Assalamualaikum...
Heran aku membaca tanggapan bung fachim ttg isi milis
ppi india. Gimana bisa bung membaca koran di india
bila bung sdh tak sanggup membaca milis ini? Saran
saya bila bung kurang berkenan dgn apa yg ada dimilis
ini, tanyakan pd moderator gimana cara yg gampang utk
tdk menerima milis lagi, gampang kan....
Cerita bung pun sdh lama terdengar dikalangan pekerja
MLM dan nampaknya inspirasi dr cerita tersebut
menumbuhkan keinginan para pekerja MLM utk setidaknya
dpt menggapai mimpi yg diiming2i kpd mereka.Pesan
saya, pandai-pandailah bung bermasyarakat dgn
masyarakat indonesia yg ada di india, jgn hanya
menilai orang dr apa yg mrk tampilkan apalagi dr apa
yg mereka berikan, membaca latar belakang bung saya
yakin bung bukan org yg gampang terkontaminasi,
entahlah....
Melalui jalur komunikasi yg kami bangun, kami tlh
memberitahukan kpd pihak terkait di jakarta ttg
permasalahan tenaga kerja mahasiswa yg akan ditugaskan
membantu jemaah haji, diantaranya memberitahukan bhw
mahasiswa indonesia tersebar dibeberapa daerah di
india, sehingga setidaknya alokasi pembagian jatah dpt
lebih diperhatikan,apalagi di india bukan hanya
kedubes yg ada namun konjenpun juga ada. Nampaknya mrk
memperhatikan dgn seksama, terutama ttg tatacara
penunjukkan calon tenaga kerja dari india. Kalupun
nantinya ada tanggapan dr pihak tersebut dan kemudian
menghubungi pihak terkait di india, kami harap, pihak
terkait terutama DP PPI India dpt menanggapinya dengan
arif dan bijaksana, setidaknya dapat memberikan
informasi lain yg lebih konstruktif.
Bagi rekan2 di Aligarh, selamat berjuang, pertahankan
nilai-nilai demokrasi dan kejujuran. Berkacalah dari
apa yang pernah ada, kalau sudah jatuh untuk apa harus
tertimpa tangga??? Tunjukkan bhw kalian dapat berbuat
lebih baik dari apa yg mereka perbuat....
Wassalamualaikum....
--- Zamhasari Jamil <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wa'alaikumsalam Wr. Wb.
> Salam PPI India,
>
> Kisah yang bang Fachim kemukakan ini benar-benar
> menyentuh saya.
> Sebab, tak jarang, kita yang bahkan sudah bergelar
> tinggipun masih
> sering terlibat seperti "Embro" ini bersikap,
> mengejar keuntungan
> sesaat saja. Namun, tak jarang pula, sikap seperti
> "Pipo" inipun
> kadang-kadang menuai kritikan. Seperti contoh, Embro
> yang mengkritik
> cara kerja Pipo, padahal, jelas Pipo telah
> memperlihatkan sikap
> kedewasaanya dalam bersikap dan berpikir.
>
> Akhirnya dari kisah bang Fachim ini saya dapat
> menarik kesimpulan
> sekaligus memperkuat asumsi saya selama ini bahwa:
> "Tua umur dan
> banyaknya gelar sarjana seseorg belum menjamin
> seseorg itu untuk
> bersikap dewasa dan berfikir secara bijak." Nah,
> yang menjadi
> pertanyaan saya adalah: What "Dewasa" dan "Bijak"
> are?
>
> Saya kembali teringat dg sambutan Dewan Penasehat
> PPI India ttg
> pentingnya kita yang sudah bersekolah tinggi ini
> untuk menciptakan
> lapangan kerja. Bahkan saya lantas
> menginterpretasikan kalimat
> tersebut menjadi: Dengan adanya kemampuan untuk
> menciptakan lapangan
> pekerjaan baru, maka lulusan India tidak lagi
> "menjual" ijazah kesana-
> kemari sembari menghambakan diri untuk bekerja
> disini dan disitu.
> Sayangnya, saya melihat sebagian diantara kita masih
> banyak yang baru
> sedikit saja berkarya, dan itupun masih "menyusu"
> dibawak ketiak
> orang lain, tapi seolah-olah ia telah berbuat besar
> untuk bangsa ini.
> Tapi, apa daya nak dikata, apakah memang begini tipe
> bangsa kita?
>
> Wassalam,
>
> IzaM -
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], Fahim bin Ali
> Harharah
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Bagaimana dengan kita?
> > Pernahkah kita ingin merasakan seperti mereka?
> > Sudahkah kita berniat & berusaha untuk menjadi
> seperti mereka
> ataupun lebih baik lagi?
> >
> > Pernahkah kita memberanikan diri untuk melakukan
> seperti apa yang
> mereka lakukan?
> >
> > regards,
> >
> > F a c h i m
>
>
>
>
>
___________________________________________________________ALL-NEW Yahoo! Messenger -
all new features - even more fun! http://uk.messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional:
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/