >Dengan membandingkan berita di dua surat kabar terbitan Bali ini dan surat >kabar terbitan Surabaya ini, kita jelas melihat ada dua sikap yang berbeda. >Bali yang tidak memiliki tendensi apa-apa terhadap Aceh sama sekali tidak >mensangkut-pautkan kejadian penangkapan teroris di medan tersebut dengan Aceh. >Untuk berita di Nusa Bali, Malah orang Medan yang ketiban sial mendapat cap >teroris, nusa Bali juga dengan lugas menyebutkan kalau Empat dari enam teroris >itu berasal dari Jawa. > >Sementara Jawa Pos yang berita-beritanya tentang Aceh sejak zaman konflik dulu >yang memang selalu tendensius terhadap Aceh, kali ini pun tidak berbeda. > >Jawa Pos dengan lugas mengatakan bahwa tersangka teroris yang ditangkap di >Medan tersebut sebagai "Sekelompok orang yang diduga sebagai anggota jaringan >teroris ASAL ACEH" > >Tapi karena memang sudah dari dulu demikian, saya tidak terlalu heran. Yang >membuat saya penasaran adalah bagaimana cara harian Rakyat Aceh yang merupakan >kaki tangan Jawa Pos di Aceh dalam memberitakan peristiwa ini. > >Ketika, tulisan ini saya post di facebook, seorang teman menanggapi dan >mengatakan "Jangan Penasaran bang...baca aja langsung: >http://www.rakyatac eh.com/index. php?open= view&newsid=16357&tit=Headline% >20Focus%20- %20%20Enam% 20Orang%20Diduga %20Teroris% 20Aceh%20Ditangk ap " > >Dan setelah saya baca, luar biasa, ternyata berita yang dimuat media yang >merupakan kaki tangan Jawa Pos di Aceh ini jauh lebih dahsyat dibanding berita >yang dimuat induknya Jawa Pos. > >Dari sebelas pargaraf berita yang dimuat harian RAKYAT ACEH ini, 4 pargaraf >mendikskreditkan Aceh Keempat paragraf itu adalah. > >Pasca penyergapan lokasi pelatihan teroris di Aceh, kini Poltabes Medan >kembali meringkus enam dari delapan orang dugaan komplotan TERORIS ACEH. Hanya >saja, dua diantara komplotan teroris itu berhasil melarikan diri dan kini >masih dalam buruan petugas kepolisian. > >Usai mengamankan keenam dugaan komplotan TERORIS ACEH dari Jalan SM Raja >tepatnya di depan eks Pool ANS, langsung diserahkan ke Mapoltabes Medan, >Minggu (11/4) sekira pukul 03.00 WIB, dini hari. > >Keenam tersangka dugaan TERORIS ACEH tersebut antara lain, Komarudin alias Abu >Musaluka (35), asal Bandar Lampung terdapat luka tembak di tangan kanannya, >Ibrahim Alias Deni (31) warga Sidoarjo, Yusuf Arifin (25) asal Bandar Lampung, >Bayu alias Budi (26) asal Solo, Pandu alias Abu Asama (26) asal Solo dan Abu >Musa alias Lutfi alias Zafar (30) asal Magetan. > >Usai mengamankan keenam dugaan komplotan TERORIS ACEH dari Jalan SM Raja >tepatnya di depan eks Pool ANS, langsung diserahkan ke Mapoltabes Medan, >Minggu (11/4) sekira pukul 03.00 WIB, dini hari. > >Mendengar dua dari delapan dugaan TERORIS ACEH melarikan diri, tak ayal >membuat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol >Oegroseno bersikap tegas. Dia memerintahkan jajarannya untuk melakukan >pemburuan terhadap dua orang anggota teroris yang berhasil melarikan diri saat >hendak ditangkap petugas Sabhara Poltabes Medan di Jalan SM Raja Medan. > >Luar biasa...Rakyat Aceh yang satu ini, kelihatan media ini, wartawan dan >dewan redaksinya bangga sekali kalau cap TERORIS dilekatkan dengan kata ACEH. > >Wassalam > >Win Wan Nur >Rakyat Aceh Bukan TERORIS > >www.winwannur. blog.com >www.winwannur. blogspot. com > >
