Salam untuk semua....
Menarik memang ketika isu agama dikait-kaitkan dengan
isu politik. Negera sebesar India sebenarnya memiliki
banyak kelebihan  yang kalau kita perhatikan pasti ada
di semua bidang dan inilah yang menarik dari negrinya
Gandhiji.

Hanya saja isu kebebasan yg dulunya diangkat oleh
beliau kini terlihat samar-samar khususnya kebebasan
beragama,dan anehnya entah mengapa selalu saja yg
menjadi pertikaian adalah kebiasaan yg ada dalan agama
islam dengan kepercayaan yg ada dlm agama hindu.
Saya akui ketika pertama kali saya menginjakkan kaki
di Delhi, saya masih melihat keakraban diantara umat
beragama di India,dan pengalaman pribadi saya
mengatakan bhw kemampuan saya dlm berbahasa Inggris
didukung oleh rajinnya saya menghadiri diskusi-diskusi
kecil yg diadakan pemuda-pemudi Bangalore dihalaman
gereja,bahkan menurut mereka saya termasuk yg
beruntung krn sempat bersenda gurau bersama Mother
Teressa ketika beliau menghadiri perayaan Natal
disebuah Rumah Singgah diluar kota Bangalore.
Semua ini terjadi ketika India masih dikuasai Partai
Kongres (dan saya yakin ini bukan krn kebetulan)

Namun sayangnya, keadaan mulai berubah (meskipun tdk
begitu drastis) ketika BJP dan Aliansinya menguasai
kancah politik India,hal yang paling dirasakan sekali
saat itu (khususnya bg mahasiswa Indonesia) adalah
ketika kita yg kuliah di Nadwah College tidak
diperkenankan utk memperpanjang visa dan kalau boleh
dikatakan penguasa ingin mengusir kami yang sedang
menimba ilmu islami di Nadwah. Di Aligarh, kebijakan
baru pun dilaksanakan, Universitas untuk kalangan
minoritas ini, tdk lg mendapat subsidi dr pemerintah,
sehingga biaya kuliah di Aligarh menyamai biaya kuliah
di Eropa, yang lebih mengejutkan lagi Menteri HRD
mewajibkan research visa bagi siapa saja yg mengikuti
program Ph.D, wah semakin sulitlah kehidupan bg kami
mahasiswa indonesia india, krn utk mengurus visa
tersebut disamping membutuhkan waktu yg panjang juga
membutuhkan biaya yg buanyak.

Kalaupun kemudian (seperti yg dikatakan Pak Dalton)
memberikan kompensasi dibidang yg lain,toh itu belum
dirasakan manfaatnya oleh kita Mahasiswa Indonesia di
India. Sekembalinya saya dr India dan menjadi Sekjen
Himpunan Alumni India Sumut, rekan-rekan dari Aceh
(sebanyak 12 orang) meminta bantuan dalam pengurusan
Visa Student berdasarkan panggilan dari Nadwah
College, namun sayangnya tak satupun dari mereka yang
bisa saya bantu karena Konjen India di Medan,bukan
menolak, tapi mengulur2 waktu dengan alasan hrs
meminta izin terlebih dahulu kpd Ministry of Internal
Affairs, anehnya waktu penantian tersebut berumur 6
bulan yg akhirnya mematahkan semangat rekan-rekan
tersebut.

Dilain waktu, sekelompok Jamah Tabligh meminta bantuan
saya untuk pengurusan visa ke India,berdasarkan
pengalaman terdahulu, saya menyarankan kpd mereka utk
merubah cara berpakain ketika masuk kelingkungan
Konjen India, baju yg biasanya alakadar berubah
menjadi pakain trendy ditambah dgn dasi dan mereka
harus merekan janggut mereka dibabat,Alhamdulillah
Konjen berbaik hati memberikan kpd mereka 'X' visa.

Pengalaman-pengalaman inilah yg saya yakin membuat
rekan-rekan sedikit antipati dengan 'saffron'.

Pada kesempatan ini saya juga memohon kpd pihak KBRI
utk membantu saudara Shofwan yg ditolak permohonannya
utk mendapatkan research visa, padahal beliau telah
terdaftar sebagai mahasiswa S3 di AMU, dan
sepengetahuan saya, tanpa adanya research visa,
saudara Shofwan takkan bisa menyelesaikan S3nya.

Semoga niat baik kita mendapat ganjaran yg setimpal.

Salam untuk semua.






 --- dalton sembiring <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

---------------------------------
Dear all,
 
Menarik pengamatan Saudara Mario Gagho tentang arah
kebijakan Partai Congress, terutama akan semakin
adanya peluang kita di bidang pendidikan. Pertama
mengenai kata "saffron" ini memang baru "dipasarkan"
oleh penguasa baru India. Menurut kamus Webster
artinya (asli) "the deep orange aromatic pungent
stigmas of a flowered purple crocus (Crocus sativus)
used to color and flavor foods and formerly as
dyestuff and in medicine" (nah lho !). Itu kalau kita
mencari makna aslinya sobats. 
 
Jadi kalau mau kita artikan sesuai konteks pertarungan
politik kemarin antara lain ini mengcounter
kampanye/slogan  BJP yang menyebut semua yang tidak
harum sebagai harum, yang tidak shining sebagai
shining, yang tidak incredible sebagai incredible.
Ingat pula dulu istilah "klobotisme" di Indonesia ?.
Dalam masalah kurikulum, Partai Congress telah
mempermasalahkan kurikulum bahasa Inggris untuk CBSE
yang dituduh telah disaffronisasi selama ini oelh MM
Joshi. Kurikulum baru telah diajukan Sheila Dixit
kepada Menteri HRD baru Arjun Singh. 
 
Tapi kita janga lupa Pemerintahan BJP dulu pun tidak
terlalu jelek amat bagi Indonesia (dalam pemberian
peluang bagi kita dalam bidang pendidikan). Peserta
ITEC kita telah ditingkatkan menjadi 125 orang
pertahun. Dan ini kita sudah sampaikan ke Jakarta.
Tapi belum digunakan sebaik mungkin. IIT Roorke
memberi kita plafond 30 orang program M. Tech pertahun
tapi yang bisa datang hanya 5-7 orang petahun, karena
kita sendiri kurang manfaatkan. Bisa dibayangkan ada
60 orang mahasiswa Indonesia setiap tahun berjalan di
IIT Roorkee (karena programnya 2 tahun). 
 
Nah kedua mengenai peluang kita meraih gelar Ph. D.
Kalau KBRi diperlukan intervensinya tolong beri
indikasi apa yang dapat saya lakukan, nanti tentu kita
lakukan sesuatu untuk membantu. Kalau bisa masukilah
jurusan-jurusan yang tamatannya nanti di Indonesia
bisa lebih bermanfaat. Kalau perlu jurusan yang
tamatannya dapat ditampung di pasar tenaga kerja
internasional seperti IIM Ahmedabad, begitu mungkin.
 
Mungkin juga "desaffronisasi"  ini menjadi inti utama
common minimum program walaupun tidak tertulis. Partai
Congress sebagai "the grand old party" ingin terus
berlanjut dan kemarin kena trauma oleh keberhasilan
BJP yang membawa bendera komunalisme dengan dukungan
sang parivar. Tapi yang jelas politis India kaya
dengan istilah yang dapat memainkan politik dan
mengendalikan issue. Ingat dulu masalah wereng bisa
menjadi masalah nasional hanya karena kepintaran
seorang Harmoko memainkan istilahs yang dilahap oleh
media. Itu dia. Politis memang harus punya naluri
pengendalian isyu arus utama. Boleh juga dipikirkan
itu. Mungkin. Thanks for reading these. See you
friends.  
 
 
 



---------------------------------
MSN 8 helps ELIMINATE E-MAIL VIRUSES. Get 2 months
FREE*.

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat
diskusi harian di www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan
di www.arsip.zor.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan
dg masyarakat/mahasiswa/alumni India
2- Arsip milis:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi
nasional: www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 


Yahoo! Groups Sponsor  ADVERTISEMENT
 

---------------------------------
Yahoo! Groups Links

   To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
 
   To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
 
   Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo!
Terms of Service.
 


        
        
                
____________________________________________________________
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" 
your friends today! Download Messenger Now 
http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru & arsip pilihan di www.arsip.zor.org
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Bahrum): 9810199471
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke