Ih pak DOKTOR kena juga anda pancingan saya, kalau
bicara sekuler kan seolahs kita pendukung kongresnya
SMT Sonia Gandhi, justru karena saya pernah hidup di
jaman BJP dengan dukungan RSS et lainnya dan alami
peristiwa Gujarat, citas Hinduvta itu bagi BJP dkk
masih harus diperjuangkan meskipun pak DOKTOR tahu kan
sekarang ini mrk mengatakan tidak ingin lagi gunakan
istilah itu tetapi lebih cenderung untuk gunakan
istilah NASIONALISME INDIA, gitu aja pak DOKTOR, maaf
bung Mario kalau debat sama pak DOKTOR mah pasti saya
keteter, maafin semua yah selamat ber RAMADHAN et buka
bersama di Mushala hehehe wassalam.
--- Qisai <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Salam
>
> sungguh benar bahwa menjaga pluralisme dengan
> menghormati hak-hak
> kelompok lain akan bisa membawa masyarakat yang
> beraneka ragam
> menjadi satu kekuatan tunggal yang bisa
> diperhitungkan. saya sangat
> setuju sekali dengan semangat pluralisme ini dan
> berharap kita semua
> bisa menjaganya dan menjadikannya satu pegangan
> untuk bisa melangkah
> bersama didalam menyongsong masa depan yang lebih
> baik
>
> namun begitu saya kurang setuju dengan pernyataan
> pak suhadi bahwa
> pluralisme di India adalah pengaruh dari Hindutva.
>
> >>>Rasa pluralisme ini betul terasa selama tiga
> tahun di India,
> bagaimana saya sebagai pejabat, sebagai wni, sebagai
> ortu, sebagai
> muslim hidup ditengah masyarakat India yang
> mengatakan sekuler,
> pengaruh hinduvta.<<<<
>
> karena sejauh yang saya pelajari dan pahami selama
> ini, maaf andai
> saya salah memahaminya, bahwa paham hindutva ini
> justru diusung oleh
> kelompok hindu garis keras (Hindu Nationalist dengan
> RSS-VHP-Bajrang
> Dal serta BJP nya) di India yang intinya bahwa
> mereka berkeinginan
> untuk mendirikan sebuah 'Hindu Rashtra' (negara
> Hindu) dimana tidak
> ada lagi masyarakat yang hidup disitu selain
> orang-orang hindu, non-
> hindu harus keluar dari negara yang diimpikan ini.
> filsafat ini
> sungguh bertolak belakang dengan paham pluralisme.
> (contoh yang masih
> teringat jelas, pembunuhan pendeta graham staines
> dan dua orang
> anaknya yang dibakar hidup2 ketika sedang tidur oleh
> orang-roang dari
> kelompok bajrang dal di Gujarat tahun 1999 karena
> mereka dituduh meng-
> convert keyakinan orang-orang HIndu kasta rendah
> (outcaste) menjadi
> orang Kristen)
>
> jadi, kalo saya boleh berpendapat, sikap toleransi
> atau pluralisme
> yang ada di India ini berasal dari filsafat agama
> HIndu sendiri,
> bukan dari Hindutva. karena hindutva itu adalah
> sebuah distorsi dari
> filsafat asli agama hindu yang menjamin adanya sikap
> toleransi tinggi
> terhadap orang atau kelompok lain. selain itu, sikap
> toleransi juga
> merupakan hasil dari proses interaksi masyarakat
> India asli sendiri
> dengan masyarakat-masyarakat pendatang yang akhirnya
> tinggal dan
> menetap di India. sehingga tercipta sebuah sikap
> yang saling memahami
> akan kekurangan dan kelebihan masing-masing serta
> saling hormat-
> mengormati terhadap kepercayaan, hak, dan juga
> kewajiban masing-
> masing kelompok didalam masyarakat.
>
>
> salam
>
>
> Qisai
>
> ps:
>
> welcome Ramadhan! And selamat menjalankan ibadah
> puasa kepada
> semuanya!
>
> --- In [EMAIL PROTECTED], suhadi salam
> <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> > Bung Mario yang pernah mengaku berumur dekat-dekat
> ke
> > usia saya, meskipun masih tetap kelihatan "muka
> bayi",
> > sebagai ortu mewakili diri sendiri dan kel. saya
> > ucapkan mohon maaf atas sgl kekeliruan selama ini.
> > Rasa pluralisme ini betul terasa selama tiga tahun
> di
> > India, bagaimana saya sebagai pejabat, sebagai
> wni,
> > sebagai ortu, sebagai muslim hidup ditengah
> masyarakat
> > India yang mengatakan sekuler, pengaruh hinduvta.
> Saya
> > juga hrs mencoba menafsirkan bahwa Allah adalah
> > Robbul Alamin (bukan Robbul Muslimin saja) dan
> Islam
> > adalah Rahmatan lil Alamin bukan Rahmatan lil
> Muslimin
> > saja). Karena saya mengalaminya sendiri.Topik ini
> akan
> > saya bahas dalam diskusi Ramadhan nanti bersma
> dengan
> > anda et kawans PPI. Dapatkan pengalaman ini
> nantinya
> > saya terapkan pula di Ina sekembalinya saya
> kembali.
> > Okey sekali lagi " Ahlan wa sahlan ya Ramadhan".
> > --- Mario Gagho <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > > Editorial: PPI dan Spirit Pluralisme Bangsa Kita
> > > Oleh Mario Gagho
> > >
> > > Pesta demokrasi baru saja usai. Begitu juga
> > > penghitungan suara. Capres Susilo Bambang
> Yudoyono
> > > (SBY) secara resmi telah keluar sebagai pemenang
> dg
> > > cukup mutlak mengalahkan presiden berkuasa,
> Megawati
> > > Sukarnoputri. Kedua figur pemimpin tertinggi
> bangsa
> > > ini telah menunjukkan sikap mereka sebagai
> > > negarawan:
> > > pihak yg menang tidak terlalu berlebihan
> menampakkan
> > > kemenangannya, di sisi lain pihak yg kalah
> mengakui
> > > secara ksatria kekalahannya. Dalam istilah
> Thomas
> > > Friedmann, kolumnis harian The New York Times,
> kedua
> > > capres kita telah menunjukkan sikap "magnanimous
> in
> > > victory, graceful in defeat". Suatu sikap yg
> biasa
> > > dimiliki seorang negarawan sejati.
> > >
> > > Apa yg membuat SBY menang dan Megawati kalah?
> Banyak
> > > faktor, yg dapat kita lihat dari berbagai
> analisa
> > > para
> > > pakar politik dalam negeri. Akan tetapi, dalam
> > > konteks
> > > kita, mahasiswa/masyarakat Indonesia di India,
> > > faktor
> > > terpenting adalah karena rakyat menganggap SBY
> > > memiliki spirit dan wawasan pluralisme paling
> kuat.
> > >
> > > Dalam situasi dunia yg dipenuhi konflik
> antarbangsa,
> > > antaragama, antarsuku dan terorisme ini, spirit
> dan
> > > wawasan pluralisme adalah mutlak diperlukan
> bukan
> > > hanya oleh seorang presiden yg menjadi simbol
> > > aspirasi
> > > rakyat di negara bersistem demokrasi, tetapi
> juga
> > > oleh
> > > semua kalangan; tak terkecuali dalam hal ini
> adalah
> > > institusi PPI India, anggota PPI dan masyarakat
> > > India
> > > secara umum.
> > >
> > > Pluralisme dalam istilah filsafat bermakna "a
> system
> > > that recognizes more than one ultimate
> principle".
> > > Dalam kamus Webster's Unabridged Dictionary,
> > > pluralisme berarti "a form of society in which a
> > > member of minority groups maintain their
> independent
> > > cultural traditions." Poin utama dari pengertian
> > > kata
> > > "pluralisme" secara filosofis dan bahasa ini
> adalah
> > > sikap toleran, dan adanya pengakuan atas hak
> > > eksistensi kelompok agama atau suku lain yg
> masuk
> > > dalam kategori minoritas. Dengan mengakui
> keberadaan
> > > mereka, tuntutan moral selanjutnya bagi kelompok
> > > mayoritas adalah menghormati dan bahkan
> melindungi
> > > minoritas serta memperlakukan mereka sama di
> depan
>
=== message truncated ===
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now.
http://messenger.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional:
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/