Salam

sungguh benar bahwa menjaga pluralisme dengan menghormati hak-hak 
kelompok lain akan bisa membawa masyarakat yang beraneka ragam 
menjadi satu kekuatan tunggal yang bisa diperhitungkan. saya sangat 
setuju sekali dengan semangat pluralisme ini dan berharap kita semua 
bisa menjaganya dan menjadikannya satu pegangan untuk bisa melangkah 
bersama didalam menyongsong masa depan yang lebih baik

namun begitu saya kurang setuju dengan pernyataan pak suhadi bahwa 
pluralisme di India adalah pengaruh dari Hindutva.

>>>Rasa pluralisme ini betul terasa selama tiga tahun di India, 
bagaimana saya sebagai pejabat, sebagai wni, sebagai ortu, sebagai 
muslim hidup ditengah masyarakat India yang mengatakan sekuler, 
pengaruh hinduvta.<<<<

karena sejauh yang saya pelajari dan pahami selama ini, maaf andai 
saya salah memahaminya, bahwa paham hindutva ini justru diusung oleh 
kelompok hindu garis keras (Hindu Nationalist dengan RSS-VHP-Bajrang 
Dal serta BJP nya) di India yang intinya bahwa mereka berkeinginan 
untuk mendirikan sebuah 'Hindu Rashtra' (negara Hindu) dimana tidak 
ada lagi masyarakat yang hidup disitu selain orang-orang hindu, non-
hindu harus keluar dari negara yang diimpikan ini. filsafat ini 
sungguh bertolak belakang dengan paham pluralisme. (contoh yang masih 
teringat jelas, pembunuhan pendeta graham staines dan dua orang 
anaknya yang dibakar hidup2 ketika sedang tidur oleh orang-roang dari 
kelompok bajrang dal di Gujarat tahun 1999 karena mereka dituduh meng-
convert keyakinan orang-orang HIndu kasta rendah (outcaste) menjadi 
orang Kristen)

jadi, kalo saya boleh berpendapat, sikap toleransi atau pluralisme 
yang ada di India ini berasal dari filsafat agama HIndu sendiri, 
bukan dari Hindutva. karena hindutva itu adalah sebuah distorsi dari 
filsafat asli agama hindu yang menjamin adanya sikap toleransi tinggi 
terhadap orang atau kelompok lain. selain itu, sikap toleransi juga 
merupakan hasil dari proses interaksi masyarakat India asli sendiri 
dengan masyarakat-masyarakat pendatang yang akhirnya tinggal dan 
menetap di India. sehingga tercipta sebuah sikap yang saling memahami 
akan kekurangan dan kelebihan masing-masing serta saling hormat-
mengormati terhadap kepercayaan, hak, dan juga kewajiban masing-
masing kelompok didalam masyarakat.


salam


Qisai

ps:

welcome Ramadhan! And selamat menjalankan ibadah puasa kepada 
semuanya! 

--- In [EMAIL PROTECTED], suhadi salam <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Bung Mario yang pernah mengaku berumur dekat-dekat ke
> usia saya, meskipun masih tetap kelihatan "muka bayi",
> sebagai  ortu mewakili diri sendiri dan kel. saya
> ucapkan mohon maaf atas sgl kekeliruan selama ini.
> Rasa pluralisme ini betul terasa selama tiga tahun di
> India, bagaimana saya sebagai pejabat, sebagai wni,
> sebagai ortu, sebagai muslim hidup ditengah masyarakat
> India yang mengatakan sekuler, pengaruh hinduvta. Saya
> juga hrs mencoba menafsirkan bahwa  Allah adalah
> Robbul Alamin (bukan Robbul Muslimin saja) dan Islam
> adalah Rahmatan lil Alamin bukan Rahmatan lil Muslimin
> saja). Karena saya mengalaminya sendiri.Topik ini akan
> saya bahas dalam diskusi Ramadhan nanti bersma dengan
> anda et kawans PPI. Dapatkan pengalaman ini nantinya
> saya terapkan pula di Ina sekembalinya saya kembali.
> Okey sekali lagi " Ahlan wa sahlan ya Ramadhan".
> --- Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Editorial: PPI dan Spirit Pluralisme Bangsa Kita
> > Oleh Mario Gagho
> > 
> > Pesta demokrasi baru saja usai. Begitu juga
> > penghitungan suara. Capres Susilo Bambang Yudoyono
> > (SBY) secara resmi telah keluar sebagai pemenang dg
> > cukup mutlak mengalahkan presiden berkuasa, Megawati
> > Sukarnoputri. Kedua figur pemimpin tertinggi bangsa
> > ini telah menunjukkan sikap mereka sebagai
> > negarawan:
> > pihak yg menang tidak terlalu berlebihan menampakkan
> > kemenangannya, di sisi lain pihak yg kalah mengakui
> > secara ksatria kekalahannya. Dalam istilah Thomas
> > Friedmann, kolumnis harian The New York Times, kedua
> > capres kita telah menunjukkan sikap "magnanimous in
> > victory, graceful in defeat". Suatu sikap yg biasa
> > dimiliki seorang negarawan sejati.
> > 
> > Apa yg membuat SBY menang dan Megawati kalah? Banyak
> > faktor, yg dapat kita lihat dari berbagai analisa
> > para
> > pakar politik dalam negeri. Akan tetapi, dalam
> > konteks
> > kita, mahasiswa/masyarakat Indonesia di India,
> > faktor
> > terpenting adalah karena rakyat menganggap SBY
> > memiliki spirit dan wawasan pluralisme paling kuat. 
> > 
> > Dalam situasi dunia yg dipenuhi konflik antarbangsa,
> > antaragama, antarsuku dan terorisme ini, spirit dan
> > wawasan pluralisme adalah mutlak diperlukan bukan
> > hanya oleh seorang presiden yg menjadi simbol
> > aspirasi
> > rakyat di negara bersistem demokrasi, tetapi juga
> > oleh
> > semua kalangan; tak terkecuali dalam hal ini adalah
> > institusi PPI India, anggota PPI dan masyarakat
> > India
> > secara umum. 
> > 
> > Pluralisme dalam istilah filsafat bermakna "a system
> > that recognizes more than one ultimate principle".
> > Dalam kamus Webster's Unabridged Dictionary,
> > pluralisme berarti "a form of society in which a
> > member of minority groups maintain their independent
> > cultural traditions." Poin utama dari pengertian
> > kata
> > "pluralisme" secara filosofis dan bahasa ini adalah
> > sikap toleran, dan adanya pengakuan atas hak
> > eksistensi kelompok agama atau suku lain yg masuk
> > dalam kategori minoritas. Dengan mengakui keberadaan
> > mereka, tuntutan moral selanjutnya bagi kelompok
> > mayoritas adalah menghormati dan bahkan melindungi
> > minoritas serta memperlakukan mereka sama di depan
> > hukum dan tidak berlaku atau bersikap
> > diskrimininatif
> > dalam kehidupan sosial keseharian.
> > 
> > Seperti ucapan Thomas Friedmann di atas agar kita
> > selalu bersikap "magnanimous" (artinya kira-kira:
> > agung, berbudi luhur, bijaksana, caring, melindungi,
> > dll) ketika kita "menang" dalam kompetisi, maka
> > sikap
> > magnanimous harus juga ditunjukkan ketika kita
> > berada
> > dalam posisi "kuat" terhadap kalangan yg berada
> > dalam
> > posisi "lemah"; seperti sikap kelompok pemeluk agama
> > mayoritas terhadap pemeluk agama minoritas, kelompok
> > suku mayoritas pada suku yg minoritas, dst.
> > 
> > Menurut Jusman Masga, ketua ppi yg sering khotbah di
> > KBRI, ada sebuah Hadits Nabi yg juga mengacu pada
> > sikap magnanimous tsb, yg bunyinya kurang lebih sbb:
> > Ucapkan salam kepada sesama ketika bertemu. Dari yg
> > naik unta (dalam konteks sekarang: yg naik mobil
> > atau
> > lebih kaya) pada yg berjalan kaki; dari seorang
> > pejabat pada rakyat; dari yg berdiri pada yg duduk. 
> > 
> > Spirit magnanimity pluralisme ini konsekuensi
> > logisnya
> > akan mengarah pada spirit toleransi atas segala
> > realitas perbedaan: perbedaan agama, perbedaan suku,
> > perbedaan titik pandang, perbedaan afiliasi politik,
> > bahkan perbedaan hermeneutik dalam melihat agama yg
> > dianut masing-masing pemeluknya. Siapapun yg
> > memiliki
> > spirit pluralisme ini tentunya tidak akan pernah
> > berpikir untuk bersikap otoriter, arogan, memaksakan
> > kehendaknya sendiri, dan menganggap ide dan opininya
> > sebagai opini yg paling benar dan yg lain selalu
> > salah, dsb. 
> > 
> > PPI India sebagai institusi mahasiswa pemegang
> > estafet
> > eksistensi bangsa Indonesia harus memiliki semangat
> > dan spirit magnanimity pluralisme yg tidak diragukan
> > lagi. Dan dalam waktu yg sama, PPI hendaknya selalu
> > mengingatkan pada siapapun yg lupa bahwa Indonesia
> > itu
> > menjadi sebuah negara karena adanya rakyat dari
> > Sabang
> > sampai Merauke dg berbagai macam agama, suku, bahasa
> > dan kultur. 
> > 
> > Namun demikian, kesadaran akan realitas ini baru
> > akan
> > berguna kalau kita mengimplementasikannya dalam
> > sikap
> > keseharian kita: dengan menjaga perasaan kelompok
> > suku
> > atau agama lain ketika kita berbicara dan
> > berperilaku,
> > khususnya di depan umum. Apabila sikap toleransi
> > pluralisme ini tidak dipelihara, bahaya laten
> > perpecahan bangsa kita di masa depan bukanlah
> > sekedar
> > khayalan belaka. Di sisi lain, sikap tidak toleran
> > dari kalangan mayoritas (khususnya mayoritas agama
> > atau suku) hanya akan menunjukkan betapa kerdil dan
> > piciknya kalangan ini. 
> > 
> > Pada waktu yg sama, kalangan minoritas (suku maupun
> > agama) hendaknya juga bersikap quid pro quo atau
> > resiprokatif. Bersikap graceful dan tidak selalu
> > bercuriga pada yg mayoritas. Di sini, diperlukan
> > adanya dialog dan keterbukaan guna menghindari
> > kesalahpahaman yg salah satunya bisa dilakukan di
> > milis ini.
> > 
> > Bagi kalangan generasi "tua" yakni masyarakat
> > Indonesia di India, hendaknya juga tidak
> > sungkan-sungkan untuk mengingatkan kami yg muda;
> > sebagaimana kami juga suka mengkritisi sikap
> > generasi
> > tua apabila dianggap perlu. Akhirnya, selamat puasa
> > Ramadhan bagi yg umat Islam di seantero India.
> > 
> > salam, 
> >  
> > 
> > =====
> > Mario Gagho
> > Political Science,
> > Agra University, India
> > 
> > 
> >             
> > __________________________________
> > Do you Yahoo!?
> > Y! Messenger - Communicate in real time. Download
> > now. 
> > http://messenger.yahoo.com
> > 
> 
> 
> 
>               
> _______________________________
> Do you Yahoo!?
> Declare Yourself - Register online to vote today!
> http://vote.yahoo.com





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke