Dear all,
 
Menarik pengamatan Saudara Mario Gagho tentang arah kebijakan Partai Congress, terutama akan semakin adanya peluang kita di bidang pendidikan. Pertama mengenai kata "saffron" ini memang baru "dipasarkan" oleh penguasa baru India. Menurut kamus Webster artinya (asli) "the deep orange aromatic pungent stigmas of a flowered purple crocus (Crocus sativus) used to color and flavor foods and formerly as dyestuff and in medicine" (nah lho !). Itu kalau kita mencari makna aslinya sobats.
 
Jadi kalau mau kita artikan sesuai konteks pertarungan politik kemarin antara lain ini mengcounter kampanye/slogan BJP yang menyebut semua yang tidak harum sebagai harum, yang tidak shining sebagai shining, yang tidak incredible sebagai incredible. Ingat pula dulu istilah "klobotisme" di Indonesia ?. Dalam masalah kurikulum, Partai Congress telah mempermasalahkan kurikulum bahasa Inggris untuk CBSE yang dituduh telah disaffronisasi selama ini oelh MM Joshi. Kurikulum baru telah diajukan Sheila Dixit kepada Menteri HRD baru Arjun Singh.
 
Tapi kita janga lupa Pemerintahan BJP dulu pun tidak terlalu jelek amat bagi Indonesia (dalam pemberian peluang bagi kita dalam bidang pendidikan). Peserta ITEC kita telah ditingkatkan menjadi 125 orang pertahun. Dan ini kita sudah sampaikan ke Jakarta. Tapi belum digunakan sebaik mungkin. IIT Roorke memberi kita plafond 30 orang program M. Tech pertahun tapi yang bisa datang hanya 5-7 orang petahun, karena kita sendiri kurang manfaatkan. Bisa dibayangkan ada 60 orang mahasiswa Indonesia setiap tahun berjalan di IIT Roorkee (karena programnya 2 tahun).
 
Nah kedua mengenai peluang kita meraih gelar Ph. D. Kalau KBRi diperlukan intervensinya tolong beri indikasi apa yang dapat saya lakukan, nanti tentu kita lakukan sesuatu untuk membantu. Kalau bisa masukilah jurusan-jurusan yang tamatannya nanti di Indonesia bisa lebih bermanfaat. Kalau perlu jurusan yang tamatannya dapat ditampung di pasar tenaga kerja internasional seperti IIM Ahmedabad, begitu mungkin.
 
Mungkin juga "desaffronisasi" ini menjadi inti utama common minimum program walaupun tidak tertulis. Partai Congress sebagai "the grand old party" ingin terus berlanjut dan kemarin kena trauma oleh keberhasilan BJP yang membawa bendera komunalisme dengan dukungan sang parivar. Tapi yang jelas politis India kaya dengan istilah yang dapat memainkan politik dan mengendalikan issue. Ingat dulu masalah wereng bisa menjadi masalah nasional hanya karena kepintaran seorang Harmoko memainkan istilahs yang dilahap oleh media. Itu dia. Politis memang harus punya naluri pengendalian isyu arus utama. Boleh juga dipikirkan itu. Mungkin. Thanks for reading these. See you friends.
 
 
 


MSN 8 helps ELIMINATE E-MAIL VIRUSES. Get 2 months FREE*.

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke