Astaghfirullah...... � Memalukan..... di bulanb ramadhan lagi??? itulah hawa nafsu, sapa saja tak mampu utk meredamnya, namun kalo bisa disabarkan, lambat laun bisa terjaga, dan semoga Allah melindungi kita semua dari hal-hal negatif ini, amiiin. /me rian
On Mon, 18 Oct 2004 Mario Gagho wrote : > >Tampaknya pada hari2 ke depan, kita mesti hati2 sama >orang Riau nih, spy kejadian di Mesir ini tidak >terulang di India. hehe >selamat puasa hari ke-2. >(MG) > >Minggu, 17 Oktober 2004 18:23:00 >Seorang WNI Bunuh Satu Keluarga Malaysia di Mesir > > >Kairo-RoL -- Seorang warga negara Indonesia (WNI) >berinisial AD >dinyatakan sebagai tersangka yang membunuh satu >keluarga Malaysia di >Kairo, Mesir, hari Jumat (15/10). > >Jenazah satu keluarga yang masing-masing terdiri atas >Muhammad Zaki >(suami, 27 tahun), Nur (istri, 27), Maryam (anak, 7), >dan Muaz (anak, >3), kini disalatkan di Perumahaan Mahasiswa Selangor, >Distrik Madinat >Nasr, Kairo, Minggu (17/10), setelah autopsi di Rumah >Sakit Saiyidah >Zenab. > >"Rencananya, jenazah almarhum dan almarhumah akan >segera diterbangkan >ke Malaysia untuk dikuburkan di sana sesuai dengan >permintaan >keluarga," kata Pembina Mahasiswa Negeri Selangor, >Abdul Latif, >kepada ANTARA di Kairo sesaat menjelang prosesi salat >jenazah >tersebut. > >Atase Pertahanan KBRI Kairo, Kolonel Laut (E) Ir >Yuhastiar yang >dikonfirmasi ANTARA, membenarkan bahwa pihak keamanan >Mesir telah >menangkap seorang WNI dan dinyatakan sebagai tersangka >pembunuhan itu. > >"Ia (AD) telah mengaku sebagai pelaku pembunuhan. >Selain itu, polisi >setempat juga telah memiliki bukti kuat yang >menunjukkan (AD) sebagai >pelakunya," ujar Athan Yuhastiar. > >Kendati demikian, Yuhastiar mengatakan meski AD telah >dinyatakan tersangka, pembuktian benar-tidaknya harus >melalui >pengadilan. > >Sebegitu jauh, pihak KBRI belum berhasil menemui AD >yang ditangkap >sejak hari kejadian pada Jumat (15/10) lalu, dan belum >diketahui di >penjara mana ia sedang ditahan sementara. > >Kepala Sub-Bidang Protokol dan Konsuler KBRI Kairo >Krishna Djelani, >MA, yang memiliki akses langsung ke pihak keamanan >setempat, >mengatakan sejuah ini pihaknya belum memberikan >keterangan lebih >rinci tentang persoalan tersebut. > >"Kita belum dapat akses dari kepolisian untuk menemui >yang >bersangkutan. Jadi, sejauh ini kita belum bisa >memberikan keterangan >rinci," kata Krishna dan menambahkan, KBRI akan >memberikan >bantuan hukum jika prosesnya berlanjut ke pengadilan >Mesir. > >Seorang pengacara Mesir, Rehab Serageddin, mengatakan >sesuai dengan >hukum positif Mesir, orang yang terbukti membunuh itu >diancam dengan >hukuman mati. > >Berbagai informasi yang dihimpun ANTARA menjelaskan, >peristiwa >mengenaskan itu terjadi pada Jumat (15/10) lalu, >kira-kira pukul 9.00 >pagi waktu setempat (14.00 WIB), di rumah korban. > >Di tubuh korban, Muhammad Zaki, menurut autopsi >dokter, ditemukan >tiga tusukan benda tajam di punggung belakang, dan dua >tusukan >lainnya mengenai dada dan leher, sementara di tubuh >Nur terdapat >tusukan di leher. > >Mayat Zaki ditemukan terkapar kaku berlumuran darah di >ruang tamu, >sementara istri bersama kedua anak tewas terbakar di >dalam kamar. > >Zaki, yang berstus mahasiswa pada Fakultas Syari'ah, >Universtas Al- >Azhar itu bermukim di sebuah apartemen di Distrik Hay >El-Asyr, Kairo. > >Sehari-hari, Zaki mengelola Rumah Makan Asbat di >Madinat Nasr, >kawasan tempat tinggal mahasiswa Indonesia dan >Malaysia, yang >menyediakan menu masakan khas Melayu. > >Namun, menurut Abdul Latif, rumah makan itu telah >dijualnya tiga hari >sebelum peristiwa mengenaskan tersebut. Selain itu, >katanya, Zaki >juga membuka usaha penukaran valuta asing. > >Dalam penyelidikan awal, pihak polisi menduga kejadian >itu adalah >aksi pencurian berdasarkan bukti bahwa uang tunai >41.000 pound (6.800 >dolar AS) milik almarhum ludes. > >Sama halnya dengan Zaki, AD juga sehari-hari mengelola >sebuah rumah >makan bernama Rumah Makan Asia, yang jaraknya >kira-kira 200 meter >dari Rumah Makan Asbat milik almarhum. > >Rumah Makan Asbat telah dibuka beberapa tahun lalu, >sementara Rumah >Makan Asia milik AD baru dibuka awal Juni silam. > >Saat ini, Rumah Makan Asia dan apartemen kediaman >keluarga AD telah >diblokir polisi. Istri, kedua anak dan mertua AD tidak >diperbolehkan >keluar rumah atau ditemui orang. > >Abdul Latif mengungkapkan, AD dan Zaki sempat >bertengkar pada Kamis >(14/10) malam. Paginya (Jumat), AD kembali menelepon >Zaki dan >mengabarkan akan menukar uang 13.000 dolar AS ke pound >Mesir. > >Menurut keterangan polisi, nomor telepon genggam AD >tercatat sebagai >penelepon terakhir yang terdapat dalam daftar panggil >telepon genggam >Zaki. > >AD sebelumnya sempat bekerja sebagai staf honorer di >KBRI Kairo, >namun dikeluarkan tiga bulan silam. "dia dikeluarkan >(dari KBRI) >karena selalu bolos, mungkin sibuk mengurus rumah >makannya," ujar >sebuah sumber di KBRI. > >Seorang kawan dekat AD mengungkapkan, AD saat ini >berutang pada >seorang staf KBRI warga Mesir yang batas waktu >pembayarannya sudah >berakhir. Utang itu adalah tagihan atas harga sebuah >mobil yang >dibelinya dengan angsuran. > >Beberapa anggota Kelompok Studi Mahasiswa Riau (KSMR), >organisasi >kekeluargaan tempat AD berkecimpung, menolak >memberikan keterangan >ketika ANTARA mencoba mengklarifikasi hal itu. > >Peristiwa mengenaskan ini diliput luas oleh media >massa cetak Mesir >di rubrik kriminalitas.ant/aih > > >===== >Mario Gagho >Political Science, >Agra University, India > > > >_______________________________ >Do you Yahoo!? >Declare Yourself - Register online to vote today! >http://vote.yahoo.com > > > >_________________________________________________________________________ >Mhs/Masy. indoindia diharapkan untuk selalu melihat diskusi harian di >www.ppi-india.da.ru dan situs resmi PPI www.ppi-india.uni.cc >========================================================================== >Catatan penting: >1- Harap tdk. memposting berita, kecuali yg berkenaan dg masyarakat/mahasiswa/alumni >India >2- Arsip milis: http://groups.yahoo.com/group/ppi-india; Arsip diskusi nasional: >www.ppi-india.da.ru >3- HP Ketua PPI (Jusman): 09810646659 ; Sekjen PPI(Mukhlis): 09897407326 >4- KBRI Delhi(11)26110693;26118642; 26118647 >5- KJRI Mumbai (022)3868678;3800940;3891255 >Yahoo! Groups Links > > > > > > >
