Salam, Sebagai "pengawal" mas Fatih, saya cukup banyak menerima berkah dari setiap apa yang ia dapatkan, memang banyak diantara teman-teman yang lain seperti bung Masgajoy yang ingin menuai ide-ide kreatif, imajinatif, produktif dari mas Fatih ini, tapi banyak yang belum berhasil. Untuk mempermudah proses pembongkaran itu, sebaiknya mulailah dengan cerita-cerita mngenai fashion, supaya lebih lancar dan seru ada baiknya cerita tersebut dibarengi dengan nonton fashion tv chanel. Nanti ide-ide segerobaknya itu akan mengalir.
Dengan diwawancarinya mas Fatih oleh BBC London tersebut, disini secara implisit mas Fatih ingin mengajak kita selaku mahasiswa India untuk mengetahui sedalam-dalamnya "persoalan dapur" India. Hal ini dapat dipelajari dengan memperbanyak bacaan seperti yang telah ia sampaikan terdahulu. Untuk yang belum terbiasa bergaul dengan koran dan pemberitaan di TV, maka mulailah dengan membiasakan diri untuk membaca koran setiap pagi sebelum sikat gigi, dan akan lebih jitu lagi sebelum mandi....:) Saya sepakat dengan apa yang beliau sampaikan bahwa orang yang berada di luar lingkaran (di luar India) akan selalu berasumsi bahwa kita yang di India adalah lebih mengetahui persolan yang sedang terjadi di India. Artinya, kita yang di India lebih berhak yang lebih bisa dipercaya serta memiliki otoritas yang kuat bila bercerita ttg India. Walaupun sulit untuk mengetahui "seluk-beluk dapur" India secara sempurna, tapi paling tidak bagi penggemar film-film India seperti rekan kita Rozi, pemilik nick yang cukup seksi "pangeran_walet" itu juga dituntut untuk mengetahui dunia Bollywood secara sempurna. Sebab bila suatu saat hp anda berdering untuk diwawancari oleh CNN tentang dunia perfilman di India, anda sudah siap dan tidak gegabah lagi dalam menghadapi tantangan itu. Dan sudah barang tentu, bahwa bagusnya nilai wawancara itu juga didukung oleh kesiapan kita dalam memahami persoalan yang dihadapi, juga memiliki kemampuan yang mantap dalam menganalisa suatu permasalahan yang sedang dihadapkan kepada kita. Memang banyak diantara kita yang bisa menganalisa suatu persoalan, tapi sayangnya analisa-analisa tersebut tanpa dasar, artinya hanya ngarang saja. Buktinya, begitu dihadapkan untuk menuliskan analisanya tersebut ke dalam bentuk paper, masih banyak diantara kita yang keberatan. Barangkali itulah sebabnya mas Fatih sejak jauh-jauh hari sudah mengajak kita untuk sering menulis dan menulis. Sebagai mahasiswa S-2 ilmu Politik, mas Fatih ini saya anggap sebagai malaikat yang benar-benar jitu dalam membeberkan perpolitikan di India. Mungkin ini pulalah yang menyebabkan bung Asnadi untuk mengambil jurusan ilmu Politik di Agra University tahun ini. Kalaupun ada yang mengatakan bahwa dunia politik adalah dunia yang bergerak cepat, maka saya adalah org yang menyetujui pendapat itu. Tak hanya mas Fatih yang sedang mengambil jurusan ilmu Poltik, di sana juga ada bung Qisa'i, mahasiswa program doktor ilmu politik yang saya kira juga cukup mampu dan berkompeten. Ayoo maju bung Qisa'i....!!! Masa' google.com hanya dipenuhi oleh nama mas Fatih...hehehe, ataukan saya yang harus duluan untuk memperkenalkan Annamalai University itu? Gimana Adi dan Andri? Demikian, Bang IzaM. --- In [EMAIL PROTECTED], "A Fatih Syuhud" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Rekan2 milis, > > Pada saat penghitungan pemilu india tgl 13 (hari kamis) tempo hari, > yg dimenangkan partai Congress dan aliansinya, saya dikejutkan dg > suara deringan hp saya yg ternyata dari radio BBC seksi Indonesia. > Wartawati itu ingin mengetahui lebih mendetail mengapa sonia gandhi > dan partai congress nya bisa menang sedang vajpayee dan BJP-nya bisa > kalah. Saya yg sedang belajar di india oleh mereka dianggap lebih > tahu soal ini dan krn. itu dijadikan nara-sumber soal politik india. > > Krn. tanpa pemberitahuan sebelumnya, saya sebenarnya agak grogi. Tapi > sebagai mahasiswa, tentu saja saya tidak ingin menolak atau > menghindari 'tantangan' ini. Dan syukur alhamdulillah wawancara > berjalan dg lancar. > > Satu hal yg saya syukuri adalah bahwa dg membiasakan diri membaca dua > sampai tiga koran setiap hari dan nonton televisi berita lokal > seperti NDTV dan HEADLINES TODAY ternyata membawa berkah. Semua > jawaban saya secara otomatis mengalir begitu saja yg keluar dari > hasil baca koran tiap pagi (biasanya sebelum sikat gigi apalagi > mandi.. :> ) > > Dari pengalaman pertama wawancara ini, saya menarik sejumlah poin yg > layak saya bagi dg rekan2 semua: > > 1- Kita, mahasiswa dan masyarakat Indo di luar negeri, dianggap punya > kompetensi tentang kondisi negara tempat kita belajar/tinggal dan > karenanya dijadikan nara sumber. > > 2- Oleh karena itu, kita dianggap tidak wajar kalau ternyata tidak > memenuhi harapan tsb. Sebagai contoh, mahasiswa/masyarakat indo di > India tapi tidak memahami kondisi sosio-kultural dan politik di > negara tempat kita tinggal; > > 3- Anggapan dan bayangan orang luar terhadap kita yg semacam itu > hendaknya menjadi tantangan menarik bagi kita. Dan karenanya mau > tidak mau mesti selaras dg anggapan tsb, sesuai dg harapan mereka. Dg > cara: (1) teratur membaca koran/majalah india; (2)kalau punya tv > diusahakan untuk tidak hanya nonton bola, nonton film apalagi film > india lama (spt yg biasa dilakukan izam..) > > Bila itu dilakukan, kita tak perlu lagi kaget dan merasa tidak siap > ketika ada telpon berdering meminta kita menjadi nara sumber ttg hal2 > yg berkaitan dg india. Dan bila Anda merasa siap, kirim email ke > saya, suatu kali mungkin saya akan merekomendasikan Anda untuk jadi > nara sumber di BBC atau media elektronik lainnya. > > Berikut kutipan komentar sang wartawati yg dia kirim via email hari > ini (sebagian isi emailnya saya sensor krn. agak 'pribadi': > > From: "Dian Setianto" <[EMAIL PROTECTED]> > > "...Kalau kami perlu wawancara mas Fatih lain kali kami akan coba > hubungi dulu sebelumnya... kami berurusan dengan news & current > affairs yang bergerak dengan sangat cepat, kami selalu perlu > narasumber tepat saat kejadian itu terjadi atau bergulir seperti soal > hasil pemilu India kemarin > > ...saya berterima kasih sekali mas Fatih sudah bersedia diwawancara > dan penjelasan anda juga bagus dan memahami sekali keadaan politik di > India serta pembahasan media soal pemilu. > > Salam > Dian > > salam musim panas (di kamar saya agak dingin krn. ada cooler hasil > ngompas punya mas daud...) > > Fatih ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM ---------------------------------------------------------------------~-> _________________________________________________________________________ Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org ========================================================================== Catatan penting: 1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India 2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru 3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471 4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
