WHY?
The deeper history behind the September 11th terorist attack on 
America
Oleh J.W. Smith

Buku yang ditulis oleh J.W. Smith, seorang Ph.D dalam bidang ekonomi 
politik, ini berisi tentang sebuah kajian yang cukup mendalam tentang 
alasan dibalik serangan `teroris' pada tanggal 11 September
2001 terhadap pusat ekonomi Amerika, WTC.  

Buku ini berisi 210 halaman, dibagi dalam 10 bab, diterbitkan oleh 
Regency Publications, New Delhi, edisi kedua, tahun 2004, harga untuk 
paper back Rs. 200/- (ISBN 81-89233-02-5), yang hard cover Rs. 400/- 
(ISBN 81-87498-99-4).

Di bab I, penulis menjelaskan tentang sejarah panjang peristiwa 
peperangan antara Timur (Muslim) dan Barat (Kristen), lebih dari 1300 
tahun, yang pada akhirnya dimenangkan oleh Barat. Kemenangan ini 
menandai awal mula usaha Barat untuk menguasai wilayah Timur (Timur 
Tengah dan sekitarnya) yang kaya akan sumber daya alam, khususnya 
minyak, demi untuk menjalankan roda ekonomi dunia Barat (Amerika dan 
Eropa). Kemenangan ini membuat proses penghancuran melalui kekerasan 
(plunder-by-raids) berubah menjadi penghancuran melalui perdagangan 
(plunder-by-trade) sebagaimana dijelaskan didalam bab-bab selanjutnya 
(bab 2,3,4,5 dan 6). Amerika yang menjadi pewaris tunggal tongkat 
estafet imperialisme dunia dari Eropa (Inggris) berusaha keras untuk 
menancapkan pengaruhnya kedalam segala bidang, terutama dalam bidang 
ekonomi dan politik. 

Setelah menolak penerapan filsafat perdagangn bebas ala Adam Smith 
yang penuh dengan tipu muslihat dan sebaliknya menerapkan filsafat 
perlindungan ala Friedrich List untuk kemajuan industri dan pasarnya, 
Amerika mulai menyebarkan propaganda tentang kehebatan dan keuntungan 
filsafat perdagangan bebas ala Adam Smith  kepada semua negara-negara 
lemah yang kaya akan sumber daya alam demi untuk memuaskan 
ketamakannya (bab II). Seperti dijelaskan didalam buku ini, filsafat 
dan kebijakan perdagangan bebas ala Adam Smith jelas-jelas berusaha 
untuk memperendah pemasukan devisa negara-negara lemah tetapi kaya 
akan sumber daya alam sehingga kekayaan tersebut bisa sepenuhnya 
dinikmati oleh negara-negara maju (kaya) tetapi miskin sumber daya 
alam (Amerika dan juga negara-negara Eropa). Filsafat ini penuh 
dengan ketimpangan dan ketidakadilan. Jadi, pihak atau negara manapun 
yang menerapkan filsafat Adam Smith, negara tersebut secara tidak 
langsung menyerahkan dengan begitu saja kekayaannya kepada pusat-
pusat imperialis (Amerika dan Eropa). Inilah kemudian yang dikenal 
dengan proses plunder-by-trade, penghancuran pusat-pusat kekayaan 
melalui tipu muslihat pedagangan bebas yang pada akhirnya 
mengakibatkan negara-negara yang kaya akan sumber daya alam menjadi 
semakin miskin dan negara-negara yang miskin akan sumber daya alam 
menjadi semakin kaya. Selain negara-negara di Timur Tengah dan 
sekitarnya, penerapan filsafat perdagangan bebas ala Adam Smith ini 
juga terjadi di negara-negara Amerika Latin, Afrika dan juga negara-
negara Asia lainnya.

Dalam usahanya menerapkan filsafat perdagangan bebas Adam Smith, 
Amerika, melalui CIA dan juga badan-badan intelejen lain yang 
dimilikinya, telah melakukan berbagai cara seperti pembodohan 
intelektual dan disinformasi, baik didalam negerinya sendiri maupun 
di luar negeri (contohnya seperti yang terjadi di Yugoslavia setelah 
bubarnya negara federasi tersebut dimana sebelum federasi Yugoslavia 
bubar, berbagai macam informasi bisa dinikmati oleh masyarakat, 
tetapi semenjak bubarnya Federasi Yugoslavia, hanya ada satu saluran 
berita dan satu sumber berita saja) (bab III), destabilisasi 
kehidupan demokrasi di negara-negara berkembang yang kaya akan sumber 
daya alam (negara-negara di Afrika dan juga negara-negara di Asia 
seperti Indonesia, Vietnam, Korea juga Cina) dan juga usaha-usaha 
lainnya demi untuk menjaga supaya bekas negara-negara jajahan 
tersebut tetap berada didalam kontrol negara-negara imperialis (bab 
IV). Selain itu, destabilisasi negara-negara `pesaing' di
Eropa Timur yang begitu mapan dalam memenuhi semua kebutuhan 
penduduknya baik dalam masalah pangan, papan, kesehatan maupun 
pendidikan seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, dalam bentuk perang 
dingin, juga merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh Amerika 
untuk menguasai seluruh kekayaan yang ada di dunia (bab V dan VI). 
Penyerangan terhadap Afghanistan dan Iraq yang baru saja dilakukan 
oleh Amerika, juga menjadi bagian dari usaha penguasaan terhadap 
kekayaan alam dunia, minyak khususnya, demi untuk menjalankan roda 
perekonomian dan kepuasan ketamakan Amerika.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh Amerika ini telah menimbulkan 
perlawanan dan penolakan dari mereka yang merasa dijajah kembali. 
Kelompok inilah yang kemudian berusaha untuk men-destabilisasikan 
kehidupan ekonomi Amerika. Para `freedom fighters' yang
dididik oleh CIA untuk men-destabilisasikan Uni Soviet melalui 
Afghanistan, sekarang telah berbalik menyerang kepentingan dan 
keamanan nasional Amerika dan karenanya orang yang sama ini disebut 
sebagai `terorists'.

Di bab VII dan VIII, penulis menjelaskan tentang ketidaksamaan hak 
dan standar ganda penerapan hukum yang ada di dunia serta tentang 
keharusan untuk menerapkan dan mempraktekkan persamaan hak dalam 
bidang ekonomi dan perdagangan. Disinformasi yang selama ini terjadi 
juga ditentang oleh penulis melaui uraiannya didalam bab IX. Dia 
mengharapkan bahwa kelak bisa tercipta sebuah arus informasi yang 
jujur tanpa harus ada manipulasi dan penipuan.

Dalam bab X, penulis menyimpulkan bukunya dengan menawarkan solusi 
terhadap permasalahan yang dialami oleh mereka yang tinggal di 
resource-wealthy poor nations. Dituliskan bahwa dengan memberikan hak 
penuh kepada semua orang, maka permasalahan yang saat ini sedang 
dihadapi oleh dunia, seperti terorisme, akan bisa hilang dengan 
sendirinya. Selama mereka tidak diberikan hak seperti semestinya, 
maka permasalahan ketimpangan status ekonomi ataupun sosial yang 
terjadi saat ini tidak akan pernah bisa hilang. Dalah alinea 
terakhirnya dalam buku ini, penulis menuliskan, "World peace is
not complicated. All that is necessary is that powerful nations
`Be what they say they are and do what they say they do'."

Ditulis dengan bahasa yang lugas dan jelas serta penjelasan yang 
cukup gamblang, buku ini sangat berguna bagi siapa saja, baik 
mahasiswa ilmu politik ataupun ekonomi, serta kalangan intelektual 
lainnya dan juga pemerhati permasalahan dunia, terutama masalah 
ekonomi dan politik. Selain itu, penjabaran tentang kebobrokan moral 
pemerintah negara-negara imperialis dan penderitaan yang dialami oleh 
negara kaya sumber daya alam yang  miskin, bisa menjadi sebuah 
kerangka dasar pemikiran solusi terhadap permasalahan yang dihadapi 
oleh Indonesia saat ini. 


Di resensi oleh

Ahmad Qisa'i
Dept. of Political Science,
Faculty of Social Sciences,
AMU, Aligarh, Uttar Pradesh





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/igXolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

_________________________________________________________________________
Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di 
www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppiindia.shyper.com  
==========================================================================
Catatan penting:
1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg  berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni 
India
2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: 
www.ppi-india.da.ru
3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326
4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647
5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255  
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppi-india/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke